

Situs web e-commerce palsu merupakan salah satu bentuk penipuan internet yang paling sering terjadi.
Beberapa tanda utamanya antara lain URL dengan kesalahan pengetikan atau domain yang hampir menyerupai situs resmi, detail kontak yang tidak jelas atau tidak tercantum, harga yang terlalu murah, sertifikat SSL tidak valid, desain situs yang tidak profesional, serta opsi pembayaran yang tidak aman. Selalu pastikan alamat situs web resmi sebelum melakukan pembelian apa pun.
Teliti ulasan pelanggan, pastikan situs mencantumkan detail kontak yang jelas dan kebijakan pengembalian yang spesifik, verifikasi legalitas perusahaan, serta periksa keberadaan sertifikat keamanan. Jika ada informasi penting yang tidak tersedia, sebaiknya hindari melanjutkan transaksi.
Jangan pernah membagikan alamat email, nomor telepon, informasi kartu kredit, kata sandi, dokumen identitas, atau data perbankan Anda. Pelaku penipuan mencari data tersebut untuk pencurian identitas dan kejahatan keuangan.
Sertifikat SSL asli diterbitkan oleh otoritas sertifikat tepercaya dan telah melalui proses validasi yang ketat, dengan menampilkan rantai sertifikat yang sah. Sertifikat palsu berasal dari sumber yang tidak sah dan gagal dalam proses verifikasi. Selalu periksa penerbit sertifikat melalui browser Anda sebelum melakukan transaksi apa pun.
Pastikan terlebih dahulu bahwa Anda benar-benar menjadi korban penipuan. Hubungi penjual serta penyedia pembayaran Anda, laporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang setempat, ajukan sengketa transaksi ke bank Anda, dan pantau laporan kredit untuk aktivitas mencurigakan.
Tinjau dengan teliti ejaan dan domain URL-nya. Situs palsu sering menggunakan kesalahan pengetikan kecil atau penggantian karakter. Pastikan situs menggunakan HTTPS dan cek sertifikat keamanannya. Selalu akses situs langsung dari sumber resmi, bukan melalui tautan email atau pesan.











