Setelah melalui pertarungan hukum yang panjang, XRP kini tampil dengan kejelasan regulasi dan kembali mendapat perhatian positif di pasar. Pada Agustus 2025, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) secara resmi mengakhiri gugatan bertahun-tahun terhadap Ripple, dengan mencapai kesepakatan bersama perusahaan tersebut. Kasus bersejarah ini menetapkan preseden penting, memastikan bahwa XRP tidak dianggap sebagai sekuritas berdasarkan hukum yang berlaku saat ini. Dengan ketidakpastian hukum akhirnya teratasi, harga XRP langsung melonjak lebih dari 10% sebagai respons.
Fokus Pasar
Memasuki tahun 2026, CNBC mulai menyoroti XRP. Jaringan tersebut mencatat bahwa XRP telah naik lebih dari 20% dalam sepekan terakhir, sehingga berhasil menjadi kripto terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar.
Kinerja pasar yang impresif ini bukanlah kebetulan. Analis CNBC menyoroti penggunaan XRP dalam pembayaran lintas negara serta statusnya yang relatif "tidak terlalu padat" dibandingkan Bitcoin dan Ethereum sebagai faktor utama yang menarik minat investor. Bahkan saat terjadi koreksi pasar secara luas pada kuartal keempat, XRP tetap menerima arus modal masuk—sebuah tren kontrarian yang menegaskan daya tarik uniknya di pasar.
Perkembangan Hukum dan Regulasi
Kasus SEC vs. Ripple yang berlangsung selama bertahun-tahun mencapai titik balik penting pada 2025. SEC secara resmi menarik bandingnya, dan Ripple juga membatalkan banding silang, menandai langkah krusial menuju penyelesaian penuh sengketa ini. Berdasarkan dokumen pengadilan, Ripple setuju membayar denda sebesar USD 50 juta untuk menyelesaikan kasus tersebut. Lebih penting lagi, kesepakatan ini memberikan status hukum yang jelas bagi XRP—tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas.
Dampak dari putusan ini sangat luas. Regulasi yang sebelumnya membayangi XRP selama bertahun-tahun kini telah hilang, membuka pintu bagi investor institusi. Pasar pun merespons positif, dengan harga XRP langsung melonjak setelah pengumuman penyelesaian.
Gelombang ETF
Pada November 2025, pasar Amerika Serikat menyaksikan peluncuran beberapa ETF XRP spot, dengan produk-produk unggulan dari Canary Capital, Grayscale, Bitwise, dan Franklin Templeton. ETF-ETF ini menunjukkan performa yang luar biasa. Per 31 Desember 2025, ETF XRP spot di AS mencatat arus masuk bersih selama 29 hari perdagangan berturut-turut, dengan total kumulatif mencapai USD 1,15 miliar.
Menariknya, tren arus modal masuk ini sangat kontras dengan koreksi pasar secara umum. Dukungan institusi yang berkelanjutan telah memberikan fondasi yang kokoh bagi harga XRP.
Aplikasi Teknologi dan Pengembangan Ekosistem
Visi utama Ripple adalah memanfaatkan teknologi blockchain untuk meningkatkan pembayaran lintas negara. CEO Brad Garlinghouse memperkirakan bahwa blockchain XRP dapat menguasai hingga 14% dari volume transaksi yang saat ini diproses oleh sistem SWIFT dalam lima tahun ke depan. Jika tercapai, XRP akan menangani lebih dari USD 20 triliun aliran pembayaran. Potensi penggunaan masif ini menjadi pilar utama proposisi nilai jangka panjang XRP.
Untuk menunjukkan kapabilitas teknologinya, Ripple telah meluncurkan demo interaktif platform pembayaran perusahaan, menampilkan aplikasi nyata dari stablecoin patuh regulasi Ripple USD dan XRP dalam transaksi lintas negara.
Analisis Harga Terkini dan Prospek
Berdasarkan data pasar Gate, per 8 Januari 2026, XRP diperdagangkan di atas USD 2,00. Meski ini merupakan koreksi dari rekor tertinggi USD 3,66 yang dicapai pada Juli 2025, harga XRP mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak akhir 2025.
Dari perspektif analisis teknikal, XRP membentuk pola bullish flag pada grafik empat jam. Jika terjadi breakout di atas level resistance utama USD 2,20, peluang kenaikan lebih lanjut bisa terbuka.
Berbagai institusi dan analis telah merilis prediksi mengenai trajektori harga XRP di tahun 2026:
| Peramal/Institusi | Target Harga 2026 | Potensi Kenaikan (dari ~USD 2,00) | Alasan Utama |
|---|---|---|---|
| Analis Bitget Wallet Lacie Zhang | Berpotensi menembus USD 4,00, mencetak rekor baru | ~100% | Partisipasi institusi yang lebih besar, adopsi berbasis utilitas, dan kejelasan regulasi berkelanjutan |
| Kolumnis Nasdaq Trevor Jennewine | Target lebih realistis di USD 3,00 | ~50% | Persetujuan ETF XRP spot membuka permintaan institusi dan ritel |
| Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered | Prediksi hingga USD 8,00 | ~300% | Kejelasan regulasi dan persetujuan ETF XRP spot mendorong adopsi |
Meski prospek jangka panjang XRP tetap optimistis, para analis juga mengingatkan akan risiko jangka pendek. Analis Bitget Wallet Lacie Zhang mencatat bahwa trajektori XRP memasuki tahun 2026 kemungkinan tetap volatil, dengan potensi koreksi jangka pendek ke kisaran USD 1,40.
Kompetisi dan Tantangan
Di tengah masa depan yang menjanjikan, XRP tetap menghadapi tantangan signifikan. Beberapa analis berpendapat bahwa penggunaan kripto volatil untuk pembayaran lintas negara mungkin kurang praktis dibandingkan stablecoin. Data juga menunjukkan bahwa volume perdagangan bulanan XRP terus menurun dalam dua tahun terakhir, menandakan XRP belum mencapai daya tarik pasar yang substansial sebagai mata uang jembatan.
Ripple menyadari isu ini dan meluncurkan stablecoin sendiri, Ripple USD, untuk mengatasi kekhawatiran volatilitas dalam skenario pembayaran. Apakah stablecoin ini mampu bersaing dengan pemain mapan seperti USDC masih menjadi pertanyaan.
Di sisi lain, pasar derivatif mencerminkan sikap hati-hati investor. Open interest pada futures XRP berada di angka USD 3,72 miliar, turun sekitar 66% dari rekor tertinggi USD 10,94 miliar yang tercatat pada Juli 2025.
Tren kenaikan harga XRP didukung oleh fundamental yang kuat, termasuk arus masuk ETF yang berkelanjutan dan pengaruh Ripple yang semakin besar dalam jaringan pembayaran global. Pada halaman pasar Gate, grafik harga XRP secara real-time menunjukkan kurva volatil yang cenderung naik. Grafik ini tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga menceritakan kisah lengkap tentang kripto yang kembali mendapat pengakuan pasar setelah lepas dari belenggu hukum. Investor institusi kini mulai melirik token yang sebelumnya penuh kontroversi. Seiring berkembangnya koridor pembayaran lintas negara, XRP berpotensi bertransformasi dari "token litigasi" menjadi aset digital global dengan utilitas nyata di dunia nyata.


