Dalam waktu dekat, dua raksasa chip memori Korea, SK hynix dan Samsung Electronics, mengalami penurunan tajam di pasar luar negeri. Pada 13 Juli 2026, SK hynix anjlok 15,37% dalam sehari; sejak puncak bulan Juni, sahamnya terkoreksi hampir 40%. Pada hari yang sama, Samsung Electronics turun 10,7%; total koreksinya lebih dari 30% dan memicu penghentian perdagangan (circuit breaker) pada indeks KOSPI Korea, sehingga tekanan juga meluas ke sektor semikonduktor global.



Penurunan kali ini terutama dipicu oleh mismatch ekspektasi dan resonansi likuiditas. Pratinjau laporan keuangan menunjukkan laba operasi SK hynix kuartal II sebesar 60,4 triliun won Korea Selatan; meski melonjak secara year-on-year, nilainya masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 65 triliun won. Karena kontrak jangka panjang HBM yang mengunci harga, kenaikan harga rata-rata lebih lemah dibanding pasar spot; fleksibilitas laba tidak sekuat pesaing, sehingga memicu aksi ambil untung setelah “berita bagus habis”.

Dari sisi makro dan kompetisi, tekanan juga datang dari berbagai arah. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Korea semakin menguat, menekan saham pertumbuhan dengan valuasi tinggi. Di saat yang sama, dana asing melakukan pergeseran portofolio secara sistematis dan keluar dari jalur “AI berbondong-bondong”. Selain itu, vendor China seperti Yangtze Memory (pangsa NAND 13%) dan CXMT (DRAM 7,7%) makin cepat berkembang. Mereka terus merebut pesanan di node proses matang dan segmen menengah ke bawah dengan keunggulan biaya serta keamanan rantai pasok, memaksa perusahaan Korea beralih ke transformasi berfokus pada HBM kelas atas. Akibatnya, pangsa pasar segmen umum berpotensi tergerus dalam jangka panjang.

Meski logika “supercycle AI” belum putus, kekhawatiran pasar terhadap kelebihan kapasitas setelah 2028 dan puncak siklus sudah lebih dulu dimasukkan ke harga. Dalam jangka pendek, ini terlihat seperti koreksi teknis akibat kinerja dan tekanan leverage. Namun dalam jangka panjang, hal ini menjadi cerminan bahwa lanskap penyimpanan global sedang bergeser dari “dominasi AS-Korea” menuju “kompetisi multipolar”.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan