# Bitcoin Turun di Bawah $60.000: Mengapa Aset Berisiko Global Anjlok Bersamaan?

Pasar
Diperbarui: 2026-02-06 10:19

Aset berisiko global tengah menghadapi krisis kepercayaan. Pada hari Kamis, harga emas turun 6,15% dan perak anjlok 25,06%. Indeks Nasdaq ditutup melemah 1,59%.

Di tengah situasi ini, Bitcoin pun tidak luput dari tekanan. Sejak mencapai rekor tertinggi empat bulan lalu, nilainya telah merosot lebih dari 48%. Kapitalisasi pasar total menyusut dari $4,19 triliun pada awal Oktober menjadi $2,39 triliun, menghapus hampir 43%.

Gambaran Pasar: Penurunan Drastis dan Data Kunci

Pada 6 Februari 2026, pasar kripto mengalami volatilitas ekstrem. Selama sesi perdagangan malam di AS, Bitcoin jatuh 4,8%, menyentuh titik terendah di $60.033 sebelum dengan cepat kembali naik di atas $65.926.

Indeks "Fear & Greed" pasar anjlok ke angka 10, jelas menandakan kondisi "ketakutan ekstrem." Sentimen ini tercermin dalam data perdagangan: dalam 24 jam terakhir, sebanyak 586.219 trader di seluruh dunia mengalami likuidasi, dengan total nilai likuidasi mencapai $2,665 miliar.

Aset berisiko secara luas juga ikut tertekan. Nasdaq, tolok ukur saham teknologi AS, ditutup turun 1,59% pada hari Kamis. Emas jatuh 6,15%, sementara perak anjlok 25,06%. Penurunan serentak di berbagai kelas aset ini menandakan kontraksi selera risiko secara menyeluruh.

Beragam Faktor: Dari Likuidasi Leverage hingga Pergeseran Makro

Penurunan ini bukan akibat satu faktor tunggal, melainkan gabungan berbagai tekanan. Likuidasi posisi leverage dalam skala besar menjadi pemicu langsung.

Menurut data CoinGlass, hanya dalam empat jam terakhir, sekitar $700 juta posisi kripto terpaksa dilikuidasi. Siklus "penurunan—likuidasi—penurunan lanjutan" ini menciptakan kepanikan "long squeeze" klasik di pasar.

Pembalikan signifikan pada arus dana ETF Bitcoin spot AS menjadi indikator utama perubahan sentimen institusi. Analis Deutsche Bank, Marion Laboure, mencatat bahwa aksi jual yang berlanjut menunjukkan investor tradisional mulai kehilangan minat.

Perubahan lingkungan makro juga memberi tekanan besar pada pasar. Pergantian nominasi Ketua Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga riil dan penyusutan neraca. Ketidakpastian ekonomi global yang meningkat dan eskalasi ketegangan geopolitik turut menekan minat terhadap aset berisiko.

Sentimen Pasar: Dari Keserakahan Ekstrem ke Ketakutan Ekstrem

Sentimen pasar berbalik tajam dari keserakahan ekstrem menjadi ketakutan ekstrem hanya dalam beberapa bulan. Sejak mencapai puncak pada Oktober tahun lalu, Bitcoin telah turun lebih dari 48% dan kini berada di kisaran harga Oktober 2024.

Volatilitas tinggi ini berdampak pada seluruh ekosistem kripto. Baik Ethereum maupun Solana telah turun lebih dari 30% dalam tujuh hari terakhir. Perusahaan publik yang memegang Bitcoin dalam jumlah besar juga terkena dampaknya—Strategy melaporkan kerugian bersih sebesar $12,4 miliar pada kuartal IV akibat penurunan nilai kepemilikan Bitcoin-nya.

Hilangnya level harga psikologis kunci semakin memicu kepanikan. Level $70.000, yang sebelumnya dianggap sebagai support utama, berhasil ditembus, sehingga memicu aksi jual dalam skala lebih besar.

Efek Berantai: Spillover Lintas Pasar dan Tantangan Institusi

Efek berantai dari kejatuhan Bitcoin menyebar ke berbagai arah. Tak hanya harga aset digital lain yang ikut turun, pasar keuangan tradisional pun turut merasakan dampaknya.

Pekan ini, total likuidasi posisi long dan short kripto telah melampaui $2 miliar. Likuiditas pasar menyusut tajam, dengan aksi jual paksa menjadi kekuatan utama.

Investor institusi menghadapi tantangan yang sangat berat. Data Glassnode menunjukkan rata-rata harga beli ETF Bitcoin spot AS berada di sekitar $84.100, artinya banyak investor kini mengalami kerugian pada harga saat ini. Hanya pada hari Rabu, lebih dari $740 juta keluar dari lebih dari 140 ETF bertema kripto.

Perubahan struktur pasar semakin meningkatkan korelasi Bitcoin dengan aset berisiko tradisional. Shiliang Tang, Managing Partner Monarq Asset Management, berkomentar, "Pasar saat ini tengah mengalami krisis kepercayaan."

Perspektif Rasional: Koreksi Historis dan Skenario Mendatang

Meski pesimisme tengah memuncak, sejarah menawarkan perspektif. Bitcoin telah beberapa kali mengalami koreksi lebih dari 40% dalam sejarahnya, bahkan pernah jatuh hingga 80%–90%.

Sebagian besar analis menilai level $60.000 akan menjadi ujian penting. Jika support ini bertahan, investor jangka panjang dan institusi besar mungkin akan mulai masuk. Namun jika gagal, pasar berpotensi turun lebih jauh ke kisaran $50.000.

Beberapa analis tetap berhati-hati namun optimis. Tim riset Bernstein berpendapat pelemahan saat ini kemungkinan merupakan "koreksi tahap akhir," bukan awal dari musim dingin kripto baru. Mereka memperkirakan Bitcoin dapat menemukan titik bawah di sekitar $60.000 pada paruh pertama tahun ini.

Respons Investor: Manajemen Risiko dan Penempatan Rasional

Di tengah volatilitas ekstrem, manajemen risiko jauh lebih penting daripada mengejar imbal hasil. Investor perlu waspada terhadap beberapa risiko utama: risiko likuiditas, risiko pihak ketiga dan platform, serta risiko terkait karakteristik aset dan kepatuhan regulasi.

Leverage membutuhkan kehati-hatian ekstra. Penggunaan leverage dapat memperbesar kerugian, bahkan berujung pada likuidasi. Dalam kondisi pasar saat ini, menghindari leverage berlebihan adalah prioritas utama untuk menjaga modal.

Diversifikasi tetap menjadi prinsip dasar investasi. Pendiri Stack Wealth, Vered Frank, menekankan, "Menganggap Bitcoin sebagai satu-satunya strategi akumulasi kekayaan memiliki risiko tersendiri."

Ringkasan

Harga Bitcoin sempat turun di bawah $60.000 sebelum kembali naik di atas $66.000. Kapitalisasi pasar total telah turun dari puncak $2,48 triliun menjadi $1,27 triliun.

Michael Burry, manajer dana yang terkenal memprediksi krisis subprime dalam film "The Big Short," mengeluarkan peringatan bahwa kejatuhan Bitcoin bisa berkembang menjadi "death spiral" yang memperparah diri sendiri, menyebabkan kerugian berkepanjangan bagi perusahaan yang telah mengakumulasi Bitcoin selama setahun terakhir.

Seiring perubahan selera risiko global, narasi tradisional kripto sebagai lindung nilai mulai dievaluasi ulang. Ilan Solot, Senior Global Markets Strategist di Marex, menyoroti bahwa aksi jual baru-baru ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk penurunan saham teknologi, performa emas yang kuat, dan sentimen risk-off secara luas.

Pasar tampaknya tengah mencari keseimbangan baru—sebuah proses yang memerlukan waktu, perbaikan fundamental, dan upaya kolektif untuk membangun kembali kepercayaan di antara para pelaku pasar.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
1