Musim Alt yang Sesungguhnya terjadi pada Crypto Equities

Terakhir Diperbarui 2026-03-28 13:34:58
Waktu Membaca: 1m
Dengan menelaah kinerja historis Bitcoin dan altcoin, artikel ini menunjukkan bahwa investor institusional di pasar saat ini lebih memilih saham yang berhubungan dengan crypto daripada berinvestasi langsung pada aset crypto.

Banyak pertanyaan muncul terkait kemungkinan terjadinya alt season dalam siklus kripto kali ini. Sebagian pihak memprediksi puncak di Januari 2024 atau 2025, saat aset kripto non-Bitcoin mengalami kenaikan signifikan—bahkan banyak yang menembus rekor harga tertinggi.

Pada siklus sebelumnya, lonjakan harga Bitcoin seringkali mendahului kenaikan serupa (atau bahkan melampaui) pada berbagai aset kripto dengan kapitalisasi lebih kecil. Namun, pola ini tidak terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Dominasi Bitcoin kini berada di level 58% dan terus meningkat sejak November 2022.

Apakah siklus kali ini akan melewatkan alt season? Ataukah alt season memang belum datang? Atau mungkin, alt season tengah berlangsung di pasar lain, hanya saja belum menjadi perhatian?

Pendapat yang terakhir lebih relevan. Alt season yang sebenarnya saat ini terjadi di ekuitas kripto.

Apa saja ciri-ciri terbentuknya alt season?

  • Kenaikan harga menarik modal baru → pertanyaannya, dari mana asal modal baru tersebut?
  • Kenaikan harga mendorong rotasi keuntungan → pertanyaannya, siapa yang mengambil keuntungan dan ke mana modal tersebut dialokasikan kembali?

Modal baru jelas tengah mencari eksposur ke kripto. Namun, sebagian besar berasal dari institusi, bukan investor ritel. Ritel biasanya lebih cepat beradaptasi, sedangkan institusi cenderung lambat dan menunggu legitimasi eksternal. Saat ini hal tersebut sedang terjadi. SEC mengesahkan ETF spot Bitcoin dan Ethereum pada tahun 2024. Chairman Atkin baru saja mengumumkan Project Crypto. CEO Nasdaq, Adena Friedman, aktif mendorong tokenisasi ekuitas. Daftarnya masih panjang.

Institusi kini hadir dengan modal baru. Sebagian besar dana dialokasikan ke ekuitas kripto, bukan aset kripto. Ekuitas lebih familiar dan mudah diakses. Institusi telah memiliki infrastruktur operasional (penitipan, kepatuhan, hubungan dealer, dan sebagainya), sedangkan membeli aset kripto membutuhkan kapabilitas baru. Pembelian ekuitas juga sesuai mandat mereka—berbeda dengan token kripto langsung (apalagi altcoin berkapitalisasi kecil) yang bisa jadi di luar lingkup mereka.

Hasilnya, institusi mulai membanjiri ekuitas kripto (atau perusahaan yang beririsan dengan kripto) dengan dana. Coinbase naik 53% YTD. Robinhood tumbuh 299%. Galaxy naik 100%. Circle melonjak 368% sejak IPO Juni (atau 75% jika menggunakan harga penutupan hari pertama perdagangan). Jika dibandingkan dengan Bitcoin (naik 31%), Ethereum (35%), atau Solana (21%), keunggulan ekuitas kripto sangat jelas.

Hal serupa terlihat jika menilik performa sejak Bitcoin mencapai titik terendah pada 17/12/22:

Alasan kuat mendukung berlanjutnya tren ini. Banyak IPO ekuitas kripto sudah menunggu giliran, dan perusahaan tahap lanjut kemungkinan akan mengajukan dalam beberapa tahun mendatang.

Layaknya alt season pada umumnya, tidak semua aset akan berkinerja optimal. Saya juga memperkirakan akan terjadi rotasi, ketika trader mengambil keuntungan dari aset yang nilainya tinggi (misalnya CRCL diperdagangkan di 26x P/S) dan mengalokasikan modal ke aset lain.

Di dunia kripto, tren sering berganti: pasar bisa beralih dari aset DeFi ke token gaming hingga koin AI. Ekuitas juga kemungkinan akan mengalami hal serupa. Alt season di ekuitas kripto dapat terjadi rotasi dari saham stablecoin ke saham exchange ke aset treasury digital (atau tren lain).

Beberapa alasan lain membuat saya yakin alt season ekuitas kripto akan lebih menyerupai alt season historis dibandingkan alt season masa depan di pasar kripto-native:

  • Konsentrasi aset. Hanya sedikit ekuitas yang menawarkan eksposur ke kripto. Ini mirip dengan siklus kripto terdahulu, di mana kurang dari 100 token dianggap menarik. Dinamika ini sangat berbeda dengan pasar kripto-native saat ini—yang memiliki jutaan token dan mengalami dispersi alokasi modal yang lebih luas.
  • Akses leverage. Siklus lalu, banyak platform peminjaman kripto-native yang kolaps. Belum banyak yang pulih. Namun, investor ekuitas masih punya akses ke leverage, sehingga potensi ledakan dan kejatuhan bisa sangat besar.

Alt season di aset kripto-native kemungkinan akan terjadi lagi. Namun, dibutuhkan waktu agar sumber modal baru membangun kapabilitas operasional yang memungkinkan mereka masuk ke aset kripto.

Jadi, mungkin alt season kali ini tidak seperti ekspektasi banyak orang—namun kita tetap berada di alt season.

Terima kasih kepada Hootie Rashifard dan Mason Nystrom atas masukan terhadap esai ini.

Disclaimer:

  1. Artikel ini merupakan reprint dari [alanadlevin]. Seluruh hak cipta milik penulis asli [alanadlevin]. Jika ada keberatan atas reprint ini, silakan hubungi tim Gate Learn dan akan segera ditindaklanjuti.
  2. Disclaimer Tanggung Jawab: Seluruh pandangan dan opini dalam artikel ini sepenuhnya milik penulis dan tidak menjadi saran investasi dalam bentuk apa pun.
  3. Terjemahan artikel ke bahasa lain dilakukan oleh tim Gate Learn. Kecuali disebutkan, dilarang menyalin, mendistribusikan, atau melakukan plagiarisme terhadap artikel terjemahan ini.

Artikel Terkait

Bagaimana Midnight Mencapai Privasi di Blockchain? Analisis Zero-Knowledge Proofs dan Mekanisme Privasi yang Dapat Diprogram
Pemula

Bagaimana Midnight Mencapai Privasi di Blockchain? Analisis Zero-Knowledge Proofs dan Mekanisme Privasi yang Dapat Diprogram

Midnight, yang dikembangkan oleh Input Output Global, merupakan jaringan blockchain berfokus privasi dan menjadi komponen penting dalam ekosistem Cardano. Melalui penerapan zero-knowledge proofs, struktur buku besar dua status, serta fitur privasi yang dapat diprogram, jaringan ini menjaga data sensitif pada aplikasi blockchain tanpa mengurangi aspek keterverifikasian.
2026-03-24 13:49:16
Hubungan Antara Midnight dan Cardano: Bagaimana Sidechain Privasi Memperluas Ekosistem Aplikasi Cardano
Pemula

Hubungan Antara Midnight dan Cardano: Bagaimana Sidechain Privasi Memperluas Ekosistem Aplikasi Cardano

Midnight, yang dikembangkan oleh Input Output Global, merupakan jaringan blockchain berfokus privasi yang menyediakan fitur privasi terprogram untuk Cardano. Platform ini memungkinkan para pengembang membangun aplikasi terdesentralisasi dengan tetap menjaga kerahasiaan data.
2026-03-24 13:45:27
Sentio vs The Graph: Perbandingan Mekanisme Indeksasi Real Time dan Indeksasi Subgraf
Menengah

Sentio vs The Graph: Perbandingan Mekanisme Indeksasi Real Time dan Indeksasi Subgraf

Sentio dan The Graph sama-sama platform untuk pengindeksan data on-chain, namun memiliki perbedaan signifikan pada tujuan inti desainnya. The Graph memanfaatkan subgraph untuk mengindeks data on-chain, dengan fokus utama pada kebutuhan permintaan data dan agregasi. Di sisi lain, Sentio menggunakan mekanisme pengindeksan real-time yang memprioritaskan pemrosesan data berlatensi rendah, pemantauan visualisasi, serta fitur peringatan otomatis—sehingga sangat ideal untuk pemantauan real-time dan peringatan risiko.
2026-04-17 08:55:07
0x Protocol vs Uniswap: Bagaimana Perbedaan Order Book Protocol dengan Model AMM?
Menengah

0x Protocol vs Uniswap: Bagaimana Perbedaan Order Book Protocol dengan Model AMM?

Baik 0x Protocol maupun Uniswap dirancang untuk perdagangan aset terdesentralisasi, tetapi keduanya menggunakan mekanisme perdagangan yang berbeda. 0x Protocol mengandalkan arsitektur Order Book off-chain dengan penyelesaian on-chain, mengagregasi likuiditas dari berbagai sumber untuk menyediakan infrastruktur perdagangan bagi Dompet dan DEX. Sementara itu, Uniswap mengadopsi model Automated Market Maker (AMM), memfasilitasi Swap aset on-chain melalui pool likuiditas. Perbedaan utama antara keduanya adalah cara pengorganisasian likuiditas. 0x Protocol berfokus pada agregasi order dan routing perdagangan yang efisien, sehingga sangat cocok untuk memberikan dukungan likuiditas dasar kepada aplikasi. Uniswap memanfaatkan pool likuiditas untuk menawarkan layanan Swap langsung kepada pengguna, menjadikan dirinya sebagai platform eksekusi perdagangan on-chain yang kuat.
2026-04-29 03:48:20
Analisis Kedalaman Audiera GameFi: Cara Dance-to-Earn Memadukan AI dengan Permainan Ritme
Pemula

Analisis Kedalaman Audiera GameFi: Cara Dance-to-Earn Memadukan AI dengan Permainan Ritme

Bagaimana Audition bertransformasi menjadi Audiera? Pelajari bagaimana permainan ritme telah berkembang melampaui hiburan tradisional, menjadi ekosistem GameFi yang didukung AI dan Blockchain. Temukan perubahan inti serta pergeseran nilai yang muncul berkat integrasi mekanisme Dance-to-Earn, interaksi sosial, dan ekonomi kreator.
2026-03-27 14:34:27
Apa saja komponen utama dalam 0x Protocol? Penjelasan mengenai Relayer, Mesh, dan arsitektur API
Pemula

Apa saja komponen utama dalam 0x Protocol? Penjelasan mengenai Relayer, Mesh, dan arsitektur API

0x Protocol membangun infrastruktur perdagangan terdesentralisasi dengan komponen utama seperti Relayer, Mesh Network, 0x API, dan Exchange Proxy. Relayer mengelola penyiaran order off-chain, Mesh Network memfasilitasi pembagian order, 0x API menyediakan antarmuka penawaran likuiditas terpadu, dan Exchange Proxy mengawasi eksekusi perdagangan on-chain serta pengalihan likuiditas. Gabungan komponen ini menghadirkan arsitektur yang mengintegrasikan propagasi order off-chain dengan penyelesaian perdagangan on-chain, sehingga Dompet, DEX, dan aplikasi DeFi dapat mengakses likuiditas multi-sumber melalui satu antarmuka terpadu.
2026-04-29 03:06:50