Menurut dokumen terbaru MicroStrategy yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), perusahaan tersebut menghabiskan sekitar $980,3 juta antara 8 hingga 14 Desember 2025 untuk mengakuisisi tambahan 10.645 Bitcoin dengan harga beli rata-rata $92.098 per koin.
Sementara itu, pasar kripto sedang mengalami koreksi. Data dari Gate menunjukkan bahwa per 16 Desember, harga BTC berada di angka $85.960, turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Artinya, pembelian besar-besaran MicroStrategy kali ini dilakukan dengan biaya yang jauh di atas harga pasar saat ini, sehingga keuntungan belum terealisasi semakin menyusut dengan cepat.
01 Melipatgandakan Investasi di Tengah Tren Berbalik
Kerajaan Bitcoin MicroStrategy terus berkembang menjelang akhir tahun. Dengan pembelian hampir $1 miliar terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan telah mencapai 671.268 koin.
Berdasarkan pengungkapan perusahaan, total biaya kepemilikan Bitcoin (termasuk biaya) sekitar $5,03 miliar, dengan rata-rata biaya $74.972 per koin. Pada harga pasar saat ini sebesar $85.960, nilai pasar total kepemilikan MicroStrategy sekitar $5,77 miliar. Keuntungan belum terealisasi telah turun tajam dari puncaknya yang hampir $1 miliar menjadi sekitar $740 juta.
Strategi Michael Saylor "buy the dip, hanya beli, tidak pernah jual" kembali diuji dalam penyesuaian pasar kali ini. Meski terdapat selisih lebih dari 6% antara biaya dan harga pasar, MicroStrategy tetap mantap melangkah. Kepemilikan Bitcoin perusahaan kini mewakili lebih dari 3% dari total suplai teoretis 21 juta koin, semakin memperkokoh posisinya sebagai perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia.
02 Mesin Pendanaan dan Tekanan Pasar
Melanjutkan pembelian dalam skala sebesar ini membutuhkan modal yang sangat besar. MicroStrategy telah mengembangkan "capital flywheel" yang canggih untuk mendanai akuisisi berkelanjutan.
Putaran pembelian Bitcoin terbaru didanai melalui program penawaran ekuitas "at-the-market" (ATM), yang mencakup penerbitan dan penjualan berbagai saham seperti Class A common shares (MSTR) dan perpetual Strike preferred shares (STRK). Sebagai contoh, hanya seminggu sebelum pembelian ini, perusahaan menjual sekitar 4.789.664 saham MSTR, menghasilkan dana sebesar $888,2 juta.
Namun, strategi pembelian agresif ini sangat kontras dengan melemahnya indikator pasar utama perusahaan.
Kinerja saham menyimpang tajam dari Bitcoin: Sepanjang tahun 2025, saham MSTR telah turun lebih dari 40%. Kinerja buruk ini bahkan lebih menonjol dibanding penurunan Bitcoin pada periode yang sama. Pasar tidak lagi memperlakukan MSTR sebagai "Bitcoin ber-leverage", melainkan mulai mendiskon model bisnisnya sendiri.
Rasio mNAV berubah menjadi diskon: Pasar umumnya menggunakan "market capitalization to net asset value ratio" (mNAV) untuk menilai valuasi perusahaan pemegang Bitcoin. Saat ini, mNAV MicroStrategy telah turun ke sekitar 0,85. Artinya, nilai pasar perusahaan kini berada di bawah nilai aset bersih kepemilikan Bitcoinnya, dan sahamnya diperdagangkan dengan diskon—hal yang jarang terjadi sebelumnya.
03 Beragam Risiko di Balik Penyimpangan
Mengapa pasar mulai memberi sinyal peringatan bagi "paus Bitcoin" ini? Jarak yang signifikan antara harga saham dan kinerja aset inti berasal dari tiga kekhawatiran utama terkait keberlanjutan model bisnisnya.
Tekanan arus kas dan dividen: Flywheel pendanaan MicroStrategy bergantung pada penerbitan berkelanjutan berbagai saham preferen, yang biasanya memiliki komitmen dividen tahunan tinggi, sebesar 8% hingga 10%. Sementara itu, bisnis perangkat lunak tradisional perusahaan terus menyusut, dengan pendapatan perangkat lunak tahun 2024 mencapai titik terendah dalam beberapa tahun. Beban operasional dan pembayaran dividen tinggi sangat bergantung pada pembiayaan eksternal yang berkelanjutan. Jika pasar modal mengetat, siklus rumit "penerbitan saham–pembelian Bitcoin" ini berisiko terhenti.
Risiko eksklusi indeks mengintai: Penyedia indeks global MSCI sedang mempertimbangkan proposal untuk mengecualikan perusahaan dengan kepemilikan aset digital melebihi 50% dari total aset dari indeks acuan ekuitas global. MicroStrategy menentang keras langkah ini. Namun, pasar khawatir jika aturan tersebut diterapkan, eksklusi dari indeks utama dapat memicu penjualan pasif besar-besaran oleh dana yang mengikuti indeks, sehingga likuiditas bisa turun drastis.
Volatilitas akuntansi meningkat: Berdasarkan standar akuntansi FASB terbaru, fluktuasi harga Bitcoin akan tercermin langsung dan real-time dalam laporan laba rugi kuartalan perusahaan. Artinya, pada kuartal saat harga Bitcoin turun, perusahaan dapat melaporkan kerugian kertas yang signifikan. Bagi investor institusi tradisional yang mengutamakan pendapatan stabil, volatilitas keuangan yang meningkat ini menambah ketidakpastian dan dapat mendorong mereka mengurangi atau menghindari eksposur pada aset semacam ini.
04 Dilema Investor
Bagi investor, MicroStrategy saat ini menghadirkan paradoks. Di satu sisi, perusahaan ini merupakan kendaraan publik terbesar dan paling mudah untuk eksposur langsung ke Bitcoin, dan kepemilikannya membangun narasi yang kuat. Di sisi lain, terdapat risiko tambahan dari strategi pendanaan, prospek regulasi, dan volatilitas laporan keuangan.
Ketika mNAV berubah menjadi diskon, itu memberikan sinyal jelas: Pasar menilai risiko yang terkait dengan kepemilikan saham MSTR membuatnya kurang bernilai dibandingkan hanya memegang Bitcoin dalam jumlah yang setara secara langsung. Investor kini dihadapkan pada pilihan: Apakah mereka akan percaya pada visi Michael Saylor dan bertaruh bahwa pasar akhirnya akan menilai ulang model bisnisnya, ataukah diskon saat ini mencerminkan cacat fundamental yang tak teratasi?
Penurunan harga Bitcoin baru-baru ini dari di atas $92.000 ke kisaran $86.000 semakin memperkuat kekhawatiran ini. Pasar kini mempertanyakan apakah strategi Saylor, yang sukses di pasar bullish, dapat tetap efektif dalam kondisi yang lebih volatil atau bahkan bearish.
05 Pentingnya Barometer Pasar
Terlepas dari pandangan terhadap MicroStrategy, perusahaan ini telah menjadi barometer tak tergantikan bagi pasar kripto. MicroStrategy kini tidak hanya mencerminkan pergerakan harga Bitcoin; ia juga menandakan perubahan dalam adopsi, logika valuasi, dan toleransi risiko pasar modal tradisional terhadap aset kripto.
Kinerja saham MicroStrategy, aktivitas pendanaan, dan valuasi pasar (mNAV) menawarkan jendela yang sangat baik untuk memahami sentimen institusi. Perbedaan saat ini antara harga saham dan Bitcoin, serta diskon mNAV, menunjukkan dengan jelas bahwa investor keuangan tradisional semakin berhati-hati dan selektif.
Bagi investor kripto pada umumnya, kasus ini memberikan pelajaran mendalam: Bahkan bagi pemain papan atas, hubungan antara harga saham dan fundamental aset kripto tidaklah linear, dan dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan tradisional.
Prospek
Menurut data Gate, per 16 Desember, harga BTC berada di angka $85.960, turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Koreksi ini berarti pembelian Bitcoin terbaru MicroStrategy dilakukan di atas harga pasar saat ini.
Saham perusahaan telah turun sekitar 42% sepanjang tahun berjalan, dan rasio kapitalisasi pasar terhadap nilai aset bersih (mNAV) telah turun ke tingkat diskon sekitar 0,85.
Sementara Michael Saylor merayakan "titik oranye bertambah" di media sosial, layar perdagangan Wall Street menunjukkan grafik saham MSTR berwarna merah, menandakan penurunan dan kehati-hatian. Tarik ulur antara keyakinan dan realitas pun terus berlangsung.


