Aset Tokenisasi Menghadapi Kekurangan Likuiditas? Tinjauan Mendalam atas Tantangan Likuiditas pada Saham Tokenisasi

Ecosystem
Diperbarui: 09/06/2026 03:43

Sejak tahun 2026, ekuitas AS yang ditokenisasi telah berkembang pesat menjadi salah satu sektor paling menonjol di industri kripto. Mulai dari maraknya platform perdagangan saham on-chain, hingga bursa mainstream seperti Gate yang meluncurkan fitur perdagangan spot saham AS, serta semakin jelasnya kerangka regulasi global, saham tokenisasi telah berevolusi dari konsep pinggiran menjadi arah pertumbuhan paling eksplosif di sektor RWA (Real World Assets).

Menurut QYResearch, ukuran pasar global ekuitas tokenisasi diperkirakan akan mencapai $1,35 miliar pada tahun 2025 dan tumbuh menjadi $2,576 miliar pada tahun 2032, dengan CAGR sebesar 9,8%. Namun, di balik lonjakan ini, muncul pertanyaan penting—apakah likuiditas di pasar ekuitas tokenisasi benar-benar mendukung ekspektasi pertumbuhan tersebut?

Dilema Slippage: Biaya Tersembunyi Aset Tokenisasi

Biaya tersembunyi pertama dari aset tokenisasi muncul dalam bentuk slippage perdagangan.

Ambil contoh emas tokenisasi. Di bursa terpusat utama, slippage untuk kontrak perpetual PAXG dan XAUT meningkat secara eksponensial seiring bertambahnya ukuran transaksi. Ketika nominal transaksi mencapai sekitar $4 juta, slippage mendekati 150 basis poin. Sebaliknya, di pasar tradisional seperti futures emas CME, slippage untuk transaksi dengan ukuran yang sama hampir tidak terasa. Perbedaan kedalaman likuiditas antara keduanya bisa mencapai beberapa tingkat besaran.

Ekuitas tokenisasi menghadapi tantangan serupa. Slippage tinggi umum terjadi pada produk seperti TSLAx dan NVDAx, dengan likuiditas jauh di bawah pasar sekuritas tradisional. Karena kedalaman pasar yang kurang, likuiditas efektif yang tersedia di kedua sisi order book sangat terbatas—bahkan di venue paling likuid, kedalaman efektif jarang melebihi $3 juta.

Kekurangan Struktural: Dua Hambatan dalam Minting dan Redemption

Kekurangan likuiditas bukanlah kebetulan; hal ini berasal dari faktor struktural yang mendalam.

Aset tokenisasi biasanya menghadapi biaya minting yang tinggi, siklus redemption yang panjang (T+1 hingga T+5), dan efisiensi modal rendah bagi market maker. Hal ini menghasilkan:

  • Ambang minting tinggi: Penerbitan aset tokenisasi on-chain membutuhkan penguncian aset dasar terlebih dahulu, melibatkan berbagai proses hukum dan kustodian. Biayanya jauh lebih tinggi dibandingkan penerbitan aset kripto native.
  • Siklus redemption panjang: Penukaran token on-chain menjadi aset fiat atau fisik biasanya memakan waktu 1 hingga 5 hari kerja, sehingga modal tidak bisa keluar dengan cepat.
  • Insentif market maker rendah: Karena mekanisme redemption yang kurang efisien dan efisiensi modal yang buruk, market maker lebih memilih mengalokasikan dana ke pasar kripto yang lebih likuid dan mudah diakses.

Kelemahan struktural ini secara langsung menyebabkan kekurangan penyedia likuiditas, menjebak pasar aset tokenisasi dalam lingkaran setan "likuiditas kurang → partisipasi menurun → likuiditas semakin berkurang". Ketika kedalaman pasar kurang, investor tidak dapat membangun posisi besar. Ketika exit tidak dapat diandalkan, aset sulit memenuhi syarat sebagai jaminan dalam sistem peminjaman on-chain.

Ketidakpastian Regulasi dan Fragmentasi: Hambatan Tak Terlihat bagi Likuiditas

Masalah likuiditas pada ekuitas tokenisasi juga sangat dipengaruhi oleh faktor regulasi.

Saham adalah aset keuangan yang diatur ketat, dan setiap negara maupun wilayah memiliki aturan berbeda terkait penerbitan, perdagangan, dan kustodian sekuritas. Ketika saham ditokenisasi dan masuk ke jaringan blockchain, status hukumnya dapat diinterpretasikan ulang: beberapa yurisdiksi menganggapnya sebagai sekuritas digital yang harus mematuhi hukum sekuritas, sementara yang lain belum memiliki kerangka regulasi yang jelas.

Kurangnya keseragaman regulasi global ini secara langsung memengaruhi sirkulasi lintas batas dan aktivitas perdagangan ekuitas tokenisasi. Biaya kepatuhan bagi investor dan institusi meningkat, dan market maker menghadapi pembatasan dalam operasi lintas wilayah, sehingga kedalaman pasar efektif semakin tertekan.

Tantangan Market Maker: Mengapa Likuiditas On-Chain Sulit Dibangun?

Market maker adalah fondasi dari setiap pasar yang likuid, namun peran mereka dalam ekuitas tokenisasi masih belum berkembang optimal.

Di satu sisi, pasar ekuitas tokenisasi masih relatif kecil. Agar market maker mau mengalokasikan modal besar, volume perdagangan harus cukup untuk mencapai break-even. Saat ini, volume perdagangan bulanan ekuitas publik tokenisasi telah melampaui $800 juta, dengan beberapa bulan mencapai $1 miliar. Namun, angka ini masih jauh dibandingkan pasar ekuitas tradisional, di mana volume harian sering kali melebihi ratusan miliar.

Di sisi lain, market maker menghadapi eksposur risiko dan biaya hedging yang lebih tinggi di on-chain dibandingkan pasar tradisional. Penentuan harga ekuitas tokenisasi membutuhkan pemetaan real-time ke harga saham dasar, dan volatilitas antara harga on-chain dan off-chain, keterlambatan data oracle, serta ketidakpastian arbitrase lintas pasar semuanya meningkatkan risiko. Masalah inti aset tokenisasi bukanlah teknis, melainkan kurangnya fondasi pasar untuk mendukung likuiditas skala besar.

Kemajuan Infrastruktur: Menembus Hambatan Likuiditas

Meski tantangan ini ada, pasar tidak diam. Solusi struktural terhadap masalah likuiditas sedang dikembangkan.

Inovasi likuiditas on-chain: Uniswap Labs dan Securitize membentuk kemitraan strategis untuk mengintegrasikan dana tokenisasi BlackRock, BUIDL, ke UniswapX untuk perdagangan on-chain, menyediakan likuiditas hampir instan bagi pemegang BUIDL. Dengan aset sekitar $2,3 miliar saat ini, BUIDL menjadi produk benchmark di sektor dana tokenisasi.

Infrastruktur likuiditas kelas institusi: Securitize dan Grove bersama-sama meluncurkan protokol Basin, awalnya menargetkan likuiditas harian hingga $1 miliar untuk menyediakan kanal likuiditas stablecoin bagi dana tokenisasi. BlackRock menjadi mitra peluncuran utama, menunjukkan kepercayaan manajer aset terkemuka terhadap solusi likuiditas on-chain.

Pembangunan kedalaman di level bursa: Bursa berperan krusial dalam memajukan keuangan tokenisasi. Menurut laporan riset CryptoQuant, Gate menonjol dalam aktivitas perdagangan institusi, likuiditas pasar, dan perdagangan derivatif TradFi dengan menawarkan ekuitas tokenisasi, logam, produk indeks, serta ekosistem perdagangan derivatif 24/7. Pada bulan Maret, volume kontrak perpetual TradFi bulanan Gate hampir mencapai $290 miliar, menetapkan benchmark terdepan di industri.

Selain itu, Gate telah meluncurkan layanan perdagangan saham nyata, memungkinkan pengguna memperdagangkan lebih dari 10.000 saham dan ETF utama AS secara langsung dengan USDT. Dengan bermitra bersama institusi yang memegang lisensi broker AS yang sesuai, Gate memberikan pengguna kripto akses lebih dekat ke pasar keuangan tradisional. Pada awal Juni 2026, volume perdagangan saham harian Gate melonjak hingga hampir $30 juta, menandai tingkat aktivitas tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Kesimpulan

Tantangan likuiditas yang dihadapi ekuitas tokenisasi pada dasarnya adalah proses pertumbuhan dari kelas aset baru yang masih membangun infrastrukturnya. Slippage tinggi, siklus redemption panjang, partisipasi market maker rendah, dan regulasi global yang terfragmentasi menjadi empat pilar utama tantangan likuiditas RWA saat ini.

Namun, mesin perubahan sudah bergerak. Mulai dari BlackRock yang mendorong kanal likuiditas baru untuk dana tokenisasi, hingga iterasi berkelanjutan infrastruktur market-making on-chain, serta bursa seperti Gate yang membangun sistem dual-track untuk perdagangan saham tokenisasi dan nyata, setiap bagian dari teka-teki likuiditas perlahan mulai terisi.

Bagi investor, memahami tantangan struktural ini sangat penting untuk mitigasi risiko dan menangkap peluang di tengah gelombang tokenisasi. Seiring hambatan likuiditas satu per satu teratasi, sistem perdagangan aset global yang benar-benar terbuka siap memasuki eranya.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten