CEO SoFi, Anthony Noto, menyatakan, "Hari ini menandai momen penting ketika perbankan dan kripto bersatu dalam satu aplikasi." Layanan ini memungkinkan anggota menggunakan dana dari rekening bank mereka yang diasuransikan FDIC untuk membeli mata uang kripto secara langsung, sehingga menghilangkan kerepotan dan risiko mentransfer dana ke bursa eksternal.
01 Terobosan Utama SoFi Crypto
Pada 11 November (waktu setempat), SoFi Technologies mengumumkan peluncuran SoFi Crypto, menjadikannya bank pertama di AS yang diasuransikan FDIC dengan piagam perbankan nasional yang menawarkan perdagangan mata uang kripto langsung kepada konsumen.
Layanan ini akan diluncurkan secara bertahap mulai hari itu, dengan target menjangkau seluruh 12,6 juta anggota SoFi pada akhir 2025.
Berbeda dengan platform fintech atau bursa kripto pada umumnya, SoFi memiliki lisensi perbankan nasional penuh.
Artinya, layanan kripto SoFi tunduk pada pengawasan regulasi dan persyaratan modal yang sama seperti produk perbankan tradisional di AS.
Anggota SoFi kini dapat membeli, menjual, dan menyimpan puluhan mata uang kripto—termasuk Bitcoin, Ethereum, serta aset digital arus utama seperti Solana—langsung melalui aplikasi SoFi.
02 Pengalaman Baru: Layanan Kripto Setara Bank
Fitur unggulan SoFi Crypto adalah integrasi mulus antara layanan perbankan tradisional dengan perdagangan aset digital.
Pengguna tidak lagi perlu mentransfer dana ke bursa kripto terpisah; mereka dapat langsung membeli aset kripto menggunakan dana dari rekening giro atau tabungan SoFi yang diasuransikan FDIC.
Integrasi ini menghilangkan hambatan yang biasanya muncul saat berpindah antara bank tradisional dan bursa kripto.
SoFi menekankan bahwa platformnya dibangun dengan standar keamanan dan kepatuhan setara institusi, diawasi oleh regulator perbankan federal—berbeda tajam dengan bursa kripto independen.
Keamanan menjadi nilai jual utama SoFi. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa 60% anggota SoFi yang memiliki kripto lebih memilih membeli, menjual, dan menyimpan aset digital mereka melalui bank berlisensi dibandingkan bursa kripto besar.
SoFi juga berencana meluncurkan stablecoin USD di masa mendatang serta mengintegrasikan kripto ke dalam layanan pinjaman dan infrastrukturnya.
03 Perubahan Besar dalam Lanskap Regulasi
Kemampuan SoFi untuk meluncurkan layanan ini menandakan perubahan besar dalam kebijakan perbankan AS.
Setelah bertahun-tahun ketidakpastian regulasi di awal pemerintahan Biden, Office of the Comptroller of the Currency dan Federal Deposit Insurance Corporation pada awal tahun ini memperjelas bahwa bank nasional berpiagam dapat menawarkan layanan kustodian, perdagangan, dan penyelesaian kripto.
Perubahan ini merupakan bagian dari gelombang deregulasi yang dimulai di era Presiden Trump.
SoFi pertama kali memperkenalkan perdagangan kripto pada 2019 namun terpaksa menghentikan layanan tersebut di akhir 2023 sebagai syarat tinjauan federal selama proses transisi piagam perbankan.
Dengan kejelasan regulasi yang kini telah diperoleh, SoFi kembali memasuki sektor ini.
CEO SoFi, Anthony Noto, menjelaskan, "Selama dua tahun terakhir, kami bercita-cita menjadi pusat terpadu untuk seluruh kebutuhan keuangan Anda, dan kripto selalu menjadi bagian yang hilang."
04 Posisi Strategis dan Respons Pasar
Langkah SoFi ini bukanlah peristiwa terpisah, melainkan bagian dari strategi blockchain yang komprehensif.
Sejak Agustus 2025, perusahaan telah bermitra dengan platform blockchain Lightspark untuk menghadirkan remitansi internasional berbasis kripto yang lebih cepat dan berbiaya rendah.
Peluncuran layanan kripto SoFi hadir di saat tingkat kepemilikan kripto meningkat dua kali lipat pada 2025.
Perusahaan juga mendorong adopsi awal melalui promosi: anggota yang menyelesaikan tiga transaksi memenuhi syarat sebesar $10 atau lebih hingga 31 Januari 2026 berkesempatan memenangkan satu Bitcoin.
Pasar merespons positif langkah SoFi, dengan harga saham perusahaan naik hampir 1% setelah pengumuman tersebut.
Kenaikan ini melanjutkan performa kuat SoFi, di mana sahamnya telah naik 116% dalam satu tahun terakhir.
05 Tren Kripto di Keuangan Tradisional
Inisiatif SoFi mencerminkan tren yang lebih luas di antara institusi keuangan tradisional.
JPMorgan kini menerima Bitcoin dan Ethereum sebagai jaminan untuk transaksi tertentu.
DBS Bank dan Goldman Sachs melakukan perdagangan opsi kripto yang melibatkan derivatif aset digital pada akhir Oktober.
Menurut laporan Boston Consulting Group, pasar stablecoin mencapai hampir $270 miliar pada Agustus 2025, dengan pembayaran business-to-business tumbuh 30 kali lipat dalam dua tahun.
Broker AS Bernstein memprediksi, didorong oleh transaksi lintas negara dan adopsi institusi, kapitalisasi pasar stablecoin akan meningkat 2,5 kali lipat pada 2025.
CEO SoFi, Anthony Noto, optimistis terhadap potensi blockchain: "Saya yakin teknologi blockchain akan secara fundamental mengubah setiap aspek keuangan global dengan membuat transfer uang lebih cepat, murah, dan aman, sekaligus membuka peluang baru untuk meminjam, berinvestasi, membelanjakan, dan menabung."
06 Wawasan untuk Pengguna Gate
Bagi pengguna bursa Gate, langkah SoFi menandai tonggak penting dalam adopsi kripto secara arus utama.
Masuknya institusi keuangan tradisional tidak hanya membawa likuiditas lebih besar ke pasar kripto, tetapi juga meningkatkan standar industri dalam hal kepatuhan dan keamanan.
Pengguna Gate sebaiknya memantau token utama yang terdaftar di SoFi, seperti BTC, ETH, dan SOL, karena koin arus utama ini biasanya menjadi yang pertama diadopsi oleh institusi keuangan tradisional.
Selain itu, seiring rencana SoFi meluncurkan stablecoin USD sendiri, pengguna Gate dapat memantau perkembangan di sektor stablecoin yang tengah tumbuh pesat.
Bagi industri kripto secara luas, penawaran perdagangan kripto oleh SoFi sebagai bank nasional semakin mengaburkan batas antara keuangan tradisional dan keuangan terdesentralisasi, serta berpotensi membuka jalan bagi lebih banyak institusi tradisional untuk masuk ke sektor ini.
Melihat ke Depan
Dengan SoFi yang mengintegrasikan perdagangan kripto ke dalam platform perbankannya, konvergensi antara keuangan tradisional dan aset digital telah memasuki fase baru. Perdagangan kripto dalam aplikasi kini bukan lagi konsep masa depan—melainkan sudah menjadi kenyataan.
Perubahan ini dapat mendefinisikan ulang cara orang berinteraksi dengan uang, menjadikan aset digital dapat diakses oleh semua orang dalam lingkungan yang teregulasi dan aman.


