Bitmine melakukan staking tambahan sebesar 171.264 ETH—senilai sekitar $503 juta—melalui alamatnya pada 23 Januari 2026.
Langkah ini menandai tahapan terbaru dalam strategi akumulasi Ethereum yang ambisius dari Bitmine. Setelah aksi staking berskala besar ini, total ETH yang distaking oleh Bitmine kini mencapai 1.943.200 koin, dengan estimasi nilai pasar sebesar $5,73 miliar.
01 Langkah Strategis
Pada 23 Januari 2026, menurut platform analitik on-chain OnchainLens, perusahaan investasi aset kripto Bitmine melakukan transaksi on-chain besar.
Alamat milik Bitmine menyetorkan 171.264 ETH ke dalam kontrak staking Ethereum. Dengan harga pasar saat ini, transaksi ini bernilai $503,24 juta dan langsung menarik perhatian luas di pasar aset kripto.
Keputusan ini bukanlah langkah spontan bagi Bitmine, melainkan eksekusi terencana dari strategi jangka panjang perusahaan. Dengan staking terbaru ini, total ETH yang distaking Bitmine melonjak menjadi 1.943.200 koin.
Dipimpin oleh sosok bullish ETH ternama, Tom Lee, Bitmine secara konsisten bergerak menuju target "5% Alchemy"—mengakumulasi 5% dari total suplai beredar Ethereum.
02 Lanskap Aset
Ambisi Bitmine tidak hanya terbatas pada staking. Berdasarkan siaran pers resmi perusahaan pada 20 Januari, portofolio aset kripto Bitmine terbilang luar biasa.
Total aset kripto, kas, dan portofolio "Moonshot" yang dimiliki Bitmine secara kolektif bernilai $14,5 miliar.
Dari jumlah tersebut, Bitmine memegang 4.203.036 ETH, setara dengan 3,48% dari total suplai Ethereum saat itu (sekitar 120,7 juta koin). Artinya, 171.264 ETH yang baru saja distaking hanya merupakan sebagian kecil dari total kepemilikan Bitmine.
Selain itu, perusahaan juga memiliki 193 BTC, kas sebesar $979 juta, dan kepemilikan ekuitas senilai $22 juta di Eightco Holdings. Dalam berita terbaru, Bitmine juga mengumumkan investasi sebesar $200 juta di Beast Industries, perusahaan rintisan yang dipimpin YouTuber ternama MrBeast.
03 Dampak Pasar
Mengunci aset dalam jumlah besar dari peredaran memiliki dampak langsung terhadap jaringan Ethereum. Pertama, hal ini semakin mengurangi suplai ETH yang tersedia di pasar sekunder.
Setelah sejumlah besar ETH distaking, koin-koin tersebut tidak dapat diperdagangkan secara bebas selama periode tertentu, sehingga dapat membantu menopang harga jika permintaan tetap atau meningkat.
Langkah Bitmine juga menyoroti tren yang berkembang: modal institusi yang mencari imbal hasil di lingkungan proof-of-stake. Melalui staking, institusi tidak lagi sekadar menjadi spekulan, melainkan juga menjadi pemelihara dan penerima manfaat jaringan.
Aksi ini semakin memperkuat posisi Bitmine sebagai salah satu validator Ethereum terbesar di dunia. Berdasarkan analisis Arkham, dengan estimasi imbal hasil tahunan konservatif sebesar 2,8%, ETH yang distaking Bitmine saja dapat menghasilkan sekitar $157 juta per tahun.
Jika Bitmine melakukan staking seluruh kepemilikan ETH-nya, imbal hasil tahunan bisa melebihi $374 juta—setara dengan pendapatan harian lebih dari $1 juta.
04 Tren Industri
Bitmine bukanlah kasus tunggal; langkah ini mewakili tren industri yang lebih luas, di mana institusi semakin dalam terlibat pada lapisan fundamental ekonomi kripto.
Tingkat total staking Ethereum baru-baru ini mencapai rekor tertinggi sekitar 29,57%. Pada saat yang sama, antrean keluar validator (ETH yang menunggu untuk di-unstake) turun menjadi nol, sementara antrean staking baru terus bertambah.
Hal ini menunjukkan semakin banyak pemegang—khususnya institusi—memilih mengunci aset untuk jangka panjang demi mendapatkan imbal hasil stabil, mencerminkan kepercayaan yang tumbuh terhadap nilai jangka panjang Ethereum.
Tom Lee mencatat bahwa rasio harga ETH/BTC terus meningkat sejak pertengahan Oktober tahun lalu. Ia meyakini hal ini menandakan investor mulai mengakui upaya Wall Street membangun use case seperti tokenisasi aset di atas Ethereum.
Lebih dari 35 institusi keuangan besar telah tercatat dalam beberapa bulan terakhir sebagai contoh adopsi institusional oleh Ethereum Foundation.
05 Prospek ke Depan
Seiring Bitmine mendekati target kepemilikan 5%, pasar kini menyoroti pertanyaan selanjutnya: Apa langkah berikutnya? Tom Lee menegaskan bahwa setelah target tercapai, fokus perusahaan akan beralih dari "akumulasi" ke "monetisasi".
Staking berskala besar akan menjadi strategi monetisasi utama. Bitmine tengah mengembangkan solusi staking enterprise sendiri, MAVAN (Made-in-America Validator Network), yang dijadwalkan meluncur pada kuartal I 2026.
Menanggapi kekhawatiran terkait "sentralisasi," Tom Lee mengutip diskusi internal serta analisis dari Fundstrat dan Standard Chartered Bank, dan berpendapat bahwa bahkan kepemilikan hingga 10% suplai tidak akan mengancam sifat terdesentralisasi Ethereum.
"Jika seseorang memiliki 10% dari sebuah sistem, mereka tetap tidak dapat mengendalikannya," ujarnya dalam wawancara terbaru bersama CEO Ark Invest, Cathie Wood.
Menatap Masa Depan
Per 23 Januari, harga ETH di platform Gate terus berfluktuasi. Jika Anda ingin memantau harga ETH secara real-time dan melakukan perdagangan, Anda dapat selalu mengunjungi platform Gate untuk mendapatkan pembaruan pasar terbaru.
Saat Bitmine semakin menanamkan imperium ETH senilai $5,73 miliar ke dalam lapisan konsensus Ethereum, era baru staking institusional berskala besar pun dimulai.
Visi Tom Lee sangat jelas: mengubah Bitmine dari pembeli Ethereum terbesar menjadi pemelihara jaringan paling berpengaruh dan penghasil imbal hasil paling konsisten.


