Baru-baru ini, raksasa pembayaran global Visa mengumumkan peluncuran layanan penyelesaian stablecoin di Amerika Serikat, memungkinkan institusi keuangan untuk menyelesaikan transaksi menggunakan USDC yang diterbitkan oleh Circle. Batch transaksi pertama akan diproses di blockchain Solana.
Langkah ini jauh melampaui sekadar uji coba teknis. Per 30 November 2025, volume penyelesaian stablecoin Visa per bulan telah mencapai laju tahunan lebih dari $3,5 miliar, menandakan bahwa stablecoin kini berkembang dari eksperimen pinggiran menjadi infrastruktur inti keuangan.
01 Peristiwa Utama: Pembaruan Strategi Blockchain Visa
Layanan penyelesaian stablecoin baru dari Visa menandai perluasan signifikan dari program percontohan global mereka. Bank dan perusahaan fintech di AS kini dapat menggunakan USDC untuk menyelesaikan kewajiban VisaNet mereka, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada mata uang fiat tradisional.
Layanan ini telah menarik peserta awal, termasuk Cross River Bank dan Lead Bank (didukung oleh a16z), yang keduanya telah memulai penyelesaian dengan Visa dalam USDC melalui blockchain Solana.
Pendekatan teknis Visa patut menjadi sorotan. Tidak hanya mengadopsi Solana—blockchain publik yang dikenal dengan kinerja tinggi—Visa juga menjadi mitra desain untuk Arc, blockchain Layer 1 baru dari Circle yang saat ini sedang dikembangkan.
Arc kini telah memasuki fase uji publik (public testnet), dirancang khusus untuk menghadirkan performa dan skalabilitas yang dibutuhkan bagi operasi komersial global Visa.
02 Permintaan Nyata: Mengapa Bank Mulai Mengadopsi Penyelesaian Stablecoin?
Rubail Birwadker, Global Head of Growth Products and Strategic Partnerships Visa, langsung menegaskan: "Visa memperluas penyelesaian stablecoin karena mitra perbankan kami tidak hanya menanyakannya—mereka secara aktif bersiap untuk menggunakannya."
Institusi keuangan memiliki kebutuhan yang jelas dan spesifik: solusi penyelesaian yang lebih cepat, dapat diprogram, dan dapat terintegrasi mulus dengan operasi manajemen kas yang sudah ada.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, kerangka kerja penyelesaian stablecoin Visa menawarkan tiga keunggulan utama:
- Jendela penyelesaian tujuh hari, menghilangkan batasan hari kerja perbankan tradisional dan memungkinkan perputaran dana 24 jam.
- Modernisasi likuiditas dan manajemen kas, memungkinkan bank peserta mengotomasi operasi treasury generasi berikutnya.
- Interoperabilitas, membangun jembatan antara jaringan pembayaran tradisional dan infrastruktur blockchain.
Gilles Gade, pendiri Cross River Bank, mencatat, "Inovator fintech dan kripto semakin sering meminta kami untuk memasukkan stablecoin ke dalam rangkaian produk yang sudah ada."
03 Dampak Pasar: Peluang Ganda untuk SOL dan USDC
Keputusan Visa memberikan pengakuan penting bagi aset kripto terkait. Baik Solana (SOL) sebagai kanal penyelesaian, maupun USDC sebagai medium penyelesaian, kini memiliki use case dan fundamental yang semakin kuat.
Catatan: Data harga aset berikut adalah per 17 Desember sebagai referensi Anda. Silakan cek harga real-time di Gate pada 18 Desember untuk pembaruan terbaru.
| Nama Aset | Harga (USD) | Perubahan 24 Jam | Relevansi & Sorotan Utama |
|---|---|---|---|
| SOL (Solana) | 123,17 | -4,16% | Dipilih Visa sebagai salah satu blockchain penyelesaian pertama—sinyal penting untuk adopsi institusional. |
| USDC | 0,999995 | -0,07% | Stablecoin resmi untuk layanan penyelesaian Visa di AS, langsung mendapat manfaat dari peningkatan permintaan penyelesaian. |
| GT (GateToken) | 10,16 | -2,06% | Token ekosistem platform—pantau korelasinya dengan sentimen pasar dan pertumbuhan pengguna baru. |
Preferensi pasar terhadap Solana bukanlah kebetulan. Bulan lalu, JPMorgan dan Galaxy berkolaborasi meluncurkan token USCP untuk penerbitan utang di Solana.
Selain itu, klien validator independen Solana dari Jump Crypto, Firedancer, telah aktif di mainnet minggu lalu, bertujuan meningkatkan throughput jaringan hingga jutaan transaksi per detik. Berbagai perkembangan ini secara kolektif memperjelas jalur bagi blockchain publik untuk meraih pengakuan institusi keuangan arus utama.
04 Sinyal Industri: Keseimbangan Baru antara Regulasi dan Inovasi
Inisiatif Visa hadir di tengah lingkungan regulasi yang stabil untuk aset kripto di AS. Pada Juli lalu, mantan Presiden Trump menandatangani kerangka kerja stablecoin federal pertama di negara tersebut, yaitu "GENIUS Act."
Regulasi ini memberikan kejelasan hukum bagi institusi tradisional seperti Visa untuk semakin dalam terlibat di dunia kripto. Dengan pasar stablecoin diperkirakan tumbuh dari $300 miliar saat ini menjadi $2 triliun pada 2028, seluruh pelaku utama mulai memperhatikan perkembangan ini.
Visa bukan satu-satunya yang melakukan eksplorasi. Pesaingnya, Mastercard, juga bergerak agresif dan dikabarkan tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi penyedia infrastruktur kripto dan stablecoin, Zero Hash.
Bulan lalu, perusahaan teknologi pembayaran lintas negara Ripple bermitra dengan Mastercard dan Gemini Space Station untuk uji coba penyelesaian stablecoin di XRPL. Ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi blockchain telah menjadi strategi bersama para raksasa industri pembayaran.
05 Cara Menangkap Tren Baru di Gate
Bagi trader yang memantau tren ini, platform seperti Gate—yang menawarkan beragam pasangan perdagangan dan likuiditas dalam—menjadi pintu utama untuk berpartisipasi di pasar. Anda dapat dengan mudah menemukan pasangan relevan seperti SOL/USDT dan USDC/USDT di platform.
Fitur charting Gate memungkinkan Anda menganalisis pergerakan harga jangka pendek maupun tren jangka panjang aset seperti SOL sebagai respons terhadap berita terkait Visa. Pada saat yang sama, produk spot dan derivatif Gate dapat memenuhi kebutuhan investor dengan profil risiko yang beragam.
Satu catatan penting: Pasar kripto sangat fluktuatif, terutama ketika didorong oleh berita. Sebelum mengambil keputusan trading, pastikan untuk memeriksa harga dan data real-time terbaru di Gate per 18 Desember, serta selalu utamakan manajemen risiko.
Melihat ke Depan
Ketika Cross River Bank dan Lead Bank mengirimkan transaksi penyelesaian USDC pertama ke Visa melalui jaringan Solana, informasi tersebut tercatat secara transparan dan permanen di blockchain.
Transaksi ini bukan sekadar memindahkan nilai—tetapi juga memvalidasi sebuah visi masa depan: infrastruktur keuangan global diam-diam berevolusi, dengan siklus penyelesaian yang menyusut dari lima hari menjadi hampir seketika, dan kepercayaan yang bergeser dari protokol kompleks menjadi baris-baris kode.
Volume penyelesaian stablecoin Visa yang menembus laju tahunan $3,5 miliar baru permulaan. Sama seperti email yang awalnya menggantikan faks—mulanya sebagai substitusi, namun akhirnya mengubah cara kolaborasi semua orang—ini baru awal dari revolusi keuangan yang lebih luas.


