Pada 7 Januari 2026, tersiar kabar bahwa Chen Zhi, pendiri Prince Group Kamboja, telah ditangkap di Kamboja dan diekstradisi ke Tiongkok. Di usianya yang baru 38 tahun, taipan bisnis ini telah membangun sebuah imperium besar di Kamboja, yang secara lahiriah menjalankan bisnis legal di bidang properti dan jasa keuangan.
Pada Oktober 2025, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa Chen Zhi atas tuduhan mengatur skema penipuan kripto lintas negara bertipe "pig-butchering", dengan penyitaan sekitar 127.271 bitcoin yang nilainya mencengangkan, mencapai USD 15 miliar. Pengumuman ini langsung mengguncang pasar kripto, dengan harga Bitcoin di Gate mengalami volatilitas jangka pendek serta meningkatnya kesadaran kepatuhan di seluruh industri.
Tinjauan Insiden
Menurut Cambodia-China Times, pendiri sekaligus ketua Prince Group, Chen Zhi, telah ditangkap di Kamboja dan kini telah diekstradisi ke Tiongkok untuk diperiksa oleh otoritas terkait. Laporan menyebutkan Chen ditangkap sesaat setelah pukul 8 pagi, membuat komunitas lokal terkejut dengan cepatnya operasi tersebut. Meski Chen telah ditahan, unit bisnis "legal" Prince Group—seperti Prince Bank dan Prince Real Estate—masih beroperasi secara normal.
Chen Zhi berasal dari Kota Xiao’ao, Kabupaten Lianjiang, Fujian, sebuah desa pesisir yang dikenal dengan budaya nelayannya. Ia meninggalkan sekolah sebelum lulus SMP dan mulai bekerja sejak muda, kemudian menjadi administrator warnet. Dengan memanfaatkan keuntungan dari aktivitas pasar abu-abu terkait game online, Chen mendapatkan "modal pertama" untuk berbisnis. Pada 2009, ia pindah ke Kamboja, membentuk tim untuk menjalankan penipuan "pig-butchering" dan lotre, serta secara resmi mendirikan Prince Group pada 2015.
Jaringan Kejahatan Kripto Prince Group
Prince Group berinvestasi di resor dan hotel di Kamboja, hingga menjadi salah satu konglomerat terbesar di negara tersebut. Namun, grup ini menggunakan iklan lowongan kerja palsu untuk memancing pekerja, lalu memperlakukan


