Pada hari perdagangan pertama bulan Juni 2026, pasar kripto mengalami guncangan yang dramatis. Berdasarkan data pasar Gate, Bitcoin (BTC) ditutup pada level $65.900 pada 3 Juni, mencatat penurunan 24 jam sebesar 7,1% dan menyentuh titik terendah baru sejak 5 April. Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, juga tidak luput dari tekanan, turun 8,3% pada periode yang sama ke kisaran $1.830.
Penurunan mendadak ini memicu gelombang likuidasi yang sangat besar. Data menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, lebih dari 250.000 trader mengalami likuidasi di seluruh pasar, dengan total nilai likuidasi mencapai $1,613 miliar—menjadi peristiwa likuidasi harian terbesar sejak Februari 2026. Open interest pada kontrak berjangka anjlok dari sekitar $42 miliar menjadi sekitar $25 miliar, dan funding rate berbalik negatif, menandakan perubahan sentimen pasar yang sangat ekstrem.
Di balik kejatuhan ini terdapat kombinasi faktor-faktor bearish yang saling memperkuat. Ketegangan yang terus berlangsung di Iran, pemegang publik terbesar Strategy yang memperlambat akumulasi Bitcoin dan bahkan mempertimbangkan penjualan, arus keluar bersih yang berkelanjutan dari ETF spot, serta pernyataan hawkish dari anggota FOMC The Fed—seluruh katalis negatif ini muncul secara bersamaan, memicu rangkaian likuidasi dan deleveraging paksa. Dari sisi geopolitik, Iran mengumumkan pada 1 Juni bahwa mereka akan menangguhkan pembicaraan dengan AS dan mengancam akan memblokir Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb—dua jalur pelayaran yang secara total mencakup sekitar 33% perdagangan minyak mentah laut dunia. Akibatnya, harga minyak melonjak mendekati $100 per barel. Chief Investment Officer Bitwise secara lugas menyatakan bahwa kripto sedang mengalami transisi menyakitkan dari perdagangan berbasis momentum menjadi "taruhan kontrarian".
Data Pasar Prediksi Gate: Modal Bertaruh BTC Turun di Bawah $65.000 pada Juni
Di tengah volatilitas yang tinggi ini, pasar prediksi Gate menjadi jendela utama untuk melihat ekspektasi pasar yang nyata. Sebagai bursa terpusat (CEX) pertama yang terintegrasi dengan Polymarket, Gate mempertahankan keunggulan dalam partisipasi pengguna maupun aktivitas pasar di ranah prediksi.
Per 3 Juni, data terbaru dari pasar prediksi Gate menunjukkan kecenderungan bearish yang sangat kuat. Probabilitas BTC turun di bawah $65.000 pada Juni melonjak hingga 93%, menandakan keyakinan tinggi pelaku pasar bahwa Bitcoin akan melemah lebih jauh. Probabilitas penurunan di bawah $62.500 berada di angka 67%, dengan lebih dari separuh taruhan memperkirakan pergerakan turun berlanjut dalam jangka menengah. Bahkan peluang BTC menembus batas $60.000 tercatat 44%, menunjukkan skenario penurunan ekstrem masih dipertimbangkan.
Dari sisi potensi kenaikan, pasar tampak jauh lebih ragu-ragu. Probabilitas BTC menembus $70.000 pada Juni hanya 56%—sedikit di atas setengah—mengindikasikan ketidakpastian besar terkait rebound di atas level tersebut. Peluang menembus $72.500 turun lebih jauh ke 38%, memperlihatkan minimnya optimisme, sementara probabilitas bergerak di atas $75.000 hanya 23%, mencerminkan kepercayaan yang sangat terbatas bahwa Bitcoin akan kembali menguat atau mencetak rekor baru dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, angka-angka ini memberikan sinyal yang jelas: narasi pasar yang dominan adalah "risiko penurunan lebih besar daripada potensi kenaikan". Bahkan jika terjadi rebound teknikal jangka pendek, pasar tidak memperkirakan reli akan mampu mempertahankan harga di atas $72.000. Sebaliknya, mayoritas taruhan justru mengarah pada pergerakan bertahap menuju $65.000 atau bahkan lebih rendah.
Dibandingkan dengan data pasar prediksi Gate per 1 Juni—di mana probabilitas BTC bertahan di atas $68.000 hampir 100% dan di atas $72.000 sekitar 95%—pasar jelas tidak siap menghadapi penurunan tajam di dua hari pertama Juni. Ekspektasi beralih sangat cepat dari "bertahan di $70.000" menjadi "menembus di bawah $65.000", dengan perubahan sentimen yang sangat drastis.
Kebijakan Makro dan Likuiditas: Kondisi Ketat Batasi Potensi Kenaikan Harga
Saat ini, kendala terbesar yang dihadapi pasar Bitcoin bukan berasal dari dalam industri kripto, melainkan dari tekanan sistemik di lingkungan kebijakan makro.
Rapat FOMC The Federal Reserve pada 16–17 Juni menjadi agenda makro paling penting bulan ini. Berdasarkan CME FedWatch dan data agregat Polymarket, pasar memperkirakan probabilitas 98,2% hingga 98,6% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Juni. Ekspektasi pemangkasan suku bunga yang cepat memudar pada kuartal sebelumnya membuat likuiditas global tetap ketat sepanjang kuartal III, sehingga menekan valuasi aset kripto yang sensitif terhadap suku bunga.
Sinyal yang lebih mengkhawatirkan datang dari pernyataan hawkish anggota FOMC, Loretta Mester. Pada 2 Juni, Presiden Fed Cleveland ini secara terbuka menyatakan bahwa jika tekanan inflasi berlanjut, The Fed mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kekhawatiran ini beralasan—data lowongan kerja JOLTS AS untuk April melonjak ke 7,62 juta, jauh di atas perkiraan 6,87 juta, menandakan pasar tenaga kerja masih sangat kuat dan inflasi berbasis upah kecil kemungkinan segera mereda. Data CME FedWatch kini menunjukkan probabilitas 6,3% kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli, naik dari hampir nol sebelumnya. Pasar futures suku bunga mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, bukan penurunan—sebuah sinyal penting bagi aset berisiko.
Kondisi likuiditas pun tidak kalah mengkhawatirkan. ETF Bitcoin spot mengalami siklus arus keluar terparah sejak awal bull market saat ini. Dalam 10 hari perdagangan terakhir, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar hampir $3 miliar, dengan arus masuk tahun berjalan (year-to-date) kini negatif—penarikan dana terbaru telah melampaui total arus masuk sebelumnya. Dalam satu pekan saja, 25–29 Mei, ETF Bitcoin spot mencatat net redemption sebesar $1,42 miliar, menjadi arus keluar mingguan ketiga terbesar sepanjang sejarah produk ini. Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, secara tegas menyatakan bahwa pasar kripto saat ini sedang mengalami siklus arus keluar modal, dan pasar bearish Bitcoin kemungkinan akan berlanjut.
Sementara itu, pemegang publik terbesar dunia, Strategy (MSTR), secara signifikan memperlambat akumulasi spot. Karena rasio harga saham terhadap adjusted net asset value perusahaan turun di bawah ambang 1,22x yang diperlukan untuk penawaran at-the-market (ATM), saluran utama perusahaan untuk menambah BTC sementara tertutup, sehingga permintaan dari korporasi juga melemah.
Bull vs Bear: Institusi Tetap Optimistis Jangka Panjang, Tekanan Teknikal Jangka Pendek Berlanjut
Meski tekanan jangka pendek semakin besar, pandangan pasar terhadap nilai jangka panjang BTC belum sepenuhnya berubah menjadi bearish. Bernstein tetap mempertahankan target harga $150.000 untuk 2026 dan memperkirakan siklus bull bisa diperpanjang, dengan ekspektasi pembelian institusi secara bertahap akan menyerap aksi jual panik dari ritel. Raksasa manajemen aset Ric Edelman memproyeksikan Bitcoin akan naik 50% hingga 100% pada 2026, mencapai setinggi $180.000. Blade, melalui model ChainGPT, juga menawarkan pandangan serupa: 2026 bisa menjadi awal pembalikan bull market baru.
Namun, sinyal teknikal jangka pendek mengindikasikan risiko penurunan lebih lanjut. Analis Benjamin Cowen memperkirakan setelah rebound singkat ke kisaran $70.000, Bitcoin kemungkinan akan menguji ulang level terendah Februari 2026 di sekitar $60.000. PlanB juga sependapat, memperkirakan probabilitas BTC menembus di bawah $61.000 lebih dari 50%. Michael van de Poppe menyatakan dengan jelas: jika BTC gagal bertahan di support $71.000, harga bisa turun ke kisaran $61.000 hingga $65.000.
Dari sisi regulasi, terdapat beberapa katalis positif jangka panjang, meski belum cukup untuk menahan risiko penurunan jangka pendek. Awal Juni, CFTC menyetujui produk Bitcoin perpetual futures teregulasi pertama di AS, menandai langkah penting menuju kepatuhan di pasar derivatif kripto. SEC juga merilis draft rencana strategis untuk tahun fiskal 2026–2030, yang untuk pertama kalinya secara eksplisit memuat kerangka regulasi aset digital dan koordinasi yurisdiksi dengan CFTC. Pada akhir Mei, anggota parlemen bipartisan AS memperkenalkan American Reserve Modernization Act (ARMA), mengusulkan pemerintah secara bertahap membangun cadangan strategis Bitcoin nasional hingga 1 juta BTC dalam lima tahun. Jika disahkan, RUU ini akan mendefinisikan ulang dinamika pasokan jangka panjang Bitcoin.
Linimasa Kejadian Penting dan Level Harga Kritis Juni
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor di atas, arah pergerakan Bitcoin pada Juni akan sangat bergantung pada hasil dari beberapa peristiwa utama berikut:
- Data inflasi CPI/PPI bulan Mei yang dirilis pada 10 Juni. Jika angkanya di bawah ekspektasi, aset berisiko bisa mengalami relief rally jangka pendek.
- Rapat FOMC dan transisi ketua The Fed (Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell) pada 16–17 Juni. Meski keputusan suku bunga hampir pasti tetap, bahasa pernyataan kebijakan dan dot plot akan sangat menentukan ekspektasi pasar.
- Apakah arus keluar ETF spot dapat berbalik pada pertengahan hingga akhir Juni. Hingga awal Juni, belum ada tanda-tanda stabilisasi pada arus keluar bersih ETF BTC.
Dari sisi teknikal, zona harga paling krusial untuk diamati adalah: support jangka pendek di sekitar $67.000 (yang sudah ditembus awal pekan ini), target jangka menengah di kisaran $65.000 hingga $62.500 (dengan probabilitas pasar prediksi Gate masing-masing 83% dan 57%), serta support psikologis kuat di $60.000 (probabilitas 34%). Untuk sisi kenaikan, pertanyaan utamanya adalah apakah BTC mampu kembali ke level $70.000—dan saat ini, pasar belum menunjukkan optimisme.
Gate terus memperluas pengaruhnya di ranah pasar prediksi. Pengguna dapat langsung mengakses halaman Polymarket dari bagian Alpha di beranda aplikasi Gate dan berpartisipasi dalam prediksi peristiwa menggunakan USDT dari akun exchange mereka, memungkinkan transisi mulus dari prediksi harga ke aktivitas trading.
Kesimpulan
Berdasarkan data pasar Gate dan arus modal terbaru di pasar prediksi Gate, ekspektasi BTC untuk Juni saat ini ditandai oleh bias bearish yang jelas dan ketidakpastian yang meningkat. Dengan 83% taruhan pasar prediksi mengarah pada penurunan di bawah $65.000, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang meningkat, arus keluar ETF yang berlanjut, ketegangan geopolitik, serta probabilitas rebound di atas $70.000 yang kini jauh di bawah level awal bulan—seluruh indikator ini menunjukkan kemungkinan besar Bitcoin akan tetap bergerak lemah atau bahkan menguji level lebih rendah pada Juni. Pertarungan antara bull dan bear kemungkinan akan memuncak setelah rilis CPI pertengahan Juni dan hasil rapat FOMC. Investor disarankan untuk terus memantau variabel-variabel utama ini dan mengelola posisi serta risiko secara cermat.




