Mizuho Securities Naikkan Target Circle Internet Financial Menjadi $100: Harga Minyak dan Suku Bunga Ubah Valuasi Stablecoin

Pasar
Diperbarui: 2026-03-04 05:46

Dalam rantai transmisi yang semakin kompleks antara aset kripto dan pasar keuangan tradisional saat ini, fakta bahwa fluktuasi harga minyak akibat geopolitik dapat merambat hingga ke valuasi pasar sekunder penerbit stablecoin menandakan adanya transformasi mendalam dalam industri ini. Pada awal Maret 2026, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak mentah naik, yang dengan cepat mendinginkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Kombinasi makroekonomi ini secara langsung menguntungkan Circle Internet Group (CRCL), penerbit stablecoin yang pendapatannya sangat bergantung pada imbal hasil aset cadangan USD. Analis Mizuho Bank segera merespons dengan menaikkan target harga Circle dari $90 menjadi $100, menarik perhatian luas pasar. Artikel ini akan mengupas tuntas latar belakang peristiwa, model data, sentimen pasar, serta proyeksi skenario untuk mengurai logika industri di balik peristiwa bersejarah ini.

Ikhtisar Peristiwa: Penyesuaian Valuasi yang Dipicu Transmisi Makro

Pada 2 Maret 2026, saham Circle Internet Group melonjak hampir 8%, mencapai $103,71 per lembar—level tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir. Pemicu langsungnya adalah laporan riset yang dirilis analis Mizuho Bank, Dan Dolev dan Alexander Jenkins. Bank tersebut menaikkan target harga Circle dari $90 menjadi $100, sambil mempertahankan peringkat "netral".

Logika utama di balik peningkatan ini bukanlah perbaikan signifikan pada fundamental Circle, melainkan perubahan dramatis pada lingkungan makro eksternal. Mizuho menyoroti bahwa lonjakan harga minyak terbaru akibat geopolitik tengah membentuk ulang ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Hal ini langsung menyentuh inti model bisnis Circle: mayoritas pendapatannya berasal dari bunga atas aset cadangan yang mendukung USDC, utamanya surat utang negara AS jangka pendek. Lingkungan suku bunga "tinggi lebih lama" berarti profitabilitas inti Circle akan didukung untuk periode yang lebih panjang.

Rantai Transmisi: Geopolitik, Harga Minyak, dan Ekspektasi Suku Bunga

Untuk memahami kenaikan target harga ini, penting untuk memetakan jalur transmisi yang jelas:

  • Titik Panas Geopolitik: Akhir pekan lalu, ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam akibat aksi serangan udara. Peristiwa ini segera mengguncang pasar keuangan global. Sebagai aset berisiko, harga Bitcoin berfluktuasi hebat antara $65.000 hingga $70.000 per koin. Lebih penting lagi, hal ini berdampak langsung pada pasar energi.
  • Lonjakan Harga Minyak: Konflik tersebut mendorong harga minyak mentah naik. Dalam lima hari perdagangan terakhir, Brent melonjak sekitar 17%, menembus $83 per barel. WTI juga mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 8%. Kenaikan harga minyak yang cepat meningkatkan kekhawatiran akan inflasi yang persisten.
  • Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Berbalik: Ekspektasi inflasi yang meningkat segera merambat ke pasar futures suku bunga. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed tidak memangkas suku bunga pada 2026 hampir dua kali lipat hanya dalam satu hari, dari sekitar 5,8% menjadi 12,7%. Sementara itu, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam tahun ini turun dari 72% menjadi 55%.
  • Dampak Positif bagi Circle: Bagi Circle, ekspektasi pemangkasan suku bunga yang menurun berarti cadangan surat utang negara AS yang besar dapat terus menghasilkan imbal hasil nominal tinggi, mengunci pendapatan bunga substansial untuk masa mendatang.

Efek "Torsi" dalam Model Valuasi

Hal yang membuat laporan analis Mizuho ini menarik adalah pembedaan yang tepat antara dampak suku bunga terhadap pendapatan Circle dan valuasinya.

Menurut perhitungan Mizuho, pelunakan ekspektasi pemangkasan suku bunga hanya meningkatkan proyeksi pendapatan Circle untuk 2026 dan 2027 sekitar 1%. Namun, analis menggunakan istilah "torsi" untuk menggambarkan secara gamblang efek pengganda pada kelipatan valuasi. Efek "torsi" ini berasal dari repricing pasar terhadap keberlanjutan model bisnis Circle.

Laporan tersebut mengutip data model valuasi spesifik: Mizuho memperkirakan pada 2027, rata-rata suplai beredar USDC akan mencapai sekitar 123 juta koin. Berdasarkan skala ini, pendapatan dari cadangan diperkirakan sekitar $3,7 miliar, menghasilkan EBITDA sekitar $922 juta. Dengan ekspektasi arus kas yang kuat, Mizuho memberikan kelipatan price-to-earnings (PE) setinggi 27x untuk Circle. Angka ini jauh lebih tinggi dari kelompok pembanding—Visa, Mastercard, Coinbase, dan Robinhood—yang rata-rata sekitar 19x. Perbedaan harga ini mencerminkan pandangan pasar bahwa Circle adalah target unik yang menggabungkan atribut platform teknologi dengan sensitivitas makro terhadap suku bunga.

Metrik Data Proyeksi Mizuho (2027)
Rata-rata Peredaran USDC 123 juta koin
Pendapatan Cadangan ~$3,7 miliar
EBITDA ~$922 juta
Target Kelipatan PE 27x

Potensi Jangka Pendek vs. Kekhawatiran Jangka Panjang

Pandangan pasar dan analis terhadap peristiwa ini jauh dari seragam optimis, melainkan menunjukkan perbedaan jelas antara prospek jangka pendek dan jangka panjang.

Logika Bullish Mainstream (Fakta dan Pandangan):

Kelompok bullish terutama mendasarkan argumennya pada revaluasi "kepastian pendapatan". Dari sisi fakta, model bisnis Circle sangat sensitif terhadap suku bunga. Per akhir Februari 2026, suplai beredar USDC telah mencapai sekitar $75,2 miliar. Dari perspektif pasar, dalam "normal baru" risiko geopolitik yang terus-menerus dan inflasi yang tetap tinggi, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi jauh lebih lama dari perkiraan. Ini berarti Circle dapat mengunci pendapatan "risk-free spread" yang stabil selama beberapa kuartal mendatang, memperkuat statusnya sebagai penghasil kas dan membenarkan premi valuasi yang lebih tinggi.

Kehati-hatian dan Kontroversi Jangka Panjang (Pandangan dan Spekulasi):

Mizuho sendiri menegaskan kembali kekhawatiran jangka panjang dalam laporannya. Perdebatan inti berpusat pada lanskap persaingan yang terus berkembang. Analis memperingatkan bahwa seiring kerangka regulasi stablecoin seperti GENIUS Act semakin jelas, industri akan berakselerasi dari pertumbuhan liar menuju persaingan berbasis kepatuhan. Stablecoin USD yang lebih patuh dan didukung institusi keuangan tradisional atau perusahaan teknologi besar bisa membanjiri pasar. Ini dapat memaparkan USDC pada risiko "de-premium"—bahkan dalam lingkungan suku bunga tinggi, persaingan yang semakin ketat dapat menekan margin. Beberapa komentar bahkan menyebutkan bahwa dalam jangka panjang, stablecoin bisa menjadi produk komoditas ber-margin tipis, menantang ketergantungan Circle pada pendapatan cadangan.

Hakikat Alat Lindung Nilai Makro

Seberapa substansial narasi yang mendorong reli terbaru Circle? Kita perlu menguji secara kritis apakah Circle benar-benar memiliki atribut sebagai "alat lindung nilai makro".

Secara kasat mata, Circle jelas diuntungkan dari reaksi berantai ketegangan Timur Tengah, kenaikan harga minyak, inflasi yang membandel, dan suku bunga tinggi. Sahamnya menunjukkan karakteristik mirip saham energi atau obligasi tahan inflasi dalam lingkungan makro tertentu. Namun, narasi ini mengandung "mismatch waktu" yang inheren.

Dalam jangka pendek, suku bunga tinggi secara langsung mendorong laba Circle, dengan jalur transmisi yang jelas dan nyata. Dalam jangka menengah dan panjang, pertumbuhan berkelanjutan Circle bergantung pada dua variabel inti: pertama, suku bunga harus tetap cukup tinggi; kedua, suplai beredar USDC harus terus bertumbuh. Kedua variabel ini secara alami saling bertolak belakang. Suku bunga tinggi memang meningkatkan imbal hasil cadangan yang ada, namun juga menekan vitalitas ekonomi dan mengetatkan likuiditas keuangan secara keseluruhan, yang tidak kondusif bagi pertumbuhan permintaan USDC di DeFi, pembayaran, dan use case lainnya. Jadi, mendefinisikan Circle hanya sebagai "penerima manfaat makro" terlalu menyederhanakan. Deskripsi yang lebih akurat adalah Circle merupakan kendaraan kompleks di mana faktor makro bullish dan bearish saling berkelindan.

Di Mana Titik Jangkar Valuasi Model Bisnis Stablecoin?

Kenaikan target harga Mizuho melampaui analisis satu saham, memberikan jangkar valuasi penting bagi seluruh sektor stablecoin.

Pertama, kenaikan ini menempatkan "ekspektasi suku bunga" sebagai variabel inti dalam menilai penerbit stablecoin. Pasar kini terbiasa langsung mengaitkan dot plot The Fed dengan laporan laba perusahaan stablecoin. Hal ini mempererat ikatan antara sektor stablecoin dan keuangan makro tradisional, sekaligus melemahkan narasi independen "crypto-native".

Kedua, hal ini memicu refleksi atas "premi kepatuhan". Tether (USDT), dengan keunggulan masuk pasar lebih awal dan strategi cadangan yang lebih fleksibel, lama memimpin dalam profitabilitas. Namun, Circle memilih jalur yang sangat patuh, transparan, namun berbiaya tinggi. Dalam perubahan lingkungan makro ini, alokasi aset Circle—sepenuhnya pada surat utang negara AS jangka pendek dan aset likuid tinggi lainnya—memungkinkannya meraih manfaat langsung dan jelas dari kenaikan suku bunga. Reaksi positif saham ini, sebagian, adalah bentuk penghargaan pasar atas logika "kepatuhan sama dengan pengendalian risiko".

Proyeksi Skenario

Berdasarkan analisis di atas, kita dapat memproyeksikan beberapa skenario masa depan berikut:

Skenario 1: Suku Bunga Tinggi Berkelanjutan, Pertumbuhan Circle Stabil

  • Fakta: Konflik geopolitik menjadi rutinitas, inflasi bergeser lebih tinggi, dan The Fed mempertahankan suku bunga saat ini atau hanya memangkas sedikit sepanjang tahun.
  • Pandangan: Circle terus meraih pendapatan cadangan tinggi, sementara USDC secara bertahap menembus sektor pembayaran patuh (seperti pembayaran agen AI dan penyelesaian lintas negara).
  • Spekulasi: Harga saham berfluktuasi di sekitar jangkar valuasi solid (PE 25–30x), dengan target harga bertahan di atas $100.

Skenario 2: Persaingan Memanas, Margin Tertekan

  • Fakta: Legislasi regulasi stablecoin AS diberlakukan, dan banyak bank atau raksasa keuangan menerbitkan stablecoin USD mereka sendiri.
  • Pandangan: Keunggulan first-mover USDC tergerus, persaingan pasar bergeser dari "eksistensi" ke "harga" dan layanan.
  • Spekulasi: Untuk mempertahankan pangsa pasar, Circle harus menurunkan biaya atau meningkatkan biaya distribusi, sehingga margin menurun dan jangkar valuasi ikut tertekan, dengan target harga berada di bawah tekanan.

Skenario 3: Resesi Ekonomi, Dua Pukulan bagi Suku Bunga dan Permintaan

  • Fakta: Lingkungan suku bunga tinggi akhirnya memicu resesi dalam, memaksa The Fed memangkas suku bunga ke nol secara mendadak.
  • Pandangan: Pendapatan cadangan Circle anjlok, dan stagnasi ekonomi menyebabkan permintaan aset kripto turun tajam, dengan peredaran USDC merosot signifikan.
  • Spekulasi: Pendapatan menghadapi "double whammy" berupa penurunan volume dan harga. Bahkan jika harga saham turun, valuasinya masih bisa terlihat mahal akibat laba yang anjlok.

Kesimpulan

Kenaikan target harga Circle oleh Mizuho adalah contoh klasik transmisi faktor makro hingga ke entitas mikro kripto. Ini dengan jelas menggambarkan bagaimana geopolitik, melalui harga minyak, dapat membentuk ulang ekspektasi suku bunga dan pada akhirnya mengubah logika valuasi penerbit stablecoin. Meski suku bunga tinggi membawa ekspektasi laba besar dan kenaikan harga saham Circle dalam jangka pendek, tantangan jangka panjang industri—kerangka regulasi yang semakin jelas dan persaingan ketat—masih menanti di depan. Bagi pelaku pasar, kisah Circle masih jauh dari selesai. Ia berfungsi sebagai termometer kondisi makroekonomi sekaligus batu uji evolusi kepatuhan sektor kripto.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten