Tether Mundur dari Penggalangan Dana Senilai $20 Miliar: Penurunan Laba dan Tantangan Valuasi

Pasar
Diperbarui: 2026-02-10 07:39

Rencana penggalangan dana Tether yang sebelumnya ambisius sebesar $20 miliar kini diam-diam beralih ke target yang lebih realistis setelah para investor mempertanyakan valuasinya yang mencengangkan sebesar $500 miliar.

CEO Paolo Ardoino berkomentar, "Kami tetap puas meski tidak menjual satu lembar saham pun." Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba Tether untuk tahun 2025 turun sekitar 25%.

Pergeseran Strategi Penggalangan Dana

Upaya penggalangan dana Tether dimulai sebagai eksperimen berani dalam menguji selera pasar. Raksasa kripto yang dikenal luas sebagai penerbit stablecoin USDT ini awalnya menargetkan pengumpulan dana sebesar $15–20 miliar saat memulai negosiasi tahun lalu.

Jika berhasil dengan valuasi tersebut, Tether akan masuk jajaran perusahaan swasta paling bernilai di dunia.

Namun, pasar merespons dengan hati-hati. Menghadapi valuasi yang diajukan sebesar $500 miliar, sebagian besar calon investor menunjukkan keraguan dan skeptisisme.

Para penasihat akhirnya harus menyesuaikan strategi, beralih ke rencana yang lebih moderat dengan target sekitar $5 miliar—seperempat dari target awal.

Kontroversi Valuasi

Keraguan terhadap valuasi Tether sebesar $500 miliar muncul dari berbagai perbandingan dan pengamatan ketat. Label harga sebesar itu akan menempatkan Tether sejajar dengan raksasa teknologi global seperti OpenAI, SpaceX, dan ByteDance.

CEO Paolo Ardoino memiliki alasan tersendiri terkait valuasi tersebut. Ia membandingkan dengan perusahaan AI yang sedang naik daun namun merugi: "Perusahaan AI menghasilkan laba sebesar kami, hanya saja angka mereka negatif."

Pada tahun 2025, Tether membukukan laba sekitar $10 miliar, terutama dari hasil investasi aset cadangan besar yang mendukung USDT.

Berbeda dengan perusahaan teknologi yang masih membakar kas demi pertumbuhan masa depan, Tether sudah menjadi perusahaan kaya kas dengan profitabilitas tinggi. Namun, logika ini belum sepenuhnya meyakinkan para investor.

Pendorong Laba

Penurunan laba Tether sebesar 25% pada tahun 2025 disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan.

Faktor utama adalah meredanya pasar kripto secara keseluruhan. Ketika para trader mulai menghindari aset berisiko tinggi, pasar mengalami penurunan signifikan setelah optimisme regulasi awal pasca terpilihnya Trump. Sebagai penerbit stablecoin yang berperan sebagai "infrastruktur" pasar, Tether pun terkena imbasnya.

Paolo Ardoino menyebutkan bahwa sebagian penurunan laba disebabkan oleh turunnya harga Bitcoin. Ia juga mencatat bahwa perusahaan memperoleh $8–10 miliar dari kepemilikan emasnya.

Meski laba menurun, fundamental Tether tetap kokoh. Pada kuartal IV 2025, kapitalisasi pasar USDT tumbuh menjadi $187,3 miliar, dengan total cadangan naik menjadi $192,9 miliar.

Strategi Cadangan

Manajemen cadangan Tether kini semakin menyerupai "sovereign wealth fund". Perusahaan ini telah menjadi salah satu penghubung paling penting antara sistem keuangan global dan dunia kripto.

Tether kini menjadi salah satu pemegang Surat Utang Negara AS terbesar di dunia, serta berperan semakin signifikan di pasar emas. Hingga akhir 2025, cadangan emas Tether mencapai 127,5 metrik ton.

Menurut laporan Jefferies, pada 31 Januari 2026, cadangan emas Tether meningkat lagi menjadi sekitar 148 ton, dengan nilai lebih dari $23 miliar. Hal ini menempatkan Tether di antara 30 pemegang emas terbesar di dunia.

Angka-angka ini tampaknya mendukung klaim Ardoino bahwa Tether berencana mengalokasikan 10% hingga 15% portofolionya ke emas fisik.

Tantangan Pasar dan Regulasi

Kekhawatiran investor tidak hanya soal valuasi, tetapi juga berfokus pada isu regulasi dan transparansi yang telah lama membayangi Tether. Sejak didirikan pada 2014, perusahaan ini terus mendapat sorotan terkait dugaan penggunaan tokennya untuk aktivitas ilegal dan transparansi cadangan asetnya.

Meski kini Tether merilis laporan atestasi cadangan setiap kuartal melalui BDO Italia, perusahaan ini belum pernah menjalani audit independen secara menyeluruh. Isu yang belum terselesaikan ini masih menjadi kekhawatiran utama bagi investor.

Pada akhir 2025, S&P Global Ratings menurunkan peringkat cadangan Tether ke tingkat terendah dalam sistemnya, dengan alasan meningkatnya eksposur perusahaan terhadap aset sangat volatil seperti Bitcoin dan emas.

Tanggapan Ardoino pun terkesan menantang: "Kami mengenakan kebencian Anda sebagai lencana kehormatan."

Perspektif Platform Gate: Peluang Trading di Tengah Volatilitas

Setelah gelombang likuidasi pada Oktober 2025, stablecoin dan kelas aset terkait menunjukkan dinamika perdagangan baru. Meski volatilitas meningkat, stablecoin utama seperti USDT tetap menunjukkan ketahanan luar biasa.

Ambil contoh token Tether berbasis emas, XAUT. Cadangan emas fisik yang mendasarinya kini telah melampaui $23 miliar. Di masa ketika pasar mencari aset lindung nilai dan penyimpan nilai, aset seperti ini kerap menjadi pusat perhatian.

Bahkan saat terjadi koreksi harga emas baru-baru ini, kontrak XAUT di Gate tetap mencatat volume perdagangan 24 jam di kisaran $300–500 juta, menjadikannya salah satu aset sejenis paling aktif diperdagangkan di dunia.

Bagi para trader, memahami pergeseran strategi dan fundamental penerbit utama seperti Tether sangat penting untuk menavigasi pergerakan harga aset. Volatilitas pasar membawa risiko sekaligus peluang.

Kesimpulan

Per 10 Februari 2026, USDT diperdagangkan di harga $0,999268 di Gate, tetap menjaga keterikatan erat dengan dolar AS dan terus berfungsi sebagai "mata uang cadangan" pasar kripto global.

Sembari menyesuaikan strategi penggalangan dana, Tether diam-diam telah menjadi pemegang Surat Utang Negara AS terbesar ketujuh, dan cadangan emasnya kini melampaui negara-negara seperti Australia dan UEA. Dengan caranya sendiri, Tether secara perlahan membentuk ulang jembatan antara keuangan tradisional dan dunia kripto.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten