Mask Network Mengakuisisi Lens Protocol: Momen Penting bagi SocialFi

Pasar
Diperbarui: 2026-01-21 07:52

"Fase berikutnya bukan lagi soal menambah protokol—ini tentang membangun produk yang benar-benar digunakan orang, serta membangun budaya dan komunitas yang benar-benar hidup yang kita bentuk bersama." Pernyataan dari Mask Network di X ini menandai pergeseran strategis penting dalam ranah sosial terdesentralisasi.

Pada 21 Januari 2026, proyek SocialFi Lens Protocol mengumumkan bahwa pengembangan selanjutnya tidak lagi dipimpin oleh tim asli, melainkan akan "dikelola dan diarahkan" oleh Mask Network.

Transisi ini bukan sekadar serah terima pengelolaan proyek—melainkan mencerminkan perubahan mendasar di industri SocialFi, dari pembangunan infrastruktur menuju penerapan di dunia nyata.

01 Peristiwa Inti

Pada 21 Januari, tim asli Lens Protocol secara resmi mengumumkan pengalihan kepemimpinan proyek kepada Mask Network.

Keputusan ini menandai perubahan besar dalam arah masa depan Lens. Menurut pernyataan resmi, Mask Network akan "mengelola dan membimbing Lens dalam fase pengembangan berikutnya."

Perlu dicatat bahwa pendiri Lens, Stani Kulechov, tidak sepenuhnya mundur, melainkan beralih ke peran penasihat. Dalam unggahannya di X, ia menulis, "Kami membangun Lens Protocol dan infrastruktur on-chain yang mendasarinya… Tujuannya adalah menciptakan infrastruktur sosial yang netral."

02 Perjalanan Sejarah

Lens Protocol diluncurkan pada awal 2022 oleh pendiri Aave, Stani Kulechov, dan awalnya diposisikan sebagai "Twitter di atas Ethereum."

Proyek ini bertujuan menciptakan infrastruktur sosial yang netral dengan teknologi blockchain, memungkinkan pengembang membangun aplikasi konsumen untuk pengguna arus utama.

Setelah sekitar satu tahun pengembangan, Lens mendukung lebih dari 110.000 akun sosial di Polygon dan melahirkan ratusan aplikasi. Meski angka ini tampak mengesankan, sebenarnya aktivitas pengguna masih terbatas dan adopsi di kalangan umum tergolong rendah.

03 Pergeseran Strategis

"Fase berikutnya bukan lagi soal menambah protokol—ini tentang membangun produk yang benar-benar digunakan orang." Pernyataan dari Mask Network ini menyoroti tantangan terbesar SocialFi.

Lens Protocol unggul secara teknologi dan visioner, namun masih kurang dalam hal produk dan pengalaman pengguna.

Hambatan teknis seperti pembuatan dompet blockchain, pembayaran gas fee, dan pengelolaan private key terasa rumit bagi pengguna awam yang terbiasa dengan platform sosial Web2 yang serba mudah.

Pengambilalihan oleh Mask Network menandai pergeseran strategi SocialFi dari "protocol-first" menjadi "product-first." Ini menunjukkan bahwa keberhasilan platform sosial terdesentralisasi di masa depan mungkin lebih ditentukan oleh aspek kegunaan, bukan sekadar teknologi mutakhir.

04 Kekuatan Pengelola Baru

Mask Network bukan pemain baru di ranah SocialFi. Perusahaan ini dikenal mendukung ekosistem sosial terdesentralisasi Mastodon, dan pada 2022 mengakuisisi server Mastodon terbesar kedua sebagai bagian dari strategi ekspansi ekosistem SocialFi.

Pendiri Mask, Suji Yan, pernah menggambarkan Mask sebagai "Tencent-nya Web3," dengan jaringan produk sosial yang saling terhubung dan dikelola oleh MaskDAO.

Divisi ventura Mask, Bonfire Union, mengelola dana sebesar $100 juta dan telah berinvestasi di 120 proyek sosial terdesentralisasi, infrastruktur, dan ekonomi kreator—memberikan dukungan kuat bagi Lens pasca akuisisi.

05 Respons Pasar dan Data Token

Berdasarkan data platform Gate per 21 Januari 2026, token MASK milik Mask Network diperdagangkan di harga $19,52, dengan volume 24 jam sebesar $5,23 juta dan kapitalisasi pasar $1,95 miliar.

Dibandingkan 24 jam sebelumnya, harga MASK turun 2,00%, anjlok 14,24% dalam tujuh hari terakhir, namun masih naik 7,23% selama 30 hari terakhir. Harga tertinggi sepanjang masa mencapai $1.313,58, yang berarti harga saat ini masih jauh di bawah puncaknya.

Di sisi lain, token LENS milik Lens Protocol diperdagangkan di harga $0,00002000 pada 21 Januari, dengan kapitalisasi pasar hanya $19.734,15 dan volume 24 jam sebesar $10,70.

Perbedaan mencolok dalam kapitalisasi pasar dan aktivitas perdagangan kedua token ini mencerminkan ekspektasi dan penilaian pasar yang sangat berbeda terhadap masing-masing proyek.

06 Tantangan Industri

Akuisisi Lens oleh Mask Network terjadi di tengah tantangan besar yang dihadapi proyek SocialFi.

Protokol sosial terdesentralisasi lain yang cukup dikenal, Farcaster, telah mengurangi fokus pada jejaring sosial dan beralih ke produk dompet. Salah satu pendirinya, Dan Romero, mengakui bahwa upaya bertahun-tahun mengutamakan fitur sosial tidak berhasil menarik audiens luas.

Lens menempuh jalan serupa dengan Farcaster: minat dan pendanaan awal dari pengembang memang mendorong momentum, namun keterlibatan pengguna jangka panjang masih sulit dicapai.

Inti dari jejaring sosial adalah orang berkumpul di mana teman dan konten mereka berada—bukan sekadar di tempat dengan teknologi paling canggih. Jaringan sosial terdesentralisasi menghadapi tantangan besar melawan efek jaringan raksasa terpusat, terutama pada fase awal pertumbuhan.

07 Melihat ke Depan

Menurut pembaruan resmi, Mask Network berencana mengubah Lens menjadi fondasi aplikasi yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari, bukan sekadar fitur eksperimental.

Orb, aplikasi sosial Web3 asli yang dibangun di atas Lens, telah bergabung dengan MaskDAO dan memberikan gambaran awal tentang potensi yang ada. Per awal 2025, pengguna aktif bulanan Orb telah melampaui 50.000.

Pengalaman Mask Network dalam berkolaborasi dengan Mastodon juga menjadi pelajaran berharga bagi masa depan Lens. Keberhasilan Mastodon terletak pada kemampuannya menurunkan hambatan masuk—pengguna tidak perlu memahami protokol federasi yang mendasari.

Pendekatan serupa bisa diterapkan pada Lens: teknologi blockchain tetap berjalan di balik layar, sementara antarmuka depan menawarkan pengalaman semulus platform sosial Web2.

Prospek

Saat pendiri Lens Protocol, Stani Kulechov, menyerahkan proyek kepada Mask Network, ia menyatakan, "Saat Mask memimpin fase penting baru ini, peran kami bergeser dari pengembangan produk harian menjadi konsultasi."

Makna di balik pergeseran ini jelas: tim Aave unggul dalam membangun protokol keuangan fundamental, namun mengubah teknologi menjadi produk yang menarik bagi pengguna sehari-hari membutuhkan keahlian berbeda.

Pendiri Mask Network, Suji Yan, menanggapi, "Misi Mask adalah membuat fitur sosial terdesentralisasi mudah digunakan, intuitif, dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari."

Pada 21 Januari, fluktuasi harga MASK di Gate mencerminkan respons awal pasar terhadap perubahan industri ini. Bagi seluruh sektor SocialFi, akuisisi ini bisa menjadi awal era baru—dari idealisme teknologi menuju pengembangan produk yang lebih pragmatis.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten