Selama koreksi "mini bear market" baru-baru ini di sektor kripto, aktivitas whale sering menjadi indikator utama sentimen pasar. Di tengah tekanan yang terus berlangsung pada harga Ethereum, perusahaan publik Bitmine—yang dikenal dengan strategi treasury Ethereum-nya—menunjukkan keyakinan kuat terhadap nilai jangka panjang ETH melalui aksi yang tegas. Sementara itu, strategis Wall Street terkemuka sekaligus Chairman Bitmine, Thomas "Tom" Lee, kembali membagikan pandangan optimisnya mengenai fundamental Ethereum. Artikel ini memanfaatkan data terbaru dari platform Gate untuk mengupas logika mendalam di balik perkembangan tersebut.
Bitmine Ekspansi Melawan Tren: Kepemilikan ETH Capai 3,66% dari Pasokan
Berdasarkan pengungkapan terbaru, per 22 Februari 2026, aset kripto dan kas gabungan Bitmine telah melonjak menjadi USD 9,6 miliar. Yang paling menonjol, perusahaan menambah kepemilikan sebanyak 51.162 ETH pada minggu lalu, meski pasar sedang mengalami penurunan. Kini, total posisi Ethereum Bitmine mencapai 4.422.659 ETH, setara dengan 3,66% dari total pasokan Ethereum saat ini.

Kepemilikan Ethereum, sumber: strategicethreserve
Data kepemilikan terperinci menunjukkan Bitmine tidak hanya memiliki posisi spot yang besar, tetapi juga sangat aktif dalam mengamankan jaringan Ethereum. Dari total kepemilikan ETH, sebanyak 3.040.483 token telah distaking, dengan nilai sekitar USD 6 miliar berdasarkan harga saat ini. Strategi "hold and stake" ini menegaskan kepercayaan jangka panjang Bitmine terhadap Ethereum sekaligus menghasilkan arus kas stabil bagi perusahaan—pendapatan staking tahunan kini mencapai sekitar USD 171 juta.
Tom Lee: "Tidak Menyesal Membeli"—Tiga Penggerak Utama Masa Depan ETH
Aksi akumulasi Bitmine didorong oleh perspektif makro tajam dari Chairman Tom Lee. Menanggapi penurunan harga ETH lebih dari 30% dari puncaknya baru-baru ini, Tom Lee menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa pasar sedang mengalami "mini winter"—bukan awal bear market berkepanjangan, melainkan peluang bagi investor untuk membangun posisi secara bertahap.
Menjawab skeptisisme tentang "membeli terlalu dini", Tom Lee menegaskan bahwa ia "tidak menyesal", dengan alasan harga Ethereum belum mencerminkan utilitas tinggi dan peran sentralnya dalam sistem keuangan masa depan. Ia menyebut tahun 2026 sebagai "tahun penentu" bagi Ethereum dan menguraikan tiga mesin utama yang mendukung pandangan fundamental bullish-nya:
- Tokenisasi Wall Street (RWA): Tokenisasi aset dunia nyata (RWA) muncul sebagai salah satu use case terbesar blockchain. Sebagai platform smart contract paling matang, Ethereum menyerap arus aset on-chain besar dari institusi keuangan tradisional.
- Artificial Intelligence & Agent Economy (AI & AI Agents): Pembayaran, penyelesaian, dan eksekusi oleh agen AI membutuhkan infrastruktur blockchain yang kuat. Keamanan dan komposabilitas Ethereum menjadikannya lapisan settlement yang tak tergantikan bagi ekonomi berbasis AI.
- Kebutuhan Verifikasi Ekonomi Kreator: Di era ledakan konten, kreator semakin membutuhkan solusi terdesentralisasi dan transparan untuk verifikasi hak cipta dan distribusi pendapatan. Ethereum memenuhi kebutuhan tersebut.
Tom Lee melihat faktor-faktor ini sebagai fondasi nilai jangka panjang Ethereum, bahkan memprediksi ETH pada akhirnya dapat menyamai rasio harga historis Bitcoin, dengan potensi mencapai USD 12.000 hingga USD 22.000.
Sentimen Pasar vs. Teknikal: Analisis ETH di Platform Gate
Meski fundamental positif, sentimen pasar tetap bercampur. Data pasar Gate menunjukkan per 24 Februari 2026, Ethereum (ETH) diperdagangkan di harga USD 1.831,38. Dalam 24 jam terakhir, harga ETH turun 1,82%, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar USD 434,46 juta, kapitalisasi pasar saat ini USD 231,09 miliar, dan pangsa pasar 9,70%.
Secara teknikal, ETH berada di level psikologis penting. Analis mencatat setelah penurunan tajam, Ethereum membentuk pola konsolidasi segitiga, menandakan volatilitas yang meningkat ke depan. Harga saat ini terus menguji rentang USD 1.800–USD 1.950. Meski grafik harian masih di bawah moving average 50 hari (sekitar USD 2.683) dan dalam kanal turun, data on-chain menunjukkan hal berbeda: ketika investor ritel panik, alamat whale justru melakukan akumulasi agresif. Data menunjukkan lebih dari USD 490 juta ETH baru-baru ini berpindah dari exchange ke wallet yang baru dibuat, mengindikasikan "smart money" aktif membangun posisi di level saat ini.
Perlu dicatat, transfer terbaru oleh co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, sempat memicu tekanan psikologis jangka pendek di pasar. Namun, mengingat kepemilikan keseluruhan yang sangat besar, langkah tersebut berdampak minim terhadap likuiditas—lebih sebagai pemicu emosional daripada perubahan fundamental.
Menatap ke Depan: Menemukan Titik Nilai di Tengah Volatilitas
Bagi investor, kondisi pasar saat ini penuh tantangan sekaligus peluang. Akumulasi berkelanjutan Bitmine dan optimisme Tom Lee yang tak tergoyahkan merupakan taruhan jangka panjang atas pemulihan nilai ETH. Mereka percaya, baik sebagai aset staking penghasil yield maupun bahan bakar utama ekonomi on-chain masa depan, zona harga USD 1.800 saat ini menawarkan nilai alokasi yang signifikan.
Model prediksi harga Gate menunjukkan tahun 2026 bisa menjadi titik balik bagi ETH untuk mencapai bottom dan rebound. Meski harga jangka pendek mungkin berfluktuasi antara USD 1.104 hingga USD 2.474, dengan rata-rata harga yang diharapkan sebesar USD 1.903,51, pada 2030, seiring ledakan aplikasi di ekosistem, harga ETH berpotensi bergerak ke rentang yang jauh lebih tinggi.
Singkatnya, akumulasi Bitmine bukan sekadar manuver finansial—melainkan taruhan strategis atas narasi Tom Lee tentang "RWA, AI, ekonomi kreator". Bahkan di bawah bayang-bayang "mini bear market", penentu utama potensi masa depan sebuah aset tetap pada nilai fundamentalnya yang tak tergantikan. Bagi investor sehari-hari, daripada mencoba menebak titik terendah, lebih bijak membangun posisi secara bertahap melalui platform compliant seperti Gate, bermitra dengan waktu, dan sabar menanti mekarnya siklus berikutnya.


