Kata-kata dari sahabatnya hari itu membuat si wanita ini pulang lalu bertengkar hebat dengan suaminya, karena ucapan sahabatnya membuatnya benar-benar runtuh (break down).


Kejadiannya seperti ini:
Dia bilang, setelah menikah selama ini dia yang bekerja menghasilkan uang untuk menafkahi keluarga, sedangkan suaminya bertugas mengurus anak sepenuh waktu.
Setiap bulan selain biaya rumah tangga, dia juga masih menanggung beban cicilan—misalnya KPR, cicilan mobil, dan sebagainya—jadi hidup mereka selalu serba ketat.
Hari itu, sahabatnya mengajak dia mengobrol.
Sahabatnya sambil tertawa berkata:
“Ngasilin uang itu memang urusan laki-laki.”
“Pernikahan habis sampai 400-an ribu, semua itu suami saya yang memenuhinya untuk saya; dia cuma pekerja biasa, tapi uang sebesar itu juga sebenarnya hasil pinjaman.”
“Pokoknya cicilan-cicilan itu pun yang dia bayar, saya hanya bertanggung jawab menjaga anak, yang lain nggak perlu dipikirkan.”
Dia juga tahu kondisi keluarga sahabatnya memang seperti itu—yang menafkahi rumah tangga adalah perempuan—tapi tetap berkali-kali menyampaikan hal yang sama:
“Perempuan itu seharusnya ditanggung oleh laki-laki.”
Setelah hari itu pulang ke rumah,
si perempuan tiba-tiba runtuh!
Dia merasa untuk pertama kalinya mulai iri pada pernikahan orang lain.
Dan untuk pertama kalinya dia merasakan:
Mengapa orang lain bisa dengan tenang menjadi perempuan kecil, sementara dirinya justru terus berjuang keras menafkahi keluarga?
Dia menceritakan semua keluh kesahnya kepada suami. Tetapi setelah mendengarnya, suaminya juga merasa tidak enak.
Dia bahkan menyindir dirinya sendiri, “Aku terus mengira aku menikah karena cinta, tapi kok rasanya seperti hidup jadi bahan lelucon di mata orang lain.”
Mereka bahkan bertengkar hebat karena hal itu pada hari yang sama.
Keesokan harinya, meski mereka sudah berdamai,
hari itu si perempuan sadar: hal yang paling ditakuti orang mungkin bukan hidup yang susah, melainkan ketika kita tak bisa menahan diri untuk membandingkan pernikahan kita sendiri dengan orang lain.
Menurutmu, yang sebenarnya membuatnya sedih itu karena pernikahan ini sendiri, atau karena satu kalimat dari orang lain (sahabatnya)?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan