Kapitalisasi Pasar Micron Lampaui USD 1 Triliun untuk Pertama Kalinya! Trump Tunjukkan Optimisme, UBS Tetapkan Target Harga USD 1.625

Pasar
Diperbarui: 2026/05/27 03:19

26 Mei 2026 menandai momen bersejarah lainnya bagi pasar saham Amerika Serikat. Saham Micron Technology, produsen chip memori terbesar di Amerika, melonjak hingga 18,7% secara intraday, mencapai rekor tertinggi di angka $891,27 dan mendorong kapitalisasi pasarnya melampaui US$1 triliun untuk pertama kalinya. Pada penutupan perdagangan, Micron berakhir di $895,88, naik sebesar 19,29%—kenaikan harian terbesar sejak November 2011. Sepanjang tahun berjalan, saham Micron telah meroket sekitar 213%, melesat dari $285,41 di akhir 2025 ke puncak terbaru bulan lalu di $895,55.

Beberapa hari sebelum reli saham Micron, Presiden Trump secara terbuka memuji perusahaan tersebut dalam sebuah kampanye besar di Suffern, New York, menyebutnya "sangat hebat" dan menyoroti investasi mereka yang bernilai ratusan miliar dolar di Amerika Serikat. Dukungan ini, dikombinasikan dengan laporan optimis dari UBS, memicu lonjakan tajam saham Micron. Saham produsen chip memori lain seperti Samsung Electronics dan SK Hynix juga mencatat kenaikan signifikan, membantu Indeks Philadelphia Semiconductor mencapai rekor tertinggi baru.

UBS Naikkan Target Harga ke $1.625: Dari "Saham Siklis" Menjadi Revaluasi "Saham Pertumbuhan"

Pemicu utama di balik lonjakan dramatis Micron adalah keputusan analis UBS, Timothy Arcuri, yang hampir melipatgandakan target harga Micron dari $535 menjadi $1.625—tertinggi di antara 46 perusahaan sekuritas yang memantau saham ini. Berdasarkan target tersebut, kapitalisasi pasar Micron bisa mencapai sekitar US$1,8 triliun dalam 12 bulan, melampaui Meta dan Tesla untuk menjadi perusahaan publik ketujuh terbesar di AS.

Inti dari tesis UBS bukanlah pada produk HBM yang banyak diamati, melainkan pada transformasi struktural yang sedang berlangsung di industri memori. Penyedia cloud hyperscale menandatangani perjanjian jangka panjang dengan pemasok chip memori yang mencakup klausul harga tetap, dengan masa kontrak biasanya berlangsung 3 hingga 5 tahun. Kesepakatan ini disusun dalam model "2+3" (2 tahun harga tetap + 3 tahun variabel) atau "3+2". LTA dengan pembatasan harga seperti ini akan mencakup 60% hingga 70% pengiriman DDR5 server Micron. Walaupun perjanjian ini mungkin mengharuskan Micron mengorbankan sebagian pendapatan jangka pendek demi kepastian permintaan jangka panjang, skema ini efektif meredam volatilitas laba dan menggeser logika valuasi pasar dari "perusahaan chip memori siklis" menjadi "perusahaan pertumbuhan infrastruktur berbasis AI".

Mengapa Trump Begitu Optimis pada Micron? Proteksi Tarif dan Strategi Industri Manufaktur AS

Pujian terbuka Presiden Trump terhadap Micron pada kampanye 22 Mei merupakan momen langka bagi seorang presiden AS secara eksplisit "menyebut" perusahaan teknologi. Namun, optimisme Trump terhadap Micron berlandaskan alasan yang kuat.

Di satu sisi, Micron tengah menjalankan ekspansi manufaktur semikonduktor terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Perusahaan ini telah mengumumkan rencana investasi domestik senilai US$200 miliar untuk manufaktur dan R&D chip memori, termasuk hingga US$100 miliar dalam 20 tahun ke depan untuk membangun pabrik semikonduktor terbesar di Amerika di Clay, New York, yang dijadwalkan mulai produksi pada 2030. Ketika keamanan rantai pasok chip AI menjadi prioritas strategis nasional, ekspansi Micron selaras dengan dorongan pemerintah AS untuk "mengembalikan manufaktur semikonduktor ke Amerika".

Di sisi lain, pemerintahan Trump mempertimbangkan pengenaan tarif pada impor semikonduktor guna memperkuat industri chip domestik. Dengan adanya proteksi tarif yang diantisipasi, Micron—sebagai produsen chip memori terbesar di AS—menjadi penerima utama strategi "friend-shoring" dan contoh paling menonjol dari keberhasilan kebijakan semikonduktor Trump. Ketika Trump mengatakan "Micron sangat hebat", itu menandakan maksud kebijakan yang lebih dalam: menggunakan tarif bersama ekspansi kapasitas domestik.

Ledakan Permintaan AI: Kapasitas HBM Terjual Habis hingga 2026, Kekurangan Memori Diprediksi Berlanjut

Pendorong fundamental terkuat di balik lonjakan terbaru Micron adalah ledakan permintaan infrastruktur AI. Manajemen Micron memperingatkan bahwa kekurangan pasokan untuk chip memori HBM, DRAM, dan NAND diperkirakan akan berlanjut jauh melampaui 2026.

Untuk HBM—produk memori paling krusial bagi akselerator AI—seluruh kapasitas produksi Micron tahun 2026 sudah terjual habis. Bahkan saat ini, tingkat pemenuhan permintaan pelanggan inti hanya 50% hingga 66%, dan ketidakseimbangan pasokan-permintaan diperkirakan tetap berlangsung selama bertahun-tahun. Perusahaan telah mengonfirmasi pengiriman besar-besaran chip memori HBM4 generasi berikutnya ke NVIDIA serta mengamankan perjanjian strategis pelanggan jangka panjang pertama selama lima tahun. Peningkatan produksi HBM4 berlangsung dua kali lebih cepat dibanding HBM3, dan HBM4E generasi berikutnya diperkirakan mulai produksi massal pada 2027.

Manajemen Micron memperkirakan pasar memori AI akan tumbuh dari US$35 miliar pada 2025 menjadi US$100 miliar pada 2028. Berdasarkan proyeksi ini, UBS memperkirakan laba per saham Micron akan secara konsisten melebihi $100 dari tahun fiskal 2027 hingga 2029, dengan total arus kas bebas kumulatif melampaui US$400 miliar pada periode yang sama.

Wall Street Berbalik Optimis: 39 dari 44 Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham Micron

Setelah lonjakan saham Micron, perusahaan-perusahaan besar Wall Street segera menaikkan target harga mereka. HSBC menaikkan target dari $750 menjadi $1.100, Citi dari $425 menjadi $840, dan CFRA ke $900. Dari 44 perusahaan sekuritas utama, 39 kini merekomendasikan beli untuk Micron, dan tidak ada yang menyarankan jual.

Dari sisi institusional, Micron menjadi salah satu saham paling disukai investor institusi pada kuartal I. Sekitar 2.440 institusi melaporkan posisi baru di Micron, termasuk manajer aset global seperti Rockefeller Capital Management dan Schroders. Saham ini mendapat dukungan beli yang kuat, dengan momentum kenaikan jauh melampaui risiko penurunan.

Kesimpulan

Kapitalisasi pasar Micron yang menembus US$1 triliun menandakan bahwa sektor chip memori kini resmi menjadi pusat narasi investasi infrastruktur AI. Analisis struktural UBS terkait perjanjian jangka panjang mengungkap perubahan mendasar dalam cara pasar menilai Micron—dari "saham memori siklis" yang rentan fluktuasi harga, menjadi "saham pertumbuhan AI" yang diuntungkan dari profitabilitas jangka panjang melalui kontrak jangka panjang. Dukungan vokal Trump bukan sekadar retorika; ini mencerminkan strategi terkoordinasi berupa proteksi tarif dan manufaktur berbasis AS. Kesenjangan permintaan AI dalam jangka pendek tidak dapat segera dipenuhi, dan kapasitas HBM yang ketat akan berlanjut melewati 2026, memberikan Micron kekuatan harga dan potensi laba yang besar dalam beberapa tahun ke depan. Dengan UBS menetapkan target $1.625 dan memproyeksikan kapitalisasi pasar Micron dapat mencapai US$1,8 triliun, pesan Wall Street jelas: memori AI bukan lagi pemain pendukung—melainkan infrastruktur inti era AI.

Ketika Micron memimpin gelombang memori AI, Gate akan terus memantau peluang struktural utama di industri semikonduktor dan sektor digital terkait, menghadirkan wawasan industri mendalam serta pembaruan tepat waktu bagi para investor.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten