Trump Media Laporkan Kerugian Q3 Sebesar $55 Juta, Namun Investasi Bitcoin Melonjak ke $1,3 Miliar!

Pasar
Diperbarui: 2025-11-19 09:45

Trump Media & Technology Group (Ticker: DJT) telah merilis laporan keuangan kuartal ketiganya, yang menunjukkan kerugian bersih sebesar $54,8 juta untuk kuartal tersebut—peningkatan tajam dibandingkan kerugian $19,3 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pada saat yang sama, kepemilikan Bitcoin perusahaan melonjak nilainya menjadi $1,3 miliar, mencakup 11.542 BTC. Kombinasi antara kerugian besar dan aset Bitcoin yang signifikan ini menarik perhatian besar dari pasar kripto maupun keuangan tradisional.

01 Kinerja Keuangan: Kerugian Meningkat dan Taruhan Berani pada Bitcoin

Laporan keuangan terbaru Trump Media & Technology Group menunjukkan pendapatan kuartal ketiga hanya sebesar $972.900, bahkan lebih rendah dibandingkan angka tahun lalu yang melebihi $1 juta.

Meski pendapatan lesu, perusahaan tidak mengurangi operasionalnya. Sebaliknya, Trump Media justru mengadopsi strategi investasi kripto yang sangat agresif.

Per 30 September, Trump Media telah mengakumulasi total 11.542 Bitcoin, yang dalam pembukuan bernilai sekitar $1,3 miliar.

Jumlah ini bahkan melampaui pendapatan operasional perusahaan, menegaskan niat untuk memprioritaskan investasi kripto dibandingkan operasi media sosial sebagai strategi inti.

Penyebab utama melebarinya kerugian adalah meningkatnya biaya operasional, namun investasi Bitcoin mulai memberikan hasil.

Melalui perdagangan opsi Bitcoin, perusahaan memperoleh pendapatan sebesar $15,3 juta, yang sebagian mengurangi tekanan dari kerugian operasional.

02 Strategi Kripto: Ekspansi dari BTC ke Cronos

Ambisi Trump Media di ranah kripto jauh melampaui Bitcoin. Setelah pertama kali mengumumkan pembelian Bitcoin pada akhir Juli, perusahaan secara jelas menyatakan dalam laporan keuangannya bahwa mereka akan terus menambah kepemilikan dan mempertimbangkan "mengakuisisi mata uang kripto serupa lainnya."

Devin Nunes, CEO dan Presiden Trump Media, menegaskan dalam pernyataannya bahwa "kuartal ketiga sangat krusial bagi rencana ekspansi Trump Media," dan perusahaan telah "mengamankan masa depan keuangan kami dengan cadangan Bitcoin yang besar."

Selain Bitcoin, Trump Media juga melakukan investasi signifikan pada Cronos (CRO). Saat ini, perusahaan memegang lebih dari 746 juta token Cronos, dengan keuntungan yang belum direalisasi sebesar $33 juta.

Lebih jauh lagi, pada bulan Agustus, Trump Media mencapai kesepakatan dengan bursa kripto Crypto.com dan Yorkville Acquisition Corp untuk mendirikan perusahaan keuangan aset digital yang didedikasikan untuk mengakuisisi Cronos.

Berdasarkan hasil kuartal ketiga, entitas baru ini diperkirakan akan membeli hingga $1 miliar dalam bentuk Cronos, yang mewakili lebih dari 6,3 triliun token.

03 Kinerja Pasar: Harga Saham Turun dan Skeptisisme Institusional

Meski melakukan investasi kripto secara agresif, kinerja saham Trump Media di pasar modal justru lesu. Saham DJT ditutup pada Jumat lalu turun 1,73% di level $13,10, dengan sedikit kenaikan di perdagangan after-hours menjadi $13,20.

Lebih mengkhawatirkan lagi, saham ini telah turun 61% sejak awal tahun, menandakan keraguan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Menurut MarketBeat, saham Trump Media berada di atas hanya 4% dari perusahaan tercatat lainnya, menempati peringkat ke-645 dari 655 saham di sektor komputer dan teknologi.

Saat ini, para analis memberikan peringkat "jual" untuk saham ini, dan kepemilikan institusional hanya sebesar 4,29%, menunjukkan kurangnya kepercayaan dari institusi investasi arus utama.

Sementara itu, orang dalam perusahaan telah menjual saham senilai $88.050 dalam tiga bulan terakhir, tanpa ada pembelian saham oleh orang dalam.

Penjualan saham oleh orang dalam umumnya diartikan pasar sebagai sinyal negatif terhadap prospek masa depan perusahaan.

04 Dimensi Politik: Sikap Trump terhadap Kripto dan Eksposur Pribadi

Strategi investasi kripto Trump Media sangat selaras dengan pandangan Donald Trump, mantan Presiden AS, yang terus berkembang terhadap kripto.

Trump secara terbuka menyatakan, "Saya hanya peduli satu hal: Bisakah Amerika menjadi nomor satu di kripto?"

Pernyataan ini menandai pergeseran drastis dari sikap skeptisnya terhadap mata uang kripto selama masa kepresidenannya.

Menurut analisis Forbes, Trump secara tidak langsung memiliki eksposur sekitar $870 juta dalam Bitcoin melalui kepemilikan 41% saham di Trump Media & Technology Group.

Hal ini menjadikannya salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia, setara dengan tokoh kripto terkemuka seperti Michael Saylor dan si kembar Winklevoss.

Kepemilikan Bitcoin tidak langsung oleh Trump mencerminkan arah kebijakan yang diambilnya. Pemerintahannya mulai menerapkan kebijakan baru yang mendukung pengembangan blockchain dan mendukung legislasi yang bertujuan menjadikan AS sebagai pemimpin di bidang aset digital.

05 Dampak Industri: Kepemilikan Bitcoin Korporasi dan Lanskap Regulasi

Trump Media bukan satu-satunya perusahaan yang memperlakukan Bitcoin sebagai bagian dari alokasi asetnya. MicroStrategy, di bawah kepemimpinan Michael Saylor, telah lama menjadi pelopor kepemilikan Bitcoin korporasi, dan kini Trump Media ikut bergabung.

Dengan memilih untuk memegang Bitcoin di neraca keuangannya, perusahaan telah mengubah identitas bisnisnya.

Awalnya merupakan perusahaan media sosial, kini Trump Media dipandang sebagai pemegang Bitcoin korporasi.

Perubahan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam sikap sektor korporasi AS terhadap kripto, di mana semakin banyak perusahaan melihat aset digital sebagai sumber daya keuangan strategis.

Dari sisi kebijakan, President’s Working Group on Financial Markets telah merilis laporan komprehensif yang merinci sikap pemerintahan Trump terhadap aset digital.

Laporan tersebut membahas regulasi stablecoin, pengawasan keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan langkah-langkah stabilitas pasar yang lebih luas, sehingga memberikan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi pasar aset digital.

Financial Accounting Standards Board (FASB) mengeluarkan pedoman baru (ASU 2023-08) pada Agustus 2023, yang mewajibkan mulai periode akuntansi setelah 15 Desember 2024, aset kripto harus diukur pada nilai wajar dan diakui dalam laba rugi.

Aturan ini akan membuat volatilitas laba perusahaan seperti Trump Media secara langsung terkait dengan fluktuasi harga BTC.

Prospek

Trump Media menyatakan dalam laporan keuangannya bahwa mereka berencana terus menambah kepemilikan Bitcoin dan mempertimbangkan "mengakuisisi mata uang kripto serupa lainnya." Seiring kemungkinan pergeseran kebijakan kripto AS ke arah yang lebih ramah, identitas ganda perusahaan—sebagai platform media sosial sekaligus pemegang Bitcoin korporasi—akan menjadi studi kasus menarik dalam konvergensi bisnis tradisional dan kripto.

Terlepas dari hasil akhirnya, eksperimen Trump Media telah membuka jalan baru yang belum pernah ada sebelumnya dalam strategi keuangan korporasi.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten