Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#WCTCTradingKingPK
Prospek Emas Masih Tertahan, Perak Lebih Agresif tapi Berisiko
Prospek harga emas dalam jangka pendek hingga menengah diperkirakan masih tertahan di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya ketidakpastian global.
Melansir data Trading Economics pada Rabu (29/4) pukul 15.55 WIB, harga emas turun 0,46% menjadi US$ 4.575 per ons troi. Sementara itu, harga perak melemah 0,21% ke level US$ 72,88 per ons troi.
Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan sebelumnya, di mana emas sempat turun sekitar 2% dan perak anjlok 3% hingga menyentuh level terendah sejak akhir Maret 2026.
Analis PT Finex Bisnis Solusi Future, Brahmantya Himawan menilai, tekanan terhadap emas masih akan berlanjut selama inflasi global belum mereda dan bank sentral AS belum menunjukkan sinyal pelonggaran kebijakan moneter.
"Selama harga minyak tetap tinggi akibat tensi geopolitik dan distribusi energi global masih terganggu, tekanan inflasi berpotensi bertahan. Hal ini bisa membuat Federal Reserve tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga," ujar Bram kepada Kontan, Rabu (29/4/2026).
Kondisi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS yang pada akhirnya membatasi ruang kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Sementara itu, perak diperkirakan memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan emas. "Selain mengikuti sentimen safe haven, perak juga punya komponen permintaan industri, sehingga jika ekonomi global membaik, upside perak bisa lebih agresif dibanding emas, namun risikonya juga lebih besar," kata Bram.
Untuk periode Mei 2026, Bram memproyeksikan harga emas bergerak di kisaran US$ 4.400 hingga US$ 4.500 per ons troi. Sementara itu, harga perak diperkirakan berada di rentang US$ 66 hingga US$ 71 per ons.
Pergerakan keduanya diperkirakan masih akan cenderung sideways dengan volatilitas tinggi seiring pelaku pasar menanti kejelasan arah kebijakan suku bunga AS serta perkembangan geopolitik global.
Dari sisi strategi, investor disarankan tetap selektif dalam mengambil keputusan. Untuk jangka menengah hingga panjang, koreksi harga saat ini dinilai mulai menarik untuk akumulasi bertahap, khususnya pada emas.
"Untuk investor jangka menengah–panjang, koreksi ini mulai menarik untuk akumulasi bertahap, terutama pada emas sebagai lindung nilai,” ujar Bram.
Namun, untuk jangka pendek, investor sebaiknya menunggu konfirmasi arah pasar setelah keputusan bank sentral AS diumumkan karena volatilitas masih tinggi.
Ia menegaskan, posisi emas saat ini berada di persimpangan antara faktor geopolitik dan kekuatan dolar AS.
"Selama The Fed belum melunak dan harga minyak masih tinggi, reli emas kemungkinan tidak akan berjalan mulus," tutupnya.