Menurut CEO Dave Ricks dalam sebuah wawancara dengan The Economist pada 15 Juli, Eli Lilly mengumumkan transformasi strategi besar dari produsen obat tradisional menjadi perusahaan platform pengobatan preventif. Ricks menyatakan bahwa tujuan perusahaan bukan sekadar mengobati penyakit, tetapi membantu orang mempertahankan kesehatan, dengan mendefinisikan ulang lini obat obesitas GLP-1 sebagai platform yang bisa diperluas melalui kombinasi hormon, bukan sebagai produk yang berdiri sendiri. Sejak 2020, Eli Lilly telah menginvestasikan lebih dari $50 miliar untuk fasilitas produksi guna membangun kemampuan manufaktur skala platform, menjadikan kapasitas pasokan sebagai keunggulan kompetitif utama selain riset penemuan obat.
Perusahaan ini secara agresif memperluas lini preventif melalui akuisisi terbaru, termasuk pengembang pengobatan narcolepsy, serta menguji terapi Alzheimer donanemab pada pasien pra-gejala. Lebih dari setengah pasien baru kini mengakses pengobatan melalui Eli Lilly Direct, saluran farmasi digital langsung ke pasien milik perusahaan.