S&P Turunkan Peringkat USDT ke Level Terendah, Pasar Stablecoin Hadapi Tantangan Kepercayaan

Pasar
Diperbarui: 2025-11-27 09:32

S&P Global Ratings mengumumkan pada 26 November 2025 bahwa mereka telah menurunkan peringkat stabilitas Tether (USDT) dari "4" (Terbatas) menjadi "5" (Lemah), yakni level terendah dalam skala penilaian mereka. Keputusan ini mengguncang pasar mata uang kripto, mengingat USDT masih menjadi stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar sebesar $185 miliar.

S&P menyebut meningkatnya eksposur Tether terhadap aset berisiko tinggi—termasuk Bitcoin, emas, pinjaman, dan obligasi korporasi—sebagai alasan utama penurunan peringkat tersebut.

01 Penurunan Peringkat: Kekhawatiran dan Alasan S&P

S&P Global Ratings mendasarkan penilaian terhadap Tether pada sejumlah faktor yang secara kolektif menjadi inti alasan penurunan peringkat.

Lembaga tersebut secara khusus menyoroti bahwa Tether mendukung USDT dengan aset "berisiko tinggi" seperti BTC, emas, pinjaman, dan obligasi korporasi, yang semuanya rentan terhadap volatilitas yang tinggi.

Menurut laporan S&P, Bitcoin mewakili 5,6% dari USDT yang beredar, melebihi margin surplus jaminan sebesar 3,9% yang terkait dengan tingkat jaminan 103,9%.

Artinya, penurunan nilai Bitcoin atau aset berisiko tinggi lainnya dapat secara langsung mengurangi cakupan jaminan Tether.

S&P juga mencatat bahwa Tether berkantor pusat di El Salvador dan diatur oleh National Digital Assets Commission (CNAD) negara tersebut, yang memberlakukan persyaratan relatif longgar terhadap aset cadangan yang mendukung stablecoin. Kurangnya audit komprehensif atau laporan atestasi cadangan juga diidentifikasi sebagai faktor utama di balik peringkat stabilitas yang lemah.

02 Respons Tegas dari Tether

Tether merespons dengan cepat dan tegas atas penurunan peringkat oleh S&P.

Dalam pernyataan kepada Cointelegraph, Tether menyebut laporan S&P tersebut "menyesatkan" dan menyatakan "sangat menentang karakterisasi yang disampaikan dalam laporan tersebut."

Perusahaan berargumen bahwa laporan tersebut "gagal menangkap sifat, skala, dan signifikansi makroekonomi dari mata uang digital-native, serta mengabaikan data jelas yang menunjukkan ketahanan, transparansi, dan utilitas global USDT."

CEO Tether, Paolo Ardoino, tidak hanya menantang peringkat baru tersebut, tetapi juga mempertanyakan relevansi lembaga pemeringkat keuangan tradisional.

Ardoino menyatakan, "Model pemeringkatan klasik yang dibuat untuk institusi keuangan tradisional secara historis telah mendorong investor swasta dan institusi untuk menanamkan kekayaan pada perusahaan yang, meskipun diberi peringkat layak investasi, akhirnya kolaps."

03 Operasi Tether Mirip Bank Sentral

Ironisnya, ketika S&P menurunkan peringkat USDT, Tether justru mengumpulkan cadangan aset tradisional yang mengesankan.

Menurut Ardoino, Tether kini menjadi pemegang surat utang negara AS terbesar ke-17 di dunia, dengan lebih dari $112 miliar obligasi pemerintah AS jangka pendek—melampaui sebagian besar negara, termasuk Korea Selatan, Arab Saudi, dan Jerman.

Perusahaan ini juga telah mengakumulasi cadangan emas sebanyak 116 ton, menyaingi kepemilikan beberapa negara dan bank sentral.

Akumulasi emas, surat utang pemerintah AS, serta kemampuan Tether untuk mencetak dan menebus dolar digital, membuat sejumlah analis menyatakan bahwa operasi Tether kini mirip dengan bank sentral.

04 Lanskap Pasar Stablecoin dan Dominasi USDT

Meski mengalami penurunan peringkat dari S&P, dominasi Tether di pasar stablecoin tetap tak tergoyahkan.

Menurut laporan Artemis bersama Dragonfly dan Castle Island Ventures, Tether (USDT) menyumbang 90% volume transaksi di pasar pembayaran stablecoin.

Jaringan Tron menjadi lapisan penyelesaian yang paling diminati, mewakili sekitar 60% transaksi. Setelah data pembayaran tahunan dari Februari 2025 dianalisis, ukuran pasar mencapai $72,3 miliar.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa, terlepas dari penurunan peringkat dan tekanan regulasi, USDT tetap memimpin penggunaan nyata di dunia—khususnya di pasar berkembang seperti Argentina dan Brasil, di mana USDT banyak digunakan sebagai pengganti dolar.

05 Performa Pasar GateToken

Pada hari yang sama dengan penurunan peringkat USDT oleh S&P, token platform Gate, GateToken (GT), mencatat reli yang kuat.

Per 27 November, harga GT mencapai 10,54 USDT, naik 5,08% dalam 24 jam. Data real-time menunjukkan pasangan GT/USDT menyentuh 10,84 USDT, meningkat 1,78%.

Analisis teknikal menunjukkan tren jangka pendek GT "sangat bullish." Selama harga tetap di atas level support 10,60 USDT, momentum bullish diperkirakan akan berlanjut.

Level resistance pertama berada di 10,80 USDT, dan breakout dapat mendorong pengujian lebih lanjut di 10,98 USDT.

06 Dampak Pasar dan Strategi Pengguna

Penurunan peringkat oleh S&P terjadi di tahun yang menjadi tonggak penting bagi pasar stablecoin.

Tahun ini, Amerika Serikat mengesahkan undang-undang terkait, pemerintahan Trump memposisikan stablecoin sebagai alat untuk menjaga dominasi dolar, dan kapitalisasi pasar stablecoin melampaui $300 miliar.

Sementara itu, U.S. GENIUS Act memperkenalkan persyaratan lisensi dan standar cadangan penting pada 2025, meski mekanisme penegakan utamanya masih belum jelas.

Dengan lanskap saat ini, pengguna stablecoin sebaiknya mempertimbangkan strategi berikut:

  • Diversifikasi kepemilikan stablecoin: Pertimbangkan untuk mengonversi sebagian USDT ke stablecoin lain seperti USDC guna menyebar risiko.
  • Pantau perkembangan regulasi: Tetap update terhadap perubahan regulasi stablecoin di seluruh dunia, terutama di AS dan Uni Eropa.
  • Tinjau cadangan secara berkala: Perhatikan pengungkapan komposisi aset cadangan dan laporan audit dari penerbit stablecoin.
  • Kelola volatilitas pasar: Bersiaplah menghadapi volatilitas yang meningkat pasca penurunan peringkat dan terapkan manajemen risiko yang sesuai.

Outlook

Pasar stablecoin telah memasuki fase baru. Di satu sisi, lembaga pemeringkat tradisional seperti S&P mulai menyoroti ruang kripto dan mengeluarkan peringatan terkait risikonya. Di sisi lain, perusahaan seperti Tether menunjukkan kemampuan akumulasi aset yang menyaingi bank sentral.

Di tengah transformasi ini, kerangka regulasi secara bertahap mulai terbentuk—U.S. GENIUS Act memperkenalkan standar baru pada 2025. Sementara itu, pasar menentukan pilihannya—USDT menyumbang 90% volume transaksi pembayaran.

Ke depan, pasar stablecoin diperkirakan akan menjadi lebih transparan dan teregulasi, yang dapat secara fundamental mengubah lanskap persaingan.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten