Kasus Qian Zhimin Dibuka Awal Tahun: Perebutan 60.000 Bitcoin Memanas di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Pasar
Diperbarui: 2026-01-26 07:01

Sidang pertama Pengadilan Tinggi London di awal tahun ini kembali menyoroti kepemilikan atas 60.000 bitcoin. Penuntut Inggris tetap mendorong usulan mereka pada 15 Oktober 2025 untuk "menyisihkan sejumlah aset guna pengaturan kompensasi kolektif bagi para korban asal Tiongkok," dengan alasan bahwa solusi ini masih menjadi langkah paling praktis dan efektif.

Sementara itu, pasar kripto global tengah mengalami volatilitas ekstrem. Harga Bitcoin turun di bawah $88.000 pada 26 Januari, menyentuh titik terendah di $87.790. Dalam waktu hanya 48 jam, terjadi likuidasi sebesar $1,8 miliar di pasar, dengan 93% berasal dari posisi long.

01 Sengketa Prosedural dan Ketidakpastian Aset

Dalam kasus Zhiming Qian, terdapat dua proses hukum terpisah di Inggris: perkara pidana yang telah berakhir pada November 2025, serta proses perdata pemulihan aset yang masih berjalan.

Sidang perdana tahun ini pada 25 Januari merupakan sesi prosedural, dengan isu utama "siapa yang akan mewakili kelompok besar korban asal Tiongkok." Hakim Turner selaku ketua sidang menyampaikan kekhawatiran atas "menjamurnya perwakilan" saat ini.

Pengadilan Tinggi menghadapi tantangan nyata: semakin banyak firma hukum yang mewakili kelompok korban Tiongkok berbeda, sehingga koordinasi menjadi semakin rumit. Kondisi ini secara langsung memengaruhi waktu pengambilan keputusan terkait penanganan akhir atas 60.000 bitcoin tersebut.

02 Pemulihan Aset Perdata dan Skema Kompensasi

Penuntut Inggris memulai prosedur pemulihan aset perdata berdasarkan Part V Proceeds of Crime Act 2002, dengan tujuan menyita keuntungan ilegal secara permanen. Dalam kerangka hukum ini, korban asal Tiongkok hanya memiliki satu jalur pemulihan: mengajukan klaim berdasarkan Section 281 dari undang-undang tersebut.

Pada 15 Oktober 2025, penuntut mengajukan solusi inovatif—menyisihkan sebagian aset untuk pengaturan kompensasi kolektif bagi banyak korban asal Tiongkok.

Jika pengadilan menyetujui rencana ini dan menetapkan kuota aset, aparat penegak hukum Tiongkok dan Inggris dapat bekerja sama untuk memindahkan aset ke Tiongkok, di mana program kompensasi khusus bagi korban akan dijalankan.

Namun, dalam pendekatan ini, korban asal Tiongkok yang berharap mendapatkan kompensasi "memuaskan" akibat lonjakan harga Bitcoin selama bertahun-tahun kemungkinan tidak akan melihat harapan itu terwujud. Batas kompensasi dalam usulan ini hanya sebatas kerugian nyata yang telah didaftarkan dan dikonfirmasi oleh kepolisian Tiongkok.

03 Volatilitas Pasar dan Nilai Aset

Selama sidang berlangsung, pasar kripto global diguncang oleh fluktuasi tajam. Pada 26 Januari, Bitcoin turun ke $87.790, menandai titik terendah baru sejak 31 Desember 2025.

Pergerakan pasar ini berdampak langsung terhadap nilai bitcoin yang menjadi objek perkara. Catatan menunjukkan bahwa saat Zhiming Qian pertama kali membeli Bitcoin, harga rata-rata sangat rendah—sedikit di atas £300 per koin. Bahkan setelah penurunan terbaru, harga Bitcoin masih jauh di atas harga beli awalnya.

Periode Waktu Harga/Nilai Bitcoin Jumlah Bitcoin Terkait Estimasi Nilai Total
2014–2017 (saat pembelian) Sedikit di atas £300/koin ~70.000 koin ~£21,1 juta
Puncak 2025 Hampir $98.000 ~61.000 koin ~$5,98 miliar
26 Januari 2026 $87.790 ~61.000 koin ~$5,35 miliar

Perlu dicatat bahwa volatilitas ekstrem pasar didorong oleh berbagai tekanan makroekonomi global. Ancaman tarif dari Trump dan gejolak di pasar obligasi Jepang secara bersamaan memicu gelombang aksi jual aset Amerika.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak 19 basis poin hanya dalam dua hari—sebuah peristiwa "enam sigma" yang sangat langka di pasar keuangan, dengan probabilitas sekitar satu banding satu miliar.

04 Kerja Sama Lintas Negara dan Repatriasi Aset

Kasus Zhiming Qian menjadi contoh kerja sama yudisial internasional. Koordinasi erat antara aparat penegak hukum Tiongkok dan Inggris dalam pertukaran bukti serta intelijen menjadi kunci pengakuan bersalah dari Qian.

Pada 30 Oktober 2025, satuan tugas penyelesaian kasus Tianjin Hedong District Lantian Gerui mengeluarkan pemberitahuan agar investor yang sebelumnya belum terdaftar atau terverifikasi segera melakukan pendaftaran dan verifikasi dalam waktu dua bulan.

Inisiatif ini memberikan data penting bagi pengadilan Inggris untuk menentukan jumlah aset yang harus disisihkan untuk kompensasi. Secara teori, setelah pengadilan Inggris memutuskan jumlah yang disisihkan, otoritas Tiongkok dan Inggris dapat berkoordinasi untuk memproses aset tersebut, yang pada akhirnya akan digunakan oleh pejabat Tiongkok untuk mengganti kerugian para korban.

05 Tonggak Penting Berikutnya

Berdasarkan jadwal sidang, sesi berikutnya dijadwalkan pada 16–17 Februari. Pada saat itu, kemungkinan akan ada arahan atau pengaturan lanjutan mengenai dampak proses likuidasi kebangkrutan terhadap perkara pemulihan aset perdata.

Sementara itu, tokoh kunci lain dalam kasus ini juga menghadapi tekanan untuk mengembalikan aset. Sen Hok Ling, pencuci uang yang membantu Zhiming Qian, telah diperintahkan untuk membayar lebih dari $7,6 juta dalam waktu tiga bulan atau menghadapi hukuman penjara ulang dan tambahan delapan tahun.

Dalam praktik hukum Hong Kong, kasus Gatecoin Limited telah menetapkan status hukum aset kripto sebagai "properti." Preseden ini sangat relevan dalam memperjelas penanganan aset kripto pada proses kebangkrutan.

Secara global, lanskap regulasi juga tengah berubah. Dua undang-undang utama AS yang disahkan pada 2025—Stablecoin Act dan Crypto Asset Market Structure Act—memberikan kerangka kepatuhan yang lebih jelas bagi industri.

Prospek

Dengan Bitcoin kini tercatat di $87.790 di Gate, nilai aset yang terlibat dalam kasus ini—yang sebelumnya hampir mencapai $98.000 per koin—telah menurun secara signifikan. Meja hakim di Pengadilan Tinggi Inggris dipenuhi berkas dari pengacara yang mewakili berbagai kelompok korban asal Tiongkok, dan sidang berikutnya dijadwalkan pada 16–17 Februari.

Pada saat yang sama, pasar kripto global masih menghadapi dampak ganda dari volatilitas "enam sigma" pasar obligasi Jepang dan ancaman tarif dari Trump. Data likuidasi pasar mengungkap kenyataan pahit: lebih dari $1,8 miliar posisi long terpaksa dilikuidasi hanya dalam 48 jam, dengan sebagian besar kerugian menimpa trader leverage.

Kasus ini bukan sekadar sengketa lintas negara soal aset—melainkan juga menjadi lensa untuk menelaah bagaimana posisi aset kripto dalam kerangka hukum tradisional.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten