Kepala aset digital dan inovasi Franklin Templeton, Sandy Kaul, menyatakan pada Rabu bahwa agen AI adalah penggunaan paling “killer” berikutnya untuk blockchain dan mata uang kripto. Kaul menjelaskan bahwa ekonomi agen AI akan meningkatkan permintaan untuk protokol blockchain yang mampu menjadi tuan rumah pembayaran mikro mesin-ke-mesin, karena jaringan kartu warisan tidak cocok untuk pembayaran yang bersifat agen (agentic) akibat biaya yang tinggi dan waktu penyelesaian yang lama. Laporan gabungan yang diterbitkan Rabu lalu oleh raksasa pembayaran Visa dan platform riset Artemis berpendapat bahwa kartu tradisional yang dibangun untuk perdagangan manusia berfrekuensi rendah tidak cukup untuk agen AI, yang membutuhkan infrastruktur dengan biaya nyaris nol dan penyelesaian yang lebih cepat agar pembayaran mikro agen (agentic micropayments) bisa layak secara komersial.
Kaul membuat pernyataan itu dalam postingan X pada Rabu, mempertanyakan apakah buku panduan investasi tradisional berupa membeli saham perusahaan yang selaras dengan AI akan bekerja untuk AI agen (agentic AI). Postingan tersebut panjangnya lebih dari 1.800 kata.
Kaul menyebut jaringan blockchain seperti Aptos, Solana, dan BNB Chain sebagai yang lebih sesuai untuk ekonomi agen. Jaringan-jaringan ini menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik, lebih cepat dibanding waktu penyelesaian satu hingga tiga hari kerja jaringan Visa.
Laporan gabungan Visa–Artemis menyatakan bahwa agen AI membutuhkan infrastruktur dengan biaya nyaris nol dan penyelesaian lebih cepat untuk membuat pembayaran mikro agen secara komersial layak.
Protokol pembayaran x402 yang dikembangkan oleh Coinbase memproses $15 juta dalam volume yang disesuaikan di lebih dari 109 juta transaksi yang disesuaikan sejak diluncurkan pada Mei 2025, menurut laporan gabungan Visa dan Artemis.
Protokol ini menjadi satu contoh protokol pembayaran mesin yang menunjukkan tanda adopsi di ekonomi agen AI yang sedang berkembang.
Divisi kripto Visa dan Tempo yang didukung Stripe sama-sama meluncurkan alat AI pada Maret. Alat Visa memungkinkan agen AI melakukan pembayaran pada hari yang sama.
Peluncuran produk ini terjadi saat industri pembayaran mulai mengembangkan infrastruktur yang dirancang khusus untuk transaksi agen AI.
Apa yang disampaikan Franklin Templeton tentang agen AI dan blockchain pada Rabu?
Kepala aset digital Franklin Templeton, Sandy Kaul, menyatakan pada Rabu bahwa agen AI adalah penggunaan paling “killer” berikutnya untuk blockchain dan mata uang kripto. Kaul menjelaskan bahwa ekonomi agen AI akan tumbuh permintaannya untuk protokol blockchain yang menjadi tuan rumah pembayaran mikro mesin-ke-mesin, karena jaringan kartu warisan tidak cocok akibat biaya yang tinggi dan waktu penyelesaian.
Seberapa cepat penyelesaian blockchain dibanding jaringan kartu tradisional?
Jaringan blockchain seperti Aptos, Solana, dan BNB Chain menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik, sementara jaringan Visa memiliki waktu penyelesaian satu hingga tiga hari kerja menurut pernyataan Kaul.
Metode adopsi apa yang telah dicapai protokol pembayaran x402?
Protokol pembayaran x402 yang dikembangkan oleh Coinbase memproses $15 juta dalam volume yang disesuaikan di lebih dari 109 juta transaksi yang disesuaikan sejak peluncurannya pada Mei 2025, menurut laporan gabungan Visa–Artemis.
Berita Terkait