Pada 20 November, pasar Bitcoin mengalami volatilitas yang sangat tinggi. Pada dini hari, harga Bitcoin turun di bawah $89.000, mencatat penurunan sebesar 4,49% dalam 24 jam terakhir.
Secara mengejutkan, pada hari yang sama, Bitcoin melakukan rebound kuat, menembus level $92.000 dengan kenaikan intraday lebih dari 2%.
01 Rollercoaster Harga
Pasar Bitcoin sedang menyaksikan pertarungan sengit antara pihak bullish dan bearish.
Sepanjang 20 November, harga Bitcoin bergerak liar dari titik terendah ke tertinggi. Menurut laporan Cailian Press, Bitcoin sempat jatuh di bawah $89.000 pada dini hari waktu Beijing, dengan penurunan harian sebesar 4,49%.
Hanya beberapa jam kemudian, pada sesi perdagangan pagi, Bitcoin melakukan rebound yang cukup kuat.
Menurut People’s Finance News, menjelang siang hari, Bitcoin telah pulih di atas $92.000, membalikkan arah dan mencatat kenaikan intraday lebih dari 2%.
Fluktuasi dramatis seperti ini bukanlah kejadian yang terisolasi. Data penutupan New York menunjukkan bahwa kontrak utama CME Bitcoin futures ditutup pada $90.390, turun 2,72% dibanding hari perdagangan sebelumnya, menandakan pasar futures tetap berhati-hati terhadap pergerakan jangka pendek Bitcoin.
02 "Kekerasan Kepala" Trader Futures
Meski harga Bitcoin sempat turun tajam, para trader futures tidak mudah menyerah.
Berdasarkan analisis terbaru dari K33 Research, para trader perpetual futures justru secara agresif meningkatkan leverage mereka selama penurunan harga, dengan open interest naik lebih dari 36.000 BTC.
Ini merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak April 2023, mengindikasikan bahwa para trader memilih "membeli di harga bawah" alih-alih mengambil strategi defensif.
Yang lebih menarik, funding rate tetap positif. Selama penurunan harga, funding rate terus naik, menandakan para trader bersaing untuk posisi long dan mengantisipasi rebound pasar yang cepat.
Vetle Lunde, Head of Research di K33, mencatat dalam laporannya: "Lonjakan ini kemungkinan dipicu oleh eksekusi limit order saat harga menembus titik terendah enam bulan, dengan harapan terjadi rebound cepat."
03 Divergensi Pasar yang Jelas
Pasar Bitcoin saat ini menunjukkan divergensi yang cukup nyata.
Di satu sisi, leverage di pasar perpetual futures meningkat; di sisi lain, premi futures CME mendekati titik terendah tahunan.
Perpecahan ini mengindikasikan bahwa pelaku institusi tetap menghindari risiko, sementara trader ritel lebih optimistis.
Analisis K33 menyoroti bahwa struktur pasar seperti ini secara historis menjadi sinyal tren harga negatif ke depan. Dalam tujuh kasus serupa dalam lima tahun terakhir, enam di antaranya diikuti penurunan lanjutan pada bulan berikutnya, dengan rata-rata return 30 hari sebesar -16%.
04 Sinyal dari Pasar Opsi
Pasar opsi Bitcoin juga memberikan sinyal yang beragam.
Menurut Cointelegraph, selisih antara harga futures dan harga spot Bitcoin untuk pertama kalinya sejak Maret turun ke wilayah negatif.
Harga futures yang lebih rendah dari harga spot menghilangkan premi biasanya yang mencerminkan permintaan leverage yang kuat, menunjukkan bahwa trader semakin enggan mengambil risiko.
Namun, pola historis menawarkan perspektif menarik. Para analis mencatat bahwa sejak Agustus 2023, setiap kali SMA 7 hari menjadi negatif, hal tersebut sering bertepatan dengan fase bottoming selama pasar bullish.
Jika pasar belum sepenuhnya memasuki siklus bearish, sinyal ini bisa kembali menandai tahap awal pemulihan.
05 Ketakutan dan Keserakahan yang Berdampingan
Sentimen pasar saat ini berada dalam kondisi kontradiktif.
Data menunjukkan bahwa pelaku pasar kripto sedang dilanda "ketakutan ekstrem," didorong oleh tekanan pasar yang lebih luas.
Sejak awal Oktober, gelombang likuidasi besar-besaran telah menghapus sekitar $19 miliar aset digital. Open interest pada kontrak futures kripto menurun, terutama pada token-token kecil seperti Solana, di mana posisi turun lebih dari separuhnya.
Namun di tengah suasana penuh ketakutan ini, jejak keserakahan tetap ada. Aktivitas di pasar opsi menunjukkan bahwa sebagian trader tengah bersiap menghadapi volatilitas besar.
06 Perspektif Bursa
Dari sudut pandang bursa, meski terjadi fluktuasi pasar yang tajam, perdagangan derivatif terus tumbuh.
Menurut data CryptoRank, volume perdagangan futures di Gate mencapai $828 miliar pada Oktober, naik 17% dibanding bulan sebelumnya, menandakan aktivitas perdagangan tetap kuat di tengah periode penuh gejolak.
Pasar derivatif kripto telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa peristiwa forced liquidation turun 30% secara tahunan, mencerminkan peningkatan manajemen risiko di kalangan trader dan institusi.
Kemajuan ini didorong oleh sejumlah inovasi utama di industri kripto, termasuk pembaruan alat manajemen risiko, edukasi pasar yang meluas, arus modal institusi yang berkelanjutan, serta kebijakan regulasi yang semakin jelas.
07 Di Mana Titik Dasar?
Terkait pertanyaan paling krusial di pasar—di mana titik dasar Bitcoin—para analis masih terpecah pendapat.
K33 Research memperkirakan potensi titik dasar berada di kisaran $84.000 hingga $86.000. Jika tekanan jual semakin intens, harga bisa turun lebih jauh mendekati titik terendah April dan harga rata-rata masuk Strategy di $74.433.
Namun, ada beberapa sinyal positif. Rasio put/call opsi Bitcoin turun ke 0,5, menandakan pelaku pasar lebih cenderung bertaruh pada kenaikan harga daripada melakukan lindung nilai terhadap penurunan.
Rasio di bawah 1,0 umumnya menjadi sinyal sentimen bullish yang dominan.
Data historis menunjukkan bahwa ketika rasio put/call Bitcoin turun ke level serendah ini, terdapat peluang sekitar 68% harga akan naik dalam 30 hari ke depan.
Prospek
Menurut analisis K33 Research, jika penurunan kali ini meniru dua koreksi terdalam dalam dua tahun terakhir, Bitcoin kemungkinan menemukan titik dasarnya di kisaran $84.000 hingga $86.000.
Jika tekanan jual semakin kuat, pasar bisa menguji titik terendah April di $74.433.
Akankah para trader futures yang "keras kepala" dan bullish akhirnya meraih rebound yang mereka harapkan, atau justru pasar memberikan pelajaran pahit? Jawabannya akan terungkap di tengah volatilitas yang akan datang.


