Mengapa Analis Memperingatkan Titik Balik Struktural: Akankah Kapitalisasi Pasar Tether Melampaui Ethereum?

Pasar
Diperbarui: 2026-02-13 09:23

13 Februari 2026—Berdasarkan data pasar real-time Gate, Ethereum (ETH) saat ini diperdagangkan di harga $1.950,43, dengan kapitalisasi pasar sekitar $236 miliar. Sementara itu, suplai beredar USDT telah melampaui 183 miliar token, mendorong total kapitalisasi pasarnya hingga mencapai $183 miliar.

Selisih antara kedua angka ini telah menyempit secara dramatis—dari lebih dari $120 miliar di awal 2026 menjadi hanya $53 miliar hari ini. Dalam laporan yang diterbitkan pada 12 Februari, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, mengeluarkan peringatan yang kini semakin nyata: jika harga ETH turun di bawah level support krusial $1.500, kapitalisasi pasar Tether secara resmi akan melampaui Ethereum, menjadikannya aset kripto terbesar kedua di dunia.

Ini bukan lagi sekadar skenario "bagaimana jika" secara teoritis. Di Gate dan bursa terkemuka lainnya, semakin banyak pelaku institusi yang menyesuaikan posisi mereka menghadapi potensi "structural flip" ini.

Dari "Technical Breakdown" ke "Market Cap Overlap": Di Mana Titik Kritis Flip Ini?

Penilaian McGlone bertumpu pada dua tren yang terjadi secara bersamaan: pergeseran pusat harga Ethereum yang terus melemah, serta pertumbuhan penerbitan USDT yang tak terbendung.

Dari perspektif teknikal, Ethereum menembus support kunci $2.500 pada akhir Januari 2026—level yang telah dipertahankan selama dua tahun sejak 2024. Grafik Gate menunjukkan ETH diperdagangkan jauh di bawah rata-rata pergerakan 100 hari ($2.966), dengan grafik mingguan memperlihatkan pola "lower lows" yang jelas. McGlone mencatat adanya gap harga yang signifikan, dan target teknikal berikutnya adalah $1.500.

Secara kuantitatif, perhitungannya bahkan lebih sederhana. Per 13 Februari di Gate, kapitalisasi pasar ETH berada di $236 miliar, sedangkan USDT di $141 miliar. Jika kapitalisasi pasar USDT tetap (meski kenyataannya Tether terus bertumbuh sekitar 3%–5% per bulan), ETH hanya perlu turun sekitar 18% lagi ke kisaran $1.600 agar kapitalisasi pasar keduanya tumpang tindih. Jika ETH menyentuh $1.500, USDT akan secara tegas menyelesaikan "Flippening."

Ekspansi "Counter-Cyclical" Stablecoin: Pragmatisme Mengalahkan Spekulasi

Yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah pertumbuhan Tether kini benar-benar terlepas dari aset berisiko di kripto.

Antara Januari 2025 hingga Januari 2026, total kapitalisasi pasar kripto menyusut lebih dari $1 triliun, dengan aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum terkoreksi 30%–50%. Namun, di periode yang sama, kapitalisasi pasar sektor stablecoin justru melonjak 50%, menembus $307 miliar. USDT sendiri hampir tiga kali lipatkan suplai beredarnya, mencapai rekor tertinggi $187 miliar.

Pola yang berlawanan ini menandakan adanya pergeseran struktural yang lebih dalam di pasar. CEO Tether, Paolo Ardoino, baru-baru ini mengungkapkan data kunci: sekitar 60% penggunaan USDT kini tidak lagi terkait perdagangan pasar sekunder, melainkan telah merambah aplikasi dunia nyata seperti penyelesaian komoditas, pembayaran lintas negara, dan penggajian. Stablecoin berkembang dari "alat trading" menjadi "infrastruktur dolar digital."

Mike McGlone menyebut tren ini sebagai "Tether Flippening Everything." Dalam analisisnya, kenaikan kapitalisasi pasar USDT bukan didorong euforia spekulasi; justru sebaliknya—hal ini mencerminkan kontraksi aset spekulatif dan repricing pada aset utilitas. Sementara Bitcoin dan Ethereum tetap sangat terkait dengan siklus likuiditas global, USDT menempuh jalur sendiri berkat eksposur dolar dan efek jejaringnya.

Skenario Lebih Besar: Jika Bitcoin Turun ke $10.000

Kesimpulan McGlone tidak berhenti pada "peringkat kedua." Laporannya melangkah lebih jauh: jika harga Bitcoin turun ke kisaran $10.000, Tether bahkan bisa melampaui Bitcoin, merebut posisi teratas kapitalisasi pasar kripto.

Ini bukan prediksi jangka pendek, melainkan skenario struktural di bawah kondisi ekstrem. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini masih besar, yakni $1,3 triliun, jauh di atas USDT yang $141 miliar. Namun, jika makroekonomi global memasuki resesi berat, aset berisiko mengalami repricing sistemik, dan stablecoin terus menarik modal sebagai "aset arus kas safe haven," konvergensi kurva kapitalisasi pasar keduanya bukan hal yang mustahil.

Laporan terbaru Standard Chartered Bank secara bersamaan menurunkan target Bitcoin dan Ethereum, memproyeksikan kedua aset tersebut akan diperdagangkan di kisaran $50.000 dan $1.400 dalam beberapa bulan mendatang. Jika skenario ini terjadi, USDT hampir pasti lebih dulu melampaui Ethereum, dan selisih dengan Bitcoin akan menyempit drastis.

Risiko Struktural yang Belum Tercermin di Harga

Di komunitas trading Gate, diskusi seputar "Flippening" semakin memanas. Meski banyak pengguna fokus pada peluang arbitrase jangka pendek, isu utama yang muncul adalah risiko struktural yang diungkapkan oleh peristiwa ini di pasar kripto:

  1. Pergeseran Narasi — Selama bertahun-tahun, konsensus bahwa "Ethereum akan menjadi aset digital utama" kini dipertanyakan. Jika token dolar yang nyaris tanpa volatilitas melampaui blockchain smart contract terdepan dalam kapitalisasi pasar, pasar perlu mendefinisikan ulang batas antara "store of value" dan "medium of exchange."
  2. Efek "Siphon Likuiditas" — Ekspansi USDT yang tak terbendung bukan tanpa konsekuensi. USDT menyerap likuiditas yang seharusnya mengalir ke aset volatil seperti ETH dan BTC, menciptakan efek pengetatan de facto dan menekan harga lebih lanjut.
  3. Sorotan Regulasi Baru — Jika USDT menjadi aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, regulator akan meningkatkan pengawasan terhadap transparansi cadangan dan mekanisme penerbitan Tether. Hal ini membawa risiko sekaligus menjadi langkah penting menuju kepatuhan industri.

Kesimpulan

Pasar kripto selama ini mengasosiasikan istilah "Flippening" dengan Ethereum yang melampaui Bitcoin. Namun pada Februari 2026, pergeseran historis yang sesungguhnya adalah pembalikan kapitalisasi pasar antara aset non-spekulatif dan spekulatif.

Di Gate, ETH saat ini diperdagangkan di $1.950,43, menyisakan buffer 23% sebelum ambang flip McGlone di $1.500. Namun, dengan ekspansi mingguan Tether yang terus bertambah ratusan juta dolar, margin keamanan ini jauh lebih tipis dari yang terlihat.

Terlepas dari apakah Anda menganggap USDT sebagai "aset kripto sejati" atau tidak, struktur pasar sendiri yang kini mengambil keputusan.

Ketika stablecoin tumbuh cukup besar untuk menyaingi blockchain terdepan, inilah saatnya untuk meninjau kembali pertanyaan mendasar: Dalam ekosistem kripto yang semakin bergantung pada stablecoin dolar untuk penetapan harga dan penyelesaian, apa yang benar-benar dapat disebut sebagai "aset native"?

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten