ETF Bitcoin Catat Outflow Sebesar $1,2 Miliar, Menjadi Rekor Mingguan Ketiga Terbesar Sepanjang Sejarah

Pasar
Diperbarui: 2025-11-24 08:59

Meskipun pada Jumat lalu terjadi arus masuk bersih sebesar USD 238 juta ke ETF Bitcoin spot, yang sempat menghentikan tren arus keluar selama beberapa hari berturut-turut, tren mingguan secara keseluruhan tetap negatif. Pekan lalu, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sebesar USD 1,22 miliar, menandai empat minggu berturut-turut arus keluar bersih dan mencatat rekor arus keluar mingguan terbesar ketiga sepanjang sejarah.

Sementara itu, harga Bitcoin mengalami tekanan berat, turun hingga USD 80.600—level terendah dalam tujuh bulan terakhir.

01 Gambaran Lengkap Arus Keluar Modal

Menurut data SoSoValue, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih sebesar USD 1,22 miliar pekan lalu, menandai empat minggu berturut-turut arus keluar bersih pada produk ini.

Angka tersebut menjadikan pekan lalu sebagai pekan terburuk ketiga dalam sejarah arus keluar ETF Bitcoin spot.

Tren arus keluar yang berkelanjutan telah memberikan dampak signifikan sepanjang November. Hingga 21 November, arus keluar bersih bulan ini telah mencapai USD 3,79 miliar, melampaui rekor Februari sebesar USD 3,56 miliar dan menjadikan November sebagai bulan dengan kinerja terburuk bagi ETF Bitcoin spot sejak peluncurannya pada Januari 2024.

Data ini menyoroti pesimisme yang mendominasi pasar saat ini.

02 Perbedaan Kinerja ETF Utama

Di tengah gelombang arus keluar, kinerja ETF yang berbeda menunjukkan divergensi yang jelas.

Grayscale Bitcoin Trust ETF (BTC) menonjol pekan lalu, membukukan arus masuk bersih sebesar USD 274 juta—tertinggi di antara ETF Bitcoin spot.

Di posisi berikutnya, ETF Invesco dan Galaxy Digital (BTCO) mencatat arus masuk bersih mingguan sebesar USD 35,8 juta.

Namun, arus masuk tersebut belum cukup untuk menutupi arus keluar besar dari produk-produk terbesar.

ETF IBIT milik BlackRock menjadi sumber utama arus keluar modal, dengan arus keluar bersih mencapai USD 1,09 miliar pekan lalu.

Tak hanya menjadi arus keluar terbesar di antara semua ETF Bitcoin spot pekan itu, angka tersebut juga mencetak rekor arus keluar mingguan terbesar sepanjang sejarah IBIT.

Grayscale GBTC juga tidak luput, mencatat arus keluar bersih sebesar USD 172 juta pekan lalu.

03 Black Thursday: Arus Keluar Harian USD 903 Juta

Tanggal 20 November menjadi hari tergelap bulan ini, di mana ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih harian sebesar USD 903 juta.

Ini bukan hanya arus keluar harian terbesar di bulan November, tetapi juga salah satu yang paling parah sejak produk ini diluncurkan.

Pada hari itu, IBIT milik BlackRock sendiri mengalami arus keluar sebesar USD 523 juta, mencetak rekor baru arus keluar harian terbesar bagi dana tersebut.

Angka tersebut bahkan melampaui arus mingguan beberapa ETF lain.

Menurut Farside Investors, hingga 21 November, ETF Bitcoin spot hanya mencatat arus masuk bersih pada empat hari di bulan November; di hari perdagangan lainnya, terjadi arus keluar modal.

Arus keluar modal yang konsisten seperti ini sangat jarang terjadi dalam sejarah ETF.

04 Harga Bitcoin Tertekan

Arus keluar besar-besaran tak terhindarkan memberikan tekanan berat pada harga Bitcoin.

Pekan lalu, harga Bitcoin sempat jatuh ke USD 83.461, level terendah dalam tujuh bulan terakhir.

Dibandingkan puncak harga di bulan Oktober, penurunan ini hampir mencapai 30%, sehingga imbal hasil Bitcoin sepanjang tahun menjadi negatif.

Data CoinGlass menunjukkan Bitcoin turun lebih dari 12% pekan lalu, sejalan dengan tren arus keluar ETF.

Siklus buruk antara penurunan harga dan arus keluar modal semakin memperlemah sentimen pasar.

05 Respons Pasar dan Pandangan Para Ahli

Menyikapi arus keluar modal bersejarah ini, para ahli pasar memberikan beragam interpretasi.

Pendiri dan CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, mencatat bahwa IBIT mengalami "arus keluar mingguan terbesar sepanjang sejarah."

Penilaian ini menegaskan betapa seriusnya arus keluar saat ini.

Co-founder Alliance DAO, QwQiao, memberikan peringatan lebih keras, menyatakan bahwa pasar bearish berikutnya bisa lebih brutal dari perkiraan.

"Banyak uang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang kripto membeli DAT dan ETF. Ini tidak pernah berakhir baik," tulisnya.

Ia menambahkan bahwa pasar mungkin harus menghadapi penurunan tambahan "50%" sebelum menemukan fondasi yang kuat.

Chris Burniske, co-founder perusahaan ventura kripto Placeholder, berkomentar bahwa era penjualan DAT (Digital Asset Treasury) baru saja dimulai.

Ia mengingatkan bahwa sebagaimana ETF dan DAT mendorong reli Bitcoin, keduanya juga bisa memperparah penurunan harga.

06 Hilangnya Pembelian Struktural

Arus modal pada ETF Bitcoin memberikan dampak besar terhadap pembentukan harga pasar.

Saat modal masuk, peserta terotorisasi harus membeli Bitcoin dalam jumlah setara untuk diserahkan kepada kustodian, sehingga menciptakan permintaan spot nyata. Sebaliknya, penebusan memaksa dana untuk menjual Bitcoin atau melepas posisi lindung nilai, sehingga menimbulkan tekanan jual.

Mekanisme ini mengalirkan modal institusi—yang sebelumnya tidak hadir di pasar on-chain—melalui rekening pensiun dan penasihat investasi terdaftar.

Ketika institusi-institusi ini secara kolektif mengubah arah, pembelian struktural yang sebelumnya menyerap penjualan dari penambang pun menghilang.

Saat ini, produksi harian Bitcoin sekitar 450 BTC. Jika pembelian bersih secara konsisten berada di bawah ambang ini, maka pasokan bersih positif akan menumpuk, sehingga menahan momentum pemulihan harga.

07 Secercah Harapan di Hari Jumat: Rebound Singkat

Jumat lalu, pasar akhirnya melihat secercah harapan. ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar USD 238 juta, mengakhiri tren arus keluar selama beberapa hari berturut-turut.

Fidelity FBTC memimpin rebound, menarik arus masuk sebesar USD 108 juta dalam satu hari.

Grayscale Bitcoin Mini Trust menyusul, dengan arus masuk sebesar USD 84,9 juta.

Bahkan Grayscale GBTC, yang sebelumnya terjebak arus keluar, mencatat arus masuk sebesar USD 61,5 juta.

Namun, IBIT milik BlackRock menjadi satu-satunya produk utama yang masih tertinggal, dengan arus keluar sebesar USD 122 juta pada hari itu.

08 Prospek dan Indikator Kunci

Ke depan, para analis menyoroti sejumlah indikator kunci yang perlu diperhatikan.

Keputusan suku bunga Federal Reserve akan menjadi pengaruh utama.

Jumat lalu, Presiden Fed New York John Williams menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga bisa terjadi "dalam waktu dekat" tanpa mengorbankan kemajuan inflasi.

Pernyataan ini mendorong probabilitas pemangkasan suku bunga Desember menjadi 69%, naik tajam dari 39% sehari sebelumnya.

Selain itu, kinerja saham teknologi, data likuidasi derivatif kripto, dan perubahan arus ETF juga patut dipantau secara ketat.

Meski sentimen saat ini bearish, beberapa indikator jangka panjang tetap tangguh.

Data on-chain menunjukkan pemegang jangka panjang semakin enggan menjual, dan strategi dollar-cost averaging terus berlanjut, yang berpotensi menjadi bantalan tersembunyi bagi pasar.

Prospek

Per 24 November, ETF Bitcoin spot memiliki total aset bersih sebesar USD 110,11 miliar, dengan rasio aset bersih ETF (pangsa terhadap total kapitalisasi pasar Bitcoin) sebesar 6,53%.

Meski terjadi arus keluar selama empat minggu berturut-turut, akumulasi arus masuk bersih historis masih mencapai USD 57,64 miliar, membuktikan bahwa modal institusi belum sepenuhnya keluar dari pasar.

Tren ke depan akan sangat bergantung pada apakah ekspektasi suku bunga makro dan siklus alokasi institusi berbalik positif, dengan pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve pada Desember mendatang.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten