BitMine Lakukan Langkah Baru. Berdasarkan data dari platform analitik blockchain Lookonchain, pemegang Ethereum korporasi terbesar di dunia membeli sekitar 20.000 ETH—senilai sekitar $42 juta—pada 7 Februari.
Dipimpin oleh ahli strategi Wall Street ternama, Tom Lee, perusahaan ini terus meningkatkan investasinya pada Ethereum di tengah pasar yang lesu. Data pasar Gate menunjukkan bahwa per 9 Februari 2026, harga Ethereum (ETH) berada di angka $2.089,37, dengan kapitalisasi pasar sebesar $252,82 miliar dan volume perdagangan 24 jam sebesar $281,13 juta.
Melawan Tren Penurunan
Di saat pasar kripto dipenuhi pembicaraan soal "musim dingin," langkah BitMine justru mencuri perhatian. Pembelian ini menjadi taruhan besar berikutnya dari perusahaan di tengah volatilitas yang terus berlangsung. Ini bukan akuisisi besar pertama BitMine dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, di awal 2026, perusahaan ini membeli Ethereum senilai $105 juta, sementara masih memiliki cadangan kas sebesar $915 juta.
Pembelian berkelanjutan ini secara konsisten meningkatkan kepemilikan Ethereum BitMine. Berdasarkan data Strategic ETH Reserve, perusahaan kini menguasai sekitar 4,29 juta ETH, menjadikannya pemegang Ethereum korporasi terbesar di dunia. Posisi ini mewakili sekitar 3,5% dari total pasokan beredar Ethereum, dengan target BitMine untuk mengendalikan hingga 5% dari total suplai yang beredar.
Cetak Biru Strategis
Jika ditelaah lebih dalam, strategi BitMine jauh lebih kompleks daripada sekadar "beli dan tahan." Model bisnis perusahaan ini bersifat multifaset, membentuk pendekatan komprehensif dalam berpartisipasi di ekosistem Ethereum.
Di sisi aset, portofolio BitMine tidak hanya berisi Ethereum. Per 11 Januari 2026, neraca keuangan perusahaan mencatat 4.167.768 ETH, 193 BTC, ekuitas senilai $23 juta di Eightco Holdings (NASDAQ: ORBS), serta hingga $988 juta dalam bentuk kas dan setara kas. Diversifikasi aset ini memberikan fleksibilitas keuangan yang besar bagi BitMine untuk terus menambah kepemilikan Ethereum.
Staking menjadi pilar penting lain dalam strategi BitMine. Perusahaan telah melakukan staking lebih dari 1,25 juta ETH, dengan nilai lebih dari $2,6 miliar pada harga saat ini. Menariknya, BitMine berencana meluncurkan platform staking sendiri, MAVAN, dengan target menjadi operator staking Ethereum terbesar pada 2026. Dengan kondisi pasar saat ini yang menawarkan imbal hasil staking tahunan antara 2,8% hingga 3,5%, BitMine mengamankan arus kas yang stabil.
Narasi Utama
Tom Lee secara konsisten membela strategi akumulasi dan holding BitMine. Menanggapi kerugian belum terealisasi yang signifikan akibat penurunan harga Ethereum, Lee menawarkan sudut pandang yang tidak lazim.
"Kerugian belum terealisasi saat pasar turun adalah fitur, bukan cacat," ujar Lee menanggapi kritik. Ia memandang volatilitas Ethereum sebagai bagian normal dari siklusnya, bukan kelemahan sistemik.

Menurut Lee, sejak 2018, Ethereum telah mengalami tujuh penurunan harga sebesar 60% atau lebih, namun setiap kali mampu pulih dan mencatat rekor tertinggi baru. Rekam jejak ini memperkuat optimisme jangka panjangnya terhadap kondisi pasar saat ini. Inti tesis Lee: "Ethereum adalah masa depan dunia keuangan." Keyakinan ini berasal dari perspektif makro terkait transformasi sistem keuangan. Ia berpendapat bahwa Wall Street tengah bermigrasi ke blockchain, dengan sebagian besar stablecoin dan proyek Wall Street dibangun di atas Ethereum.
Validasi Pasar
Meski sentimen pasar cenderung bearish, strategi BitMine mendapat dukungan dari sejumlah institusi besar. Salah satunya, Ark Invest yang dipimpin oleh Cathie Wood, menambah kepemilikan saham BitMine selama pasar turun.
Langkah Ark Invest bersifat sistematis—perusahaan ini telah mengakumulasi saham BitMine sejak November 2025, meskipun harga saham turun dari sekitar $38 menjadi mendekati $22. Pendekatan "buy the fear" ini menunjukkan bahwa investor institusi memandang aksi jual saat ini sebagai kontraksi nilai siklikal, bukan akhir dari narasi inti kripto.
Institusi keuangan tradisional juga mulai memasukkan Ethereum dalam proyeksi makro mereka. Fundstrat menambahkan Ethereum ke dalam strategi investasi "Magnificent Seven and Bitcoin," menyebutnya sebagai salah satu peluang perdagangan makro terbesar untuk 10–15 tahun ke depan.
Standard Chartered, meski merevisi target jangka pendek ke bawah, tetap memproyeksikan Ethereum bisa mencapai $40.000 pada 2030.
Prospek Ekosistem Ethereum
Secara lebih luas, akumulasi berkelanjutan BitMine mencerminkan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang ekosistem Ethereum. Meski tekanan harga jangka pendek masih ada, penggunaan Ethereum secara fundamental tetap solid.
Kepemimpinan Ethereum di bidang keuangan terdesentralisasi (DeFi) menjadi pendorong utama proposisi nilai jangka panjangnya. Sejak diluncurkan, Ethereum tak tergoyahkan sebagai pemimpin DeFi dan selalu berada di garis depan setiap inovasi keuangan di sektor ini, mulai dari smart contract hingga stablecoin.
Tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dipandang sebagai katalis utama berikutnya bagi permintaan Ethereum. Tren ini melibatkan transformasi aset keuangan tradisional—seperti saham dan obligasi—menjadi aset digital yang dapat disimpan, dikelola, dan diperdagangkan di blockchain.
Perkiraan nilai pasar tokenisasi sangat bervariasi, mulai dari proyeksi McKinsey sebesar $2 triliun hingga prediksi awal yang mendekati $20 triliun.
Perkembangan regulasi juga berpotensi menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi Ethereum. Legislasi seperti US CLARITY Act dapat mendukung industri, dan jika mampu membuka gelombang aktivitas DeFi berikutnya, hal ini akan menjadi "sangat positif bagi ETH."
Kondisi Pasar dan Prospek ke Depan
Menurut data pasar Gate, per 9 Februari 2026, Ethereum (ETH) mencatat harga tertinggi 24 jam di $2.151,49 dan terendah di $2.055,12. Rekor harga tertingginya berada di $4.946,05.
Prediksi pasar menunjukkan harga rata-rata Ethereum pada 2026 dapat berkisar di $2.095,27, dengan rentang perdagangan diperkirakan antara $1.320,02 hingga $2.283,84. Jika melihat lebih jauh ke depan, konsensus menyatakan bahwa Ethereum memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan. Pada 2031, Ethereum (ETH) diperkirakan bisa mencapai $4.481,25—potensi kenaikan +49,00% dari level saat ini. Tentu saja, proyeksi ini mengandung ketidakpastian yang cukup besar. Harga Ethereum secara historis sangat berkorelasi dengan harga Bitcoin, yang juga masih sangat dipengaruhi volatilitas pasar.
Di tengah perbincangan soal kerugian belum terealisasi BitMine yang melebihi $6 miliar, Tom Lee menegaskan bahwa hal ini hanyalah "fitur yang diharapkan" dari strategi jangka panjang perusahaan. BitMine telah melakukan staking lebih dari 1,25 juta ETH dan berencana meluncurkan platform staking sendiri, dengan target menjadi operator staking Ethereum terbesar pada 2026.
Sementara itu, penambahan kepemilikan Ark Invest selama masa penurunan dan proyeksi valuasi jangka panjang dari Standard Chartered, keduanya menandakan bahwa kepercayaan institusi terhadap ekosistem Ethereum tetap kuat.


