Polymarket Memperkirakan Peluang 66% BTC Turun ke USD 50.000 Tahun Ini—Apa yang Memicu Kepanikan Pasar?

Pasar
Diperbarui: 2026-02-13 13:58

13 Februari 2026 ternyata menjadi hari lain di mana para pelaku pasar kripto membutuhkan "ketenangan." Berdasarkan data dari platform prediksi terdesentralisasi Polymarket, probabilitas Bitcoin turun ke $50.000 tahun ini telah naik menjadi 66%. Angka ini tidak hanya mencerminkan sentimen bearish yang mendominasi pasar kripto, tetapi juga menandakan bahwa ekspektasi akan reli bullish jangka pendek Bitcoin telah meredup dengan cepat sejak akhir 2025.

Menyebarnya Pesimisme: Dari "Rebound" ke "Safe Haven"

Per 13 Februari, data pasar Gate menunjukkan harga Bitcoin (BTC/USDT) berada di $67.300, turun 0,57% dalam 24 jam terakhir. Meskipun harga bertahan di kisaran $67.000, kurangnya kepercayaan pasar sangat terasa.

Data Polymarket berfungsi sebagai cermin yang merefleksikan kondisi psikologis investor yang penuh konflik. Sementara probabilitas BTC turun ke $50.000 mencapai 66%, menariknya, peluang untuk rebound ke $80.000 tahun ini juga berada di 68%, dengan kemungkinan mencapai $90.000 sebesar 52%. Angka-angka yang tampak kontradiktif ini—"takut tidak terjadi, tapi juga takut terjadi"—menyoroti kondisi pasar yang sangat sensitif dan tarik-menarik antara kubu bullish dan bearish.

"Kapitulasi" Standard Chartered: Pemangkasan Target Harga Secara Tajam

Perubahan sikap institusi keuangan tradisional turut memperburuk sentimen pasar belakangan ini. Standard Chartered, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu bank paling bullish di sektor kripto, tiba-tiba melakukan perubahan haluan. Geoffrey Kendrick, Global Head of Digital Assets Research di bank tersebut, menyatakan dalam sebuah laporan: "Kami memperkirakan penurunan lebih lanjut bergaya ‘kapitulasi’ dalam beberapa bulan mendatang."

Standard Chartered memperingatkan bahwa sebelum Bitcoin menemukan level support yang kuat, harga kemungkinan akan menguji area $50.000 terlebih dahulu. Pada saat yang sama, bank ini memangkas target harga Bitcoin akhir 2026 dari $150.000 menjadi $100.000—pemangkasan tajam dari proyeksi optimistis $300.000 yang disampaikan beberapa bulan lalu.

Perubahan sikap ini didorong oleh dua faktor utama:

  1. Arus Keluar ETF yang Berkelanjutan: ETF spot Bitcoin AS baru-baru ini mengalami arus keluar bersih yang signifikan, menandakan modal tradisional mulai beralih ke aset yang lebih aman.
  2. Lingkungan Makro yang Melemah: Data inflasi AS (CPI) yang akan segera dirilis menambah ketidakpastian pasar. Banyak trader khawatir kenaikan inflasi secara tak terduga dapat memperkuat kebijakan suku bunga tinggi The Fed dalam jangka waktu lebih lama, sehingga menekan valuasi aset berisiko.

Pedang Damocles Ekonomi Makro

Pada Jumat, 13 Februari (waktu Asia), pasar kripto sempat stabil usai penurunan pasar saham AS semalam, namun situasi ini lebih terasa seperti ketenangan sebelum badai. Seluruh perhatian kini tertuju pada rilis data inflasi AS bulan Januari yang sudah di depan mata. Data ketenagakerjaan yang panas sebelumnya telah memupus harapan akan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Tekanan makroekonomi tidak hanya dirasakan Bitcoin; seluruh pasar aset berisiko juga ikut tertekan. Saham Coinbase turun untuk hari ketiga berturut-turut, ditutup melemah sekitar 8% pada Kamis di level $141, memperlebar penurunan sejak awal tahun menjadi 37%. Bursa kripto terbesar di AS ini melaporkan kerugian Q4 sebesar $667 juta, menyoroti dampak langsung penurunan harga token terhadap aktivitas perdagangan.

Data On-Chain Mengindikasikan "Titik Balik Siklus"

Selain tekanan makro, data on-chain Bitcoin juga mengirimkan sinyal yang mengingatkan pada titik balik siklus historis. Analis CryptoQuant mencatat bahwa meski beberapa indikator menunjukkan adanya "koreksi jangka menengah," level ekstrem yang biasanya menandai "bottom" yang kuat belum tercapai.

Profitabilitas pemegang jangka panjang turun tajam dari puncaknya pada Oktober tahun lalu, mendekati titik impas. Menurut para analis, sejarah menunjukkan bahwa dasar pasar bearish sejati sering kali bertepatan dengan kerugian 30% hingga 40% pada pemegang jangka panjang. Ini mengindikasikan pasar mungkin masih memerlukan "shakeout" lebih lanjut sebelum bottom benar-benar terbentuk.

Bagaimana Memahami "Permainan Probabilitas" Polymarket?

Penting untuk dicatat bahwa prediksi di Polymarket bersifat independen satu sama lain. Setiap rentang harga (misalnya turun ke $50.000 atau rebound ke $80.000) merupakan pasar "ya atau tidak" yang terpisah. Oleh karena itu, peluang 66% untuk turun ke $50.000 dan 68% untuk rebound ke $80.000 bukanlah hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, ini menyoroti volatilitas dan perbedaan pandangan yang tinggi di pasar—investor percaya BTC bisa turun dalam sebelum berbalik naik di tahun yang sama.

Gate Insights: Support dan Risiko Terkini

Dari sisi teknikal, analis pasar IG Australia mencatat bahwa selama Bitcoin bertahan di atas moving average 200 minggu di kisaran $58.000, masih ada potensi rebound menuju zona resistance $73.000–$75.000. Namun, jika harga terus menembus di bawah area kunci $60.000–$58.000, maka jalan menuju penurunan lebih lanjut bisa terbuka, dengan support berikutnya kemungkinan di kisaran $40.000.

Bagi investor yang bertransaksi di Gate, kondisi pasar saat ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Di Gate, diskusi seputar "buy the dip" versus "setting stop-loss" semakin memanas. Beberapa pihak berpendapat, karena Standard Chartered memprediksi Bitcoin akan turun ke $50.000 sebelum rebound ke $100.000, strategi seperti "dollar-cost averaging" atau menetapkan stop-loss ketat di level saat ini bisa menjadi cara rasional untuk menghadapi volatilitas tinggi.

Ringkasan

Pada 13 Februari 2026, prediksi bearish 66% dari Polymarket meredam optimisme, namun ekspektasi rebound 68% tetap menyalakan harapan. Bitcoin kini berada di persimpangan sekitar $67.000—terjepit antara tekanan makroekonomi dan sinyal peringatan on-chain.

Apakah Bitcoin nantinya turun ke $50.000 atau rebound ke atas $80.000, pasar saat ini mengingatkan kita: dalam bertransaksi di Gate, manajemen risiko selalu lebih penting daripada sekadar prediksi harga. Sambil menanti rilis data kunci, sikap hati-hati bisa jadi strategi terbaik untuk menavigasi "tanah tak bertuan" ini.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten