Penggunaan Kartu Kripto Visa Melonjak 525% dalam Setahun, Stablecoin Muncul sebagai Pilihan Utama untuk Pembayaran di Dunia Nyata

Pasar
Diperbarui: 2026-01-08 05:49

Pengeluaran bersih kartu kripto Visa melonjak dari $14,6 juta pada tahun 2025 menjadi $91,3 juta, mencatat tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 525%. Di antara jumlah tersebut, kartu kredit Visa EtherFi mendominasi dengan total pengeluaran tahunan sebesar $55,4 juta.

Pasar stablecoin global lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, tumbuh dari $12,5 miliar menjadi sekitar $25,5 miliar. Perluasan pesat ini tercermin langsung di sektor pembayaran: pengguna kini dapat membelanjakan saldo stablecoin seperti USDC dan USDT untuk pembelian sehari-hari di merchant mana pun di seluruh dunia yang menerima Visa.

Di Balik Angka: Lonjakan Pembayaran Kripto

Menurut data terbaru dari Dune Analytics, pengeluaran bersih pada kartu kripto Visa melonjak dari $14,6 juta pada Januari 2025 menjadi $91,3 juta pada akhir Desember. Kenaikan lebih dari lima kali lipat ini bukan sekadar lompatan statistik—ini menandai transformasi pembayaran kripto dari konsep menjadi realitas praktis. Penerbit kartu meliputi platform pembayaran kripto seperti GnosisPay dan Cypher, serta proyek DeFi seperti EtherFi, Avici Money, Exa App, dan Moonwell. Secara khusus, kartu kredit Visa EtherFi menyumbang lebih dari 60% pengeluaran tahunan, dengan total $55,4 juta.

Perluasan pasar ini bukanlah kebetulan. Di Singapura, yang merupakan pusat keuangan ramah kripto, 26% penduduk memiliki aset digital pada tahun 2024, dan lebih dari setengahnya telah mencoba melakukan pembayaran dengan mata uang kripto.

Stablecoin: Katalis Utama Adopsi Pembayaran Kripto

Stablecoin berada di jantung adopsi kartu kripto. Stablecoin yang dipatok dolar seperti USDT dan USDC secara signifikan mengurangi risiko volatilitas harga saat transaksi, mengubah kartu kripto dari instrumen investasi menjadi alat pembayaran yang praktis. Tren ini menarik minat kuat dari raksasa pembayaran. Pada April 2025, Visa bermitra dengan platform orkestrasi stablecoin Bridge untuk meluncurkan produk kartu baru. Melalui integrasi API terpadu Bridge, pengembang dapat menawarkan kartu Visa yang terhubung dengan stablecoin bagi pengguna di berbagai negara.

Pasar sasaran awal dari kemitraan ini berfokus pada Amerika Latin, termasuk Argentina, Kolombia, Ekuador, Meksiko, Peru, dan Chili. Peluncuran strategis ini bertujuan memenuhi permintaan yang meningkat di kawasan tersebut terhadap stablecoin, baik sebagai penyimpan nilai maupun sebagai alat pembayaran.

Model Baru: Bangkitnya Perbankan Kripto Self-Custody

Di antara berbagai proyek kartu kripto, Avici New Bank berbasis Solana menonjol dengan model self-custody yang unik. Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, pengeluaran kartu Visa Avici telah melampaui $7 juta—prestasi yang mengesankan untuk pendatang baru.

Berbeda dengan kebanyakan kartu kripto, Avici menggunakan smart wallet self-custody, memungkinkan pengguna tetap memegang kendali atas aset mereka, bukan menyimpannya di exchange terpusat atau bank tradisional. Dompet smart contract-nya terhubung dengan kartu Visa, sehingga pengguna dapat melakukan top-up dengan kripto dan membayar di mana saja Visa diterima, sambil tetap mempertahankan kepemilikan dana.

Model distribusi token Avici juga unik—tim tidak memegang 0% dari pasokan awal token. Dari total 12,9 juta token AVICI, 77,5% dialokasikan langsung ke publik, dan 22,5% disisihkan untuk penyediaan likuiditas. Struktur ini bertujuan menghilangkan tekanan penjualan awal oleh insider dan mendorong distribusi yang lebih adil.

Ekspansi Global: Langkah Strategis dari Amerika Latin ke Asia

Proyek kartu kripto Visa bersama berbagai mitra mencerminkan strategi ekspansi regional. Di Amerika Latin, kartu Visa stablecoin yang didukung Bridge sudah tersedia; di Asia, DCS Card Centre bekerja sama dengan Visa untuk meluncurkan kartu mikro prabayar DeCard, menargetkan pasar Singapura dan sekitarnya.

Kerangka regulasi di setiap wilayah juga memengaruhi desain produk. Di bawah pengawasan Monetary Authority of Singapore (MAS), DeCard memungkinkan konversi aset kripto ke fiat secara patuh melalui penyedia token pembayaran digital berlisensi MAS, memastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal.

DeCard Luminaries yang telah ditingkatkan menargetkan pengguna premium, menawarkan kurs FX sangat kompetitif dan cashback hingga 10% (dengan batas $200 per bulan) sebagai benefit eksklusif. Strategi produk bertingkat ini menandakan bahwa pasar kartu kripto berkembang dari solusi satu fungsi menjadi layanan yang terdiversifikasi.

Tantangan Nyata: Berbagai Hambatan Kartu Kripto

Meski pertumbuhan pesat, kartu kripto masih menghadapi tantangan besar. Pajak menjadi salah satu yang paling kompleks—penggunaan kripto untuk belanja merupakan peristiwa kena pajak di sebagian besar yurisdiksi. Artinya, bahkan membeli kopi dengan kartu kripto dapat menimbulkan kewajiban pajak jika nilai kripto yang digunakan telah meningkat.

Keamanan juga menjadi perhatian utama. Walaupun solusi self-custody seperti Avici menekankan kendali pengguna, risiko smart contract dan tanggung jawab pengelolaan private key sepenuhnya berpindah ke pengguna. Bagi mereka yang belum familiar dengan teknologi blockchain, hal ini dapat menjadi hambatan signifikan untuk adopsi.

Sentralisasi juga masih menjadi perdebatan. Kritikus menyoroti bahwa kartu kripto pada akhirnya tetap dikendalikan oleh bank tradisional dan pemroses pembayaran, sehingga pengguna harus menyelesaikan KYC dan mematuhi pengawasan regulasi—bertentangan dengan prinsip inti kripto tentang desentralisasi dan akses tanpa izin.

Tren Masa Depan: Dari Pembayaran Konsumen ke Adopsi Korporasi

Saat ini, penggunaan kartu kripto masih terpusat pada pembayaran konsumen harian, namun aplikasi korporasi bisa menjadi frontier pertumbuhan berikutnya. Bisnis mulai mengeksplorasi pengelolaan pembayaran dan koleksi on-chain, konversi seamless antara kripto dan fiat, operasi treasury on-chain, serta menghasilkan yield dari saldo menganggur. Beberapa proyek sudah menargetkan pasar korporasi. Avici baru-baru ini meluncurkan fitur kartu korporat, memungkinkan bisnis mendaftarkan dan menerbitkan kartu untuk pengeluaran tim, anggaran pemasaran, dan lainnya. Perluasan ini menyoroti potensi kartu kripto untuk berevolusi dari alat belanja pribadi menjadi infrastruktur keuangan korporasi yang mendasar.

Dalam jangka panjang, pembayaran kripto sejati mungkin akan melewati perantara "kartu" sepenuhnya. Integrasi pembayaran stablecoin langsung—seperti model Trip.com yang memungkinkan pengguna membelanjakan kripto langsung dari wallet mereka—bisa menjadi bentuk akhir yang paling selaras dengan prinsip inti kripto.

Koneksi Pasar: Tren Terkait di Platform Gate

Seiring pertumbuhan penggunaan kartu kripto, performa aset digital terkait di platform perdagangan juga patut dicermati. Ambil contoh AVICI—sejak penjualan token publik on-chain melalui MetaDAO pada Oktober 2025, harganya mengalami volatilitas signifikan. Berdasarkan data pasar Gate, per 8 Januari 2026, aktivitas perdagangan token AVICI berkorelasi dengan tingkat adopsi kartu kripto. Perlu dicatat bahwa fluktuasi harga dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk sentimen pasar secara umum, tahapan pengembangan proyek, dan perubahan tingkat adopsi.

Menariknya, valuasi pasar proyek kartu kripto mulai bergeser dari hype spekulatif ke metrik praktis. Data seperti pertumbuhan pengguna, tingkat adopsi kartu, dan aktivitas on-chain kini menjadi indikator utama bagi investor, menandakan transisi industri dari spekulasi menuju nilai berbasis utilitas.

Di Singapura, lebih dari setengah pemilik kripto sudah mencoba membayar dengan aset digital; di Amerika Latin, kartu stablecoin Visa dan Bridge mengubah kebiasaan belanja lokal. Pasar stablecoin global telah mencapai sekitar $25,5 miliar, dengan digital dollar ini mengalir ke skenario pembayaran sehari-hari melalui jaringan Visa—mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga langganan online. Kartu kripto mungkin hanya menjadi jembatan transisi antara dua dunia keuangan, namun dengan lebih dari $90 juta yang mengalir setiap bulan melalui jembatan tersebut, kartu kripto kini bukan lagi sekadar eksperimen masa depan—melainkan sudah menjadi kenyataan pembayaran bagi banyak orang saat ini.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten