Putusan yang dijatuhkan oleh Royal Court of Southwark terhadap Qian Zhimin, pelaku utama dalam kasus pencucian uang 60.000 bitcoin, telah berlaku selama beberapa hari, namun kasus kripto profil tinggi ini masih terus bergulir. Qian Zhimin dijatuhi hukuman penjara selama 11 tahun 8 bulan atas tindak pidana pencucian uang. Karena ia telah ditahan selama kurang lebih 18 bulan hingga April 2024, masa penahanan tersebut akan langsung dikurangkan dari total masa hukumannya.
Berdasarkan aturan "pembebasan otomatis setengah masa hukuman" di Inggris, pelaku dengan hukuman pasti dapat beralih ke pengawasan masyarakat setelah menjalani setengah masa hukumannya. Berdasarkan perhitungan ini, ia diperkirakan akan dibebaskan pada akhir Februari 2030.
01 Pengungkapan Terbaru: Aset Tersembunyi Terkuak
Menjelang persidangan pidana yang dijadwalkan pada September 2025, Qian Zhimin akhirnya memberikan kode akses ke sebuah perangkat digital dan kata sandi untuk dua dompet kripto kepada pihak kepolisian.
Kerja sama yang terlambat ini membawa penyidik pada penemuan mengejutkan—di luar 61.000 bitcoin yang sebelumnya telah teridentifikasi, ia juga menyimpan aset tambahan senilai hingga £67 juta dalam bentuk bitcoin dan XRP.
Pengungkapan ini semakin meningkatkan total nilai aset yang terlibat dalam kasus tersebut, sehingga menarik perhatian lebih besar terhadap sidang Pengadilan Tinggi hari ini (17 November) terkait penetapan status 60.000 bitcoin tersebut.
02 Jejak Kejahatan: Pencucian Uang dari Tiongkok ke Inggris
Aktivitas kriminal Qian Zhimin berawal pada Maret 2014, ketika ia mendirikan perusahaan "Blue Sky Great" di Tiongkok. Perusahaan ini terlibat dalam penipuan keuangan jangka panjang yang terbongkar pada awal 2017. Lebih dari 128.000 korban (investor) terdampak, dengan total dana yang terlibat mencapai sekitar £4,6 miliar.
Pada Juni 2014, Qian Zhimin menggunakan nama salah satu rekannya dalam kasus Blue Sky Great untuk membuka akun di Huobi dan mulai menyalurkan dana investor ke akun tersebut, lalu menukarnya menjadi bitcoin.
Saat otoritas Tiongkok memulai penyelidikan (2016–2017), Qian Zhimin telah memperoleh lebih dari 70.000 bitcoin.
Sebelum kasus ini terungkap, ia memindahkan seluruh bitcoin dari Huobi ke dompet dingin yang disimpan di laptop pribadinya. Pada 26 Juli 2017, ia melarikan diri ke luar negeri dengan identitas palsu, menyebarkan aset virtual dari laptop tersebut, dan menyembunyikannya di Thailand.
Setelah tiba di Inggris pada 16 September 2017, Qian Zhimin merekrut Jian Wen sebagai perantara "tangan bersih" dan, dalam dua perjalanan terpisah, mengambil kembali laptop beserta seluruh bitcoin-nya.
03 Lonjakan Fantastis Bitcoin: Dari 2.815 RMB ke 750.000 RMB
Menurut data yang diungkap Caixin, harga rata-rata pembelian bitcoin oleh Qian Zhimin hanya sebesar 2.815 RMB per koin (metode perhitungan persis tidak diketahui).
Saat ia dijatuhi hukuman di Inggris, harga bitcoin telah melonjak menjadi 750.000 RMB per koin—meningkat lebih dari 266 kali lipat.
Kenaikan luar biasa ini berarti, bahkan tanpa memperhitungkan £67 juta aset kripto lain yang baru ditemukan, 61.000 bitcoin yang semula saja kini bernilai jauh lebih besar dari total kerugian investor Blue Sky Great.
04 Penetapan Aset: Kerja Sama Tiongkok-Inggris dalam Pemulihan Aset
Terkait penetapan aset yang dibekukan oleh otoritas kehakiman Inggris, pihak Inggris belum sampai pada tahap pengembalian atau pembagian aset dengan pejabat Tiongkok.
Pada 30 Oktober, Cabang Hedong dari Biro Keamanan Publik Tianjin, yang menangani kasus Blue Sky Great, mengumumkan bahwa kepolisian Tiongkok terus bekerja sama dengan penegak hukum Inggris dalam pengejaran buronan lintas negara dan pemulihan aset, serta berupaya maksimal mengembalikan kerugian investor.
Pada 15 Oktober 2025, jaksa Inggris mengusulkan "Skema Kompensasi" bagi korban di Tiongkok dalam sidang pendahuluan. Rencana ini saat ini masih menunggu tinjauan dan persetujuan pengadilan.
05 Dua Jalur Pemulihan Dana bagi Korban
Investor Tiongkok yang terdampak kasus ini saat ini memiliki dua jalur utama untuk menuntut pemulihan dana mereka.
Pertama, mengajukan klaim langsung ke pengadilan Inggris yang berwenang, berdasarkan Pasal 281 Bagian 5 Undang-Undang Proceeds of Crime Act (POCA) Inggris.
Kedua, menempuh pemulihan melalui kerja sama peradilan internasional yang difasilitasi oleh Cabang Hedong Biro Keamanan Publik Tianjin.
Pada Mei 2024, Cabang Hedong secara terbuka mengumumkan bahwa sejak Februari 2018, mereka terus bekerja sama dengan penegak hukum di Inggris dan negara lain untuk memburu buronan dan memulihkan aset.
Untuk verifikasi kerugian, "Satuan Tugas Likuidasi Blue Sky Great" resmi mulai membuka pendaftaran melalui mini-program pada 2022 dan mengadakan dua putaran pendaftaran tambahan pada 2023.
Setelah Qian Zhimin mengaku bersalah, polisi Tianjin mengeluarkan pemberitahuan lagi pada 30 Oktober 2025, menyatakan bahwa investor yang belum menyelesaikan pendaftaran dapat melakukan verifikasi data antara 31 Oktober hingga 29 Desember 2025. Hasil verifikasi ini akan menjadi dasar pembagian aset selanjutnya.
Prospek
Pertumbuhan eksponensial harga bitcoin—dari 2.815 RMB per koin saat pembelian oleh Qian Zhimin hingga 750.000 RMB per koin saat vonis dijatuhkan—berarti aset yang berhasil dipulihkan berpotensi cukup untuk menutupi seluruh kerugian investor dalam kasus Blue Sky Great.
Hari ini (17 November), Pengadilan Tinggi Inggris kembali menggelar sidang terkait penetapan 60.000 bitcoin. Bagi lebih dari 128.000 korban di Tiongkok, sidang ini menjadi langkah krusial menuju pemulihan dana mereka.


