Pada Hari Natal, berdasarkan data pasar Gate, harga Bitcoin tercatat di $87.836,6, mencatat kenaikan tipis sebesar 1,01% dalam 24 jam terakhir.
Pada 11 Oktober, Bitcoin anjlok hampir 5% hanya dalam tiga jam, turun secara tiba-tiba dari sekitar $91.500 ke titik terendah $86.950, semuanya terjadi tanpa pemicu berita besar.
Penurunan tajam ini, yang dijuluki "Sunday slam", memicu reaksi berantai: dalam 24 jam terakhir, total likuidasi kripto di seluruh pasar mencapai $309 juta, dengan $267 juta berasal dari posisi long, berdampak pada lebih dari 91.000 trader.
01 Sekilas Pasar: Ketenteraman Natal dan Badai Minggu
Pada Hari Natal, data pasar Gate menunjukkan Bitcoin tetap stabil di kisaran $87.836,6, dengan kenaikan 1,01% dalam 24 jam.
Melihat kembali ke crash hari Minggu (11 Oktober), pasar mengalami penurunan dramatis dalam tiga jam. Bitcoin, yang diperdagangkan di kisaran $91.500 hampir sepanjang akhir pekan, tiba-tiba anjlok dan menyentuh $86.950 di Gate—penurunan hampir 5%.
Kejadian flash crash mendadak seperti ini bukanlah hal baru di pasar kripto. Seperti yang sering dicatat para analis, "Sepanjang tahun ini, malam Jumat dan Minggu kerap membawa volatilitas signifikan bagi aset kripto."
02 Perspektif Data: Gelombang Likuidasi Melanda Pasar Kripto
Penurunan harga hari Minggu langsung memicu likuidasi paksa secara luas. Pada 11 Oktober, total likuidasi pasar mencapai $309 juta.
Posisi long mendominasi likuidasi ini, mencapai $267 juta, sementara posisi short mengalami likuidasi sebesar $42,346 juta. Artinya, hampir 90% likuidasi melibatkan posisi bullish.
Jika dirinci berdasarkan aset, likuidasi long Bitcoin mencapai $101 juta, dengan likuidasi short sebesar $13,4905 juta; likuidasi long Ethereum mencapai $66,6685 juta, dan short sebesar $8,3525 juta.
Likuidasi tunggal terbesar terjadi di bursa Hyperliquid, di mana posisi BTC-USD dilikuidasi paksa sebesar $7,92 juta.
03 Analisis Mendalam: Tiga Faktor Utama di Balik Crash Bitcoin
"Sunday slam" mendadak ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan akibat dari pertemuan berbagai kekuatan pasar.
Kerapuhan pasar yang ekstrem menjadi pendorong utama. Sebelum crash, Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto sudah turun ke angka 24, menandakan "ketakutan ekstrem". Sentimen ini membuka jalan bagi pergerakan harga yang tajam.
Gelombang jatuh tempo opsi besar di pasar derivatif menambah ketegangan. Data menunjukkan pada hari Jumat, opsi Bitcoin dan Ethereum senilai $28,5 miliar akan jatuh tempo di Deribit, mewakili lebih dari separuh total open interest di bursa tersebut.
Likuiditas yang tipis memperbesar volatilitas. Perdagangan akhir pekan umumnya diwarnai likuiditas rendah, sehingga tekanan jual mendadak bisa semakin diperbesar, memicu likuidasi beruntun.
04 Pandangan Pasar: Tarik Ulur Bull dan Bear serta Prospek ke Depan
Para analis terbelah dalam menanggapi flash crash ini. Sebagian melihatnya sebagai penyesuaian struktural yang diperlukan, sementara lainnya menganggapnya sebagai volatilitas jangka pendek.
Kobesi Letter mengaitkan crash dengan "lonjakan volume jual secara tiba-tiba, yang memicu efek domino penjualan, diperparah oleh tingkat likuidasi posisi leverage yang historis."
Sebagian analis tetap optimis. Mereka berpendapat bahwa penurunan hari Minggu justru membersihkan leverage berlebih, membuka jalan bagi kenaikan yang lebih sehat. "Likuiditas di sisi bawah terserap terlebih dahulu, inilah yang sebenarnya ingin kita lihat," ujar analis "Sykodelic."
Dari sisi analisis teknikal, $88.000 kini menjadi level support penting bagi Bitcoin, sementara $90.000 bertindak sebagai resistance jangka pendek. Selama harga bertahan di atas support, struktur pasar dinilai masih konstruktif.
Fundamental jangka panjang menunjukkan tanda-tanda positif. Dalam dua hari terakhir, lebih dari 41.000 Bitcoin keluar dari bursa, mengurangi tekanan jual. Cadangan Ethereum di bursa juga turun ke titik terendah dalam beberapa tahun, hanya tersisa 16,2 juta ETH.
05 Perbandingan Historis: Skenario Mirip, Konteks Berbeda
"Sunday slam" kali ini memiliki kemiripan dengan flash crash sebelumnya dalam sejarah kripto, namun terjadi di lingkungan pasar yang unik.
Jika menengok ke Oktober 2025, pasar kripto mencatat lebih dari $3 miliar dilikuidasi hanya dalam 60 menit. Skenarionya serupa: penurunan harga tajam memicu likuidasi paksa posisi leverage berlebih, memperbesar tekanan ke bawah.
Dibandingkan dengan pasar bearish brutal November 2018, saat Bitcoin anjlok 36,57%, penurunan kali ini relatif lebih ringan. Namun, perlu dicatat bahwa pada November 2025, Bitcoin turun 17,49%—masih menjadi performa terburuk di bulan November sejak 2018.
Peristiwa historis ini menunjukkan pola yang sama: setelah likuidasi besar-besaran, pasar sering mengalami rebound jangka pendek ketika posisi paksa terserap dan pembeli baru mulai masuk.
Data pasar Gate menunjukkan bahwa per 25 Desember, Bitcoin bergerak di kisaran $87.514,2 hingga $87.961,0. Luka akibat crash hari Minggu perlahan mulai pulih.
Analis pasar kini mengamati level support krusial di $88.000. Seorang pengamat mencatat lebih dari 41.000 Bitcoin mengalir dari bursa menuju dompet holder jangka panjang, dengan cadangan bursa di titik terendah dalam beberapa tahun.
Sementara itu, kontrak opsi senilai $28,5 miliar dijadwalkan jatuh tempo pada hari Jumat mendatang—angka besar yang membayangi pasar. Indeks ketakutan ekstrem tetap berada di angka rendah 24, menandakan masih rapuhnya sentimen pasar.


