Kemajuan Pesat pada Rancangan Undang-Undang Struktur Pasar Kripto: Mengapa Imbal Hasil Stablecoin Menjadi Titik Panas Kebijakan Terbesar

Pasar
Diperbarui: 2026-02-10 06:16

Isu terkait distribusi hasil stablecoin telah muncul sebagai titik perdebatan terbesar. Berpusat pada sengketa inti ini, para perwakilan dari industri perbankan dan kripto mengambil posisi berlawanan dalam sebuah pertemuan yang diadakan Gedung Putih, sehingga negosiasi pun mengalami kebuntuan.

Perkembangan Legislasi

Kerangka regulasi pasar kripto di Amerika Serikat tengah memasuki momen krusial. Baru-baru ini, Ketua Komite Pertanian Senat, John Boozman, menegaskan bahwa dirinya "sangat bertekad" untuk mencapai konsensus terkait RUU struktur pasar aset kripto pada tahun ini.

RUU tersebut bertujuan membentuk kerangka regulasi nasional untuk aset digital, dengan pengawasan utama oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) terhadap industri yang sedang berkembang ini.

Jadwalnya kini telah ditetapkan: versi final RUU struktur pasar dapat diajukan kepada Presiden untuk ditandatangani paling cepat pada Hari Pahlawan. Penasihat Gedung Putih, Patrick Witt, mengungkapkan bahwa setelah pengesahan Genius Act, Presiden Trump secara pribadi menetapkan RUU ini sebagai prioritas.

Proses legislasi telah bergerak dari tahap konsensus umum menuju perumusan detail, dengan tujuan utama memastikan RUU tersebut dapat lolos baik di Senat maupun DPR.

Sengketa Inti Terkait Imbal Hasil Stablecoin

Distribusi hasil stablecoin kini dianggap sebagai "titik perdebatan terbesar" dalam proses legislasi saat ini. Perdebatan berfokus pada apakah bursa terpusat boleh memberikan imbal hasil pasif atas saldo stablecoin yang mengendap.

Pada sebuah pertemuan yang digelar di Gedung Putih awal Februari lalu, para perwakilan dari industri perbankan dan kripto terlibat diskusi sengit selama lebih dari dua jam terkait isu ini.

Perwakilan perbankan sangat menentang distribusi hasil stablecoin, dengan alasan bahwa imbal hasil tersebut "terlalu mirip dengan pembayaran bunga", serta menyoroti bahwa regulasi sebelumnya telah melarang praktik serupa.

Sebaliknya, industri kripto memandang distribusi hasil sebagai perilaku pasar yang wajar. CEO Coinbase, Brian Armstrong, bahkan menyatakan bahwa jika draf Komite Perbankan Senat memasukkan amandemen "yang menghapus reward stablecoin", ia tidak dapat mendukung RUU tersebut.

Stablecoin merupakan komponen penting dalam pasar kripto, dan harganya relatif stabil di tengah fluktuasi pasar baru-baru ini. Sebagai contoh, menurut data Gate, USDC diperdagangkan pada harga $1.0000 dengan volume transaksi sebesar $14.745.822.208 pada 10 Februari. USDT diperdagangkan pada harga $0,999558 dengan volume transaksi $95.206.121.472 pada hari yang sama.

Posisi dan Batasan Negosiasi

Dalam isu imbal hasil stablecoin, beberapa konsensus dasar telah tercapai. Misalnya, telah ada kesepakatan luas untuk melarang praktik menyesatkan, seperti memasarkan stablecoin seolah-olah merupakan simpanan yang dijamin FDIC.

Setelah pertemuan tersebut, kelompok industri perbankan mengeluarkan pernyataan bersama yang menekankan: "Kita harus memastikan bahwa setiap legislasi mendukung pemberian kredit lokal kepada keluarga dan usaha kecil, yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga menjaga keamanan dan ketahanan sistem keuangan kita."

Sementara itu, industri kripto tetap khawatir bahwa regulasi yang berlebihan dapat menghambat inovasi. CEO Blockchain Association, Summer Mersinger, berkomentar bahwa acara pada hari Senin tersebut merupakan "langkah penting menuju solusi bipartisan untuk legislasi struktur pasar aset digital."

"Batas merah" dalam proses legislasi kini semakin jelas. Negosiasi saat ini berfokus pada pencarian keseimbangan antara perlindungan stabilitas keuangan dan dorongan inovasi.

Peran Fundamental DeFi

DeFi (keuangan terdesentralisasi) memegang peran fundamental dalam legislasi struktur pasar kripto. Patrick McHenry menegaskan bahwa tanpa DeFi, legislasi terkait "tidak akan dapat berjalan."

Ia juga menyoroti bahwa desentralisasi merupakan alasan utama sistem kripto mampu melampaui keuangan tradisional dalam hal efisiensi, transparansi, dan biaya. Produk pinjaman berbasis token telah menawarkan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman sekuritas tradisional.

Ethereum, sebagai platform utama DeFi, menguasai 58% dari total simpanan di seluruh industri blockchain. Jika termasuk jaringan layer-2 seperti Base, Arbitrum, dan Optimism, pangsa ini melebihi 65%.

Meski terjadi volatilitas pasar baru-baru ini, Ethereum tetap memimpin dalam total value locked (TVL), dengan aplikasi terdesentralisasi terbesar di mainnet-nya menampung lebih dari $2,3 miliar dalam TVL.

Lanskap Regulasi Global

Pembentukan kerangka regulasi pasar kripto di Amerika Serikat bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari tren global. Regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) milik Uni Eropa telah resmi berlaku, menetapkan persyaratan jelas bagi penyedia layanan aset digital yang beroperasi di wilayah UE.

Otoritas pasar keuangan Prancis mengingatkan bahwa berdasarkan MiCA, penyedia layanan aset digital yang sebelumnya beroperasi di Prancis harus memperoleh izin paling lambat 1 Juli 2026, atau menghentikan layanan mereka.

Sementara itu, Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat juga menyesuaikan pendekatan regulasinya. Komisioner SEC, Mark T. Uyeda, menyatakan bahwa SEC telah berhenti menggunakan penegakan hukum sebagai sarana utama untuk menyampaikan pandangan kebijakan, dan kini mendorong program percontohan terbatas melalui pedoman regulasi.

Ia secara khusus menekankan bahwa aturan SEC harus tetap netral secara teknologi, berfokus pada hasil alih-alih proses, serta memastikan perlindungan investor yang memadai.

Dampak Pasar dan Strategi Investor

Kemajuan RUU struktur pasar kripto berdampak langsung pada pasar. Anggota Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller, baru-baru ini menunjukkan bahwa optimisme yang mendorong kenaikan pasar setelah pemilihan Presiden Trump mungkin mulai memudar.

Seiring meningkatnya ketidakpastian regulasi, institusi keuangan besar menyesuaikan posisi risiko mereka untuk manajemen risiko, sehingga memicu aksi jual di pasar.

Pasar derivatif Ethereum mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan lebih lanjut. Premi futures bulanan ETH terhadap spot sekitar 3%, di bawah level netral 5%, yang mengindikasikan kurangnya optimisme di kalangan trader Ethereum.

Bagi investor, situasi saat ini menuntut perhatian lebih terhadap:

  • Potensi dampak perkembangan regulasi terhadap model imbal hasil stablecoin
  • Penyesuaian yang mungkin dilakukan platform kripto utama untuk mematuhi regulasi baru
  • Peluang arbitrase yang muncul akibat perbedaan regulasi di berbagai yurisdiksi
  • Kemampuan adaptasi protokol DeFi dalam kerangka regulasi

Kesimpulan

Harga stablecoin di Gate menunjukkan stabilitas pasar yang relatif. Namun, model distribusi hasil di balik dua stablecoin utama ini telah menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah RUU struktur pasar kripto AS dapat berjalan lancar.

Gedung Putih telah menetapkan tenggat waktu yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan, yakni menuntut kemajuan substansial dalam detail teknis negosiasi legislasi sebelum akhir bulan. Kerangka regulasi pasar kripto AS kini mulai terbentuk, dan hasil akhirnya akan sangat memengaruhi arah pasar aset digital global.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten