Pada Februari 2026, pasar mencatat kontraksi yang signifikan dalam suplai USDT, stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Berdasarkan data pasar yang teragregasi, penurunan ini merupakan salah satu yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir dan terjadi bersamaan dengan periode peningkatan volatilitas di seluruh pasar kripto. Estimasi menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar USDT menurun sekitar $1,5–1,7 miliar selama bulan tersebut — skala yang sebanding dengan gejolak yang terjadi setelah runtuhnya FTX pada 2022.
Hingga pertengahan Februari, kapitalisasi pasar USDT berfluktuasi di kisaran sekitar $183–185 miliar, turun dari level di atas $187 miliar yang tercatat pada akhir 2025. Angka-angka ini didasarkan pada pelacak pasar publik dan dapat sedikit berbeda tergantung pada metodologi yang digunakan. Secara keseluruhan, data menunjukkan fase penyesuaian suplai, bukan krisis sistemik dalam sektor stablecoin.
Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar stablecoin terus melampaui $300 miliar, menurut platform analitik terbuka. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap instrumen digital yang berdenominasi dolar tetap kuat, meskipun likuiditas bergeser antar aset individual.
Alasan Potensial di Balik Kontraksi Suplai USDT
Penurunan suplai USDT tampaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, koreksi pasar kripto yang lebih luas mendorong investor untuk mengambil sikap yang lebih hati-hati. Di tengah fluktuasi harga pada aset utama seperti Bitcoin, sebagian pelaku pasar mungkin melakukan rebalancing portofolio atau mengurangi eksposur terhadap stablecoin tertentu.
Kedua, persaingan dalam segmen stablecoin terus meningkat. Investor semakin mendiversifikasi likuiditas ke berbagai penerbit, sehingga mengurangi konsentrasi pada satu token saja. Hal ini mencerminkan perkembangan struktur pasar, bukan hilangnya kepercayaan secara langsung terhadap satu aset tertentu.
Perkembangan regulasi di beberapa yurisdiksi, termasuk Eropa di bawah kerangka MiCA, juga dapat memengaruhi pola penggunaan regional. Meski dampaknya sulit diukur secara pasti, indikator tidak langsung menunjukkan adanya dinamika permintaan yang berkembang di berbagai pasar.
Pertumbuhan Stablecoin Alternatif
Di tengah kontraksi suplai USDT, USDC memperkuat posisinya. Kapitalisasi pasarnya pada Februari diperkirakan berada di kisaran $75–77 miliar, mencerminkan momentum positif sejak awal tahun. Tren ini menunjukkan redistribusi likuiditas dalam sektor stablecoin, bukan keluarnya modal dari kelas aset tersebut secara keseluruhan.
Permintaan terhadap stablecoin alternatif sangat terlihat di sektor decentralized finance, di mana transparansi cadangan, frekuensi audit, dan posisi regulasi menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pengguna. Meski demikian, USDT tetap mempertahankan aktivitas yang signifikan pada jaringan seperti Ethereum dan TRON, yang menyumbang porsi besar volume transaksi stablecoin. Hal ini mendukung pandangan bahwa pergeseran saat ini merupakan rebalancing pangsa pasar, bukan penurunan tajam relevansi USDT secara keseluruhan.
Dampak terhadap Likuiditas dan Volatilitas
Stablecoin berfungsi sebagai lapisan penyelesaian utama di platform perdagangan terpusat maupun terdesentralisasi. Akibatnya, perubahan suplai dapat memengaruhi kedalaman order book dan aktivitas perdagangan secara keseluruhan. Secara historis, periode kontraksi suplai stablecoin sering bertepatan dengan volatilitas yang lebih tinggi, meski hubungan sebab-akibatnya tidak selalu jelas.
Jika tren penurunan suplai USDT saat ini berlanjut, hal tersebut berpotensi berkontribusi pada fluktuasi harga jangka pendek dan rotasi modal lebih lanjut di antara aset digital. Namun, data saat ini tidak menunjukkan adanya ketidakstabilan sistemik. Pasar stablecoin secara keseluruhan tetap berada di dekat level rekor, menegaskan permintaan yang berkelanjutan terhadap instrumen kripto yang dipatok dolar.
Kesimpulan
Februari 2026 dapat dipandang sebagai fase penyesuaian struktural dalam pasar stablecoin. Dinamika seputar USDT mencerminkan perubahan keseimbangan likuiditas dan meningkatnya persaingan antar penerbit. Dengan kapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan yang tetap di atas $300 miliar, perkembangan saat ini tampaknya merupakan alokasi ulang modal, bukan krisis di seluruh sektor.
Ke depan, pelaku pasar kemungkinan akan memantau perubahan kapitalisasi pasar USDT dan stablecoin alternatif, serta kondisi likuiditas secara umum pada pasangan perdagangan utama yang melibatkan Bitcoin dan aset digital terkemuka lainnya.


