

Sebagai aset kripto paling terkemuka di dunia, riwayat harga Bitcoin menandai tonggak penting dalam evolusi teknologi blockchain. Menelusuri harga Bitcoin setiap 28 Januari tiap tahunnya memperlihatkan tren pertumbuhan jangka panjang yang konsisten sejak awal hingga kini, sekaligus menyoroti fluktuasi siklus pasar dan perubahan sentimen investor.

Pada fase awal pengembangannya, Bitcoin diperdagangkan pada harga sangat rendah dengan volatilitas tinggi. Tahun 2012, Bitcoin bernilai hanya $6. Pada 2013, harganya melonjak menjadi $18, dan pada 2014 terkoreksi ke $780. Era ini menandai transisi Bitcoin dari ketidakjelasan menuju pengakuan awal, dengan partisipasi pasar yang masih terbatas serta proses penemuan harga yang baru berkembang.
Mulai 2015, Bitcoin memasuki masa pertumbuhan pesat. Harganya mencapai $250 pada 2015, naik ke $382 di 2016, meningkat menjadi $918 di 2017, dan menyesuaikan ke $11.708 pada 2018. Fase ini menandai pergeseran Bitcoin dari aset niche ke arus utama, didorong oleh bertambahnya investor institusi dan ritel.
Tahun 2019, Bitcoin bernilai $3.435 dan naik ke $9.057 pada 2020. Periode ini menunjukkan pemulihan pasar secara bertahap dari penurunan tahun 2018 dan akumulasi momentum untuk tren naik baru. Keterlibatan institusi yang lebih besar membawa likuiditas dan stabilitas lebih tinggi ke pasar.
Pada 2021, harga Bitcoin melonjak ke $31.910. Kemudian menyesuaikan ke $37.458 pada 2022, turun ke $23.048 pada 2023, dan rebound menjadi $42.224 di 2024. Periode ini mencerminkan pasar yang semakin matang: meski volatilitas siklikal tetap ada, tren jangka panjang tetap naik. Pengakuan Bitcoin sebagai aset digital sudah semakin luas.
Data historis memperlihatkan tren pertumbuhan jangka panjang yang kuat untuk Bitcoin selama dekade terakhir. Meski siklus koreksi dan penyesuaian berulang, secara keseluruhan harga terus bergerak naik dalam jangka panjang. Tren ini menggambarkan kematangan teknologi blockchain yang berkelanjutan, perluasan aplikasi nyata, serta pertumbuhan jumlah pelaku pasar. Namun, volatilitas harga yang tetap tinggi menegaskan adanya risiko di pasar ini, sehingga investor diingatkan untuk tetap bersikap rasional.
Harga tertinggi sepanjang masa Bitcoin tercatat ¥883.513 ($126.198) pada 6 Oktober 2025, sedangkan harga terendahnya adalah ¥458,7755 ($65,5300) pada 5 Juli 2013.
Pada 2017, Bitcoin naik dari sekitar $1.000 menjadi $19.000, memberikan kenaikan sekitar 1.900%. Pada 2021, Bitcoin naik dari $29.000 ke $69.000, menandakan kenaikan sekitar 138%. Kenaikan persentase pada siklus 2017 jauh lebih tinggi.
Harga Bitcoin telah tumbuh lebih dari 200.000 kali lipat sejak 2010, dari kurang dari $1 menjadi lebih dari $100.000 pada 2026—apresiasi yang luar biasa selama 16 tahun.
Harga Bitcoin dipengaruhi oleh keseimbangan penawaran-permintaan pasar, halving reward mining, perkembangan regulasi, sentimen pasar, dan volume perdagangan. Kelangkaan dan inovasi teknologi tetap menjadi pendorong utama.
Bitcoin menunjukkan siklus empat tahun yang dipicu oleh peristiwa halving, yang menurunkan penerbitan koin baru dan secara historis memicu lonjakan harga. Pola siklus ini telah berulang, menghasilkan puncak pasar bullish yang diikuti koreksi.
Harga Bitcoin mengalami fluktuasi signifikan tiap tahunnya. Pada 2022, harga minimum $17.708. Pada 2023, mencapai sekitar $69.000. Pada 2026, Bitcoin naik ke ¥126.198 (sekitar $94.601), mencerminkan volatilitas pasar kripto yang tinggi.











