Pada ajang World Economic Forum yang baru saja selesai digelar di Davos, Jeremy Allaire, CEO Circle—penerbit USDC, stablecoin terbesar kedua di dunia—terlibat dalam debat bergengsi dengan perwakilan sektor perbankan mengenai isu imbal hasil stablecoin.
Allaire menepis kekhawatiran industri perbankan bahwa "imbal hasil stablecoin dapat memicu rush penarikan dana di bank" sebagai sesuatu yang "benar-benar tidak masuk akal." Sebaliknya, eksekutif dari institusi keuangan tradisional seperti Bank of America memperingatkan bahwa jika stablecoin diizinkan memberikan bunga, sebanyak $6 triliun dana simpanan bank berisiko keluar dari sistem perbankan.
01 Perdebatan Inti
Pada World Economic Forum di Davos, Swiss, masa depan stablecoin menjadi topik utama di kalangan para pemimpin keuangan. CEO Circle Jeremy Allaire menepis kekhawatiran sektor perbankan terkait imbal hasil stablecoin, menyebutnya "benar-benar tidak masuk akal."
Allaire menyoroti bahwa peringatan serupa juga pernah muncul di masa lalu. Ketika reksa dana pasar uang pertama kali muncul, juga ada kekhawatiran bahwa dana tersebut akan mengalihkan simpanan dari bank, namun skenario itu tidak pernah terjadi.
Ia mencatat, "Sekitar $11 triliun dana pasar uang AS telah tumbuh dalam berbagai kondisi." Sementara itu, aktivitas pemberian pinjaman tidak pernah terhenti. Hal ini secara langsung membantah kekhawatiran utama sektor perbankan.
02 Peringatan dari Sektor Perbankan
Berlawanan dengan pandangan perbankan tradisional, CEO Bank of America Brian Moynihan membuat prediksi mengejutkan dalam panggilan pendapatan kuartal IV 2025 bank tersebut.
Ia memperingatkan, "Jika Anda melihat beberapa studi… Anda bisa melihat sebanyak $6 triliun simpanan berpindah dari neraca sistem perbankan ke lingkungan stablecoin."
Moynihan menekankan bahwa arus keluar dana sebesar itu akan melemahkan kapasitas bank dalam menyalurkan kredit, terutama untuk mendukung pinjaman kepada usaha kecil dan menengah. Prediksi ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di kalangan perbankan AS terhadap potensi dampak imbal hasil stablecoin.
American Bankers Association (ABA) juga menggemakan sikap ini dalam surat bertanggal 5 Januari kepada Senat, mendesak agar regulasi struktur pasar secara eksplisit menyatakan bahwa "larangan bunga juga berlaku untuk afiliasi dan mitra penerbit stablecoin."
03 Tarik Ulur Regulasi
Perdebatan ini kini berlanjut ke Kongres AS. RUU "Crypto Asset Regulatory Innovation and Technology Act" (CLARITY Act) yang diusulkan menjadi titik fokus bagi kedua belah pihak.
Draf terbaru RUU tersebut berupaya mencari jalan tengah dengan membatasi imbal hasil hanya pada aktivitas seperti staking, penyediaan likuiditas, dan pinjaman. Namun, karena adanya penolakan dari Coinbase, pembahasan RUU tersebut ditunda.
CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan di X pekan lalu bahwa amandemen yang bertujuan membatasi imbal hasil stablecoin "akan membunuh imbal hasil stablecoin dan membiarkan bank memblokir persaingan."
04 Perbedaan Fundamental Dua Model Keuangan
Inti dari perdebatan ini adalah pertarungan antara dua model keuangan yang sangat berbeda. Di satu sisi adalah institusi keuangan tradisional seperti Bank of America; di sisi lain, inovator kripto seperti Circle dan Coinbase.
Bank tradisional beroperasi dengan sistem cadangan fraksional, di mana hanya sebagian kecil simpanan yang disimpan sebagai cadangan, sementara sisanya disalurkan sebagai pinjaman. Sebaliknya, penerbit stablecoin utama menggunakan model cadangan 100%, di mana setiap stablecoin yang diterbitkan sepenuhnya dijamin oleh aset yang setara.
Brian Armstrong menyoroti perbedaan ini: "Di dunia kripto, ada cadangan 100%, jadi semua dana Anda benar-benar tersedia." Ia meyakini hal ini menghilangkan risiko klasik "rush penarikan dana di bank."
Perbandingan: Stablecoin vs. Perbankan Tradisional
| Dimensi | Model Perbankan Tradisional | Model Stablecoin |
|---|---|---|
| Kewajiban Cadangan | Sistem cadangan fraksional | Cadangan 100% |
| Penggunaan Dana | Sebagian besar simpanan digunakan untuk pinjaman dan investasi | Seluruh cadangan disimpan secara aman, digunakan untuk investasi berisiko rendah |
| Sumber Imbal Hasil | Selisih bunga bersih, bunga rendah untuk nasabah | Cadangan diinvestasikan pada aset berisiko rendah seperti Surat Utang Negara menghasilkan imbal hasil |
| Transparansi | Laporan keuangan per kuartal, transparansi terbatas | Verifikasi on-chain, atestasi cadangan secara berkala |
| Profil Risiko | Berpotensi terjadi rush penarikan, bergantung pada asuransi simpanan | Tidak ada risiko rush, namun bergantung pada kredibilitas penerbit dan kepatuhan regulasi |
05 Kondisi Pasar dan Prospek
Saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai $315,8 miliar, masih jauh di bawah total simpanan bank AS yang sebesar $17,4 triliun.
Namun, industri kripto melihat potensi pertumbuhan stablecoin yang sangat besar. Menurut laporan terbaru dari CIO Bitwise Matt Hougan, pasar telah memasuki "maraton dekade panjang," dengan proyeksi institusi bahwa pasar stablecoin akan melampaui $3 triliun pada 2030.
Allaire juga menyoroti di Davos bahwa kecerdasan buatan akan menjadi pendorong utama adopsi stablecoin di masa depan. Ia meyakini "miliaran agen AI" akan membutuhkan sistem pembayaran, dan "saat ini, stablecoin adalah satu-satunya pilihan."
06 Aplikasi Nyata dan Pilihan Pengguna
Bagi pengguna sehari-hari, makna utama dari perdebatan ini terletak pada cara mereka mengelola dana. Di platform trading terkemuka seperti Gate, pengguna sudah dapat memilih antara tabungan bank tradisional dan produk imbal hasil kripto.
Dengan berkembangnya produk imbal hasil RWA (Real World Asset), kini pengguna memiliki lebih banyak cara untuk mengakses imbal hasil stabil. Sebagai contoh, vault nBASIS dari protokol Plume’s Nest telah terintegrasi dengan Web3 Wallet Gate, meluncurkan produk imbal hasil RWA yang terhubung langsung dengan ekosistem CEX.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa, terlepas dari perdebatan regulasi, inovasi keuangan terus bergerak maju. Pengejaran pengguna terhadap otonomi aset, imbal hasil, dan kemudahan menjadi pendorong utama kemajuan industri secara keseluruhan.
Prospek ke Depan
Total kapitalisasi pasar stablecoin telah melampaui $315 miliar, sementara simpanan bank AS mencapai angka fantastis $17,4 triliun.
Bank mengkhawatirkan potensi arus dana hingga $6 triliun yang dapat mengalir ke stablecoin, sementara Allaire dari Circle justru fokus pada kebutuhan pembayaran "miliaran agen AI" di masa depan.
Kartu pembayaran kripto mencatat lonjakan volume transaksi harian hampir 22 kali lipat baru-baru ini, mendekati 60.000 transaksi. Kartu-kartu ini umumnya beroperasi di jaringan Visa dan Mastercard, menandakan bahwa sistem pembayaran tradisional mulai beradaptasi dengan skenario pengeluaran aset kripto.
Di tengah transformasi sistem keuangan ini, platform seperti Gate menjadi jembatan antara keuangan tradisional dan dunia kripto dengan mengintegrasikan produk imbal hasil RWA bagi pengguna—terlepas dari bagaimana regulasi di masa depan akan berkembang.


