Pada tahun 2026, Skydio, produsen drone AI asal Amerika Serikat, telah menjadi perbincangan hangat di pasar modal global dan sektor teknologi pertahanan. Mulai dari lonjakan valuasi hingga mencapai USD 4,4 miliar, pesanan besar berturut-turut dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS, serta rencana ekspansi manufaktur domestik senilai USD 3,5 miliar, perusahaan yang didirikan pada tahun 2014 ini berkembang jauh melampaui rata-rata industri. Meskipun Skydio belum tercatat di bursa efek publik mana pun, aktivitas pendanaan di pasar primer dan kontrak pertahanan yang diraihnya telah memicu diskusi luas tentang "saham Skydio." Di era di mana sistem otonom dan persaingan geopolitik saling terkait erat, memahami nilai inti Skydio berarti memahami aspek penting dari investasi teknologi pertahanan Amerika Serikat.
Dari Mana Datangnya Perhatian Pasar Terhadap Perusahaan Privat?
Skydio tetap menjadi perusahaan privat, dengan sahamnya tidak diperdagangkan di pasar publik seperti NASDAQ atau New York Stock Exchange. Namun, hal ini tidak menghalangi pasar untuk memantau valuasi dan prospek pertumbuhan perusahaan secara intensif. Berdasarkan data StockAnalysis, per 1 Juli 2026, valuasi implisit Skydio mencapai USD 5,3 miliar, dengan harga referensi USD 10,04 per saham. Rentang harga 52 minggu berada di antara USD 5,40 hingga USD 10,13, dan tingkat pengembalian tahunan mencapai 81,88%. Angka-angka ini didasarkan pada transaksi pasar primer dan harga putaran pendanaan, mencerminkan konsensus investor institusi terhadap valuasi Skydio.
Minat pasar terhadap saham Skydio bukan tanpa dasar. Perusahaan ini telah menyelesaikan 10 putaran pendanaan, mengumpulkan total USD 854 juta, dengan investor seperti Andreessen Horowitz, NVIDIA, dan Axon Enterprise. Putaran Seri F yang selesai pada 23 April 2026 hanya mengumpulkan USD 110 juta, namun mendorong valuasi perusahaan menjadi USD 4,4 miliar. CEO Adam Bry menyatakan dalam pengumuman bahwa "fakta paling menonjol dari putaran ini adalah betapa sedikitnya dana yang kami kumpulkan"—menunjukkan bahwa bisnis inti Skydio kini sudah mandiri, dengan ketergantungan terhadap modal eksternal yang semakin menurun.
Apakah Pendapatan dan Profitabilitas Mendukung Pertumbuhan Valuasi?
Narasi valuasi tanpa dukungan fundamental jarang bertahan lama. Kinerja keuangan Skydio menjadi salah satu pendorong utama di balik ekspansi valuasinya.
Menurut pengungkapan perusahaan, bisnis inti Skydio telah menghasilkan "ratusan juta dolar pendapatan tahunan," dengan "unit economics yang kuat dan pertumbuhan hiper." Estimasi pihak ketiga menunjukkan pendapatan Skydio pada tahun 2024 mencapai sekitar USD 180 juta, dengan momentum berlanjut hingga 2025 dan 2026. Perusahaan ini telah mencatat pertumbuhan lebih dari 30% selama sembilan kuartal berturut-turut dan menaikkan proyeksi pertumbuhan tahun 2026 menjadi 30–32%.
Di industri AI dan robotika, jarang ada perusahaan yang mampu mandiri secara operasional saat ekspansi berskala besar. Sebagian besar pesaing masih sangat bergantung pada modal eksternal untuk bertahan, sementara Skydio perlahan meninggalkan model tersebut. Perbaikan unit economics berarti laba marginal dari setiap drone yang terjual terus meningkat—variabel inti dalam model valuasi perusahaan hardware mana pun. Arus kas yang kuat juga memungkinkan Skydio mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk R&D dan ekspansi kapasitas, bukan untuk membayar biaya pembiayaan, sehingga tercipta siklus positif.
Bagaimana Kontrak Pertahanan Mengubah Struktur Pendapatan
Pendorong utama pertumbuhan pendapatan Skydio terletak pada penetrasi mendalam di sektor pertahanan dan keselamatan publik. Sejak tahun 2026, perusahaan ini telah meraih sejumlah kontrak pemerintah yang menjadi tonggak penting.
Pada Maret 2026, Angkatan Darat AS memesan lebih dari USD 52 juta kepada Skydio untuk lebih dari 2.500 drone X10D. Ini merupakan pengadaan sistem drone kecil terbesar dari satu vendor dalam sejarah Angkatan Darat. Kontrak ini diberikan kurang dari 72 jam sejak tender awal, menandakan urgensi militer dalam membangun kemampuan pengintaian otonom.
Tak lama kemudian, pada Mei 2026, Angkatan Udara AS menggandakan kontrak proyek Explosive Ordnance Disposal (EOD) untuk X10D dibandingkan pesanan awal pada November 2025. X10D dari Skydio kini menjadi sistem drone Group 1 yang paling banyak digunakan dalam misi Angkatan Udara.
Selain itu, Skydio juga memperoleh kontrak senilai USD 9,4 juta dari Kementerian Pertahanan Norwegia dan terus memasok lembaga federal melalui berbagai program pengadaan Defense Logistics Agency AS.
Nilai kontrak-kontrak ini tidak hanya pada pendapatan langsung—tetapi juga sebagai endorsement strategis. Setiap kontrak pertahanan berfungsi sebagai validasi teknis sekaligus sinyal kepercayaan, membuka jalan bagi pesanan yang lebih besar di masa depan. Seiring Departemen Pertahanan AS terus memperluas anggaran sistem otonom, peran Skydio dalam rantai pasok drone militer berubah dari "pemasok opsional" menjadi "pemasok inti."
Bagaimana Geopolitik Mengubah Lanskap Kompetitif
Kebangkitan Skydio bukan sekadar kisah pencapaian teknologi—namun terkait erat dengan persaingan teknologi AS-Tiongkok dan kebijakan keamanan rantai pasok.
National Defense Authorization Act (NDAA) dan American Security Drone Act AS telah menetapkan persyaratan kepatuhan ketat untuk pengadaan drone federal, melarang produk dari sejumlah produsen luar negeri, termasuk DJI dari Tiongkok. Produk X10D dan sejenisnya dari Skydio tercantum dalam daftar Blue UAS, memenuhi standar kepatuhan NDAA, serta dirancang, dirakit, dan didukung di AS. Hal ini memberikan keunggulan institusional yang signifikan bagi Skydio dalam pengadaan pemerintah dan keselamatan publik.
Lingkungan kebijakan ini secara fundamental mengubah ekosistem pasar drone AS. Pasar drone Amerika Utara mencapai USD 12,68 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 9,70% hingga USD 32,00 miliar antara 2026 dan 2035. Secara global, Skydio sudah diakui sebagai produsen utama sistem drone otonom.
Sementara itu, kontrol ekspor Tiongkok terhadap komponen drone utama telah berdampak langsung pada rantai pasok Skydio. Namun, Skydio tidak sekadar beradaptasi secara pasif; perusahaan ini justru mengubah tantangan tersebut menjadi peluang strategis—mempercepat kemampuan manufaktur domestik dan menjadikan risiko rantai pasok sebagai penghalang kompetitif.
Apa Makna Rencana Manufaktur Domestik USD 3,5 Miliar?
Pada April 2026, Skydio mengumumkan rencana investasi domestik AS lima tahun senilai USD 3,5 miliar, mencakup ekspansi manufaktur, percepatan R&D, dan penguatan rantai pasok.
Investasi ini jauh melebihi pendanaan Seri F, sehingga perusahaan harus mengandalkan arus kas dan pendapatan masa depan sendiri. Inti dari rencana ini adalah inisiatif "SkyForge," yang bertujuan menjaga lebih banyak teknologi dan produksi drone di dalam AS. Skydio berencana membuka fasilitas manufaktur baru yang lima kali lebih besar dari ruang saat ini—ekspansi kapasitas kelima dalam delapan tahun terakhir.
Investasi ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 2.000 pekerjaan langsung dan lebih dari 3.000 posisi rantai pasok serta mitra, dengan lebih dari USD 1 miliar mengalir ke pemasok berbasis AS. Skydio juga berencana mengajak beberapa pemasok untuk memindahkan fasilitas produksi mereka lebih dekat ke operasional perusahaan, memperpendek rantai pasok dan meningkatkan efisiensi kolaborasi teknik.
Hingga kini, Skydio telah mengirimkan lebih dari 60.000 drone ke lebih dari 3.800 pelanggan, termasuk lebih dari 1.200 lembaga keselamatan publik, seluruh cabang militer AS, 29 negara sekutu, dan lebih dari 450 perusahaan utilitas serta energi. Dalam program "Drone First Response," drone tiba pertama di lokasi pada 71% kasus dan membantu menyelesaikan hampir seperempat alarm tanpa perlu mengirim unit patroli.
Angka-angka ini menunjukkan dengan jelas: Skydio bukan sekadar produsen drone. Perusahaan ini sedang membangun apa yang disebut CEO-nya sebagai "infrastruktur robot terbang." Rencana investasi USD 3,5 miliar pada dasarnya adalah mesin yang mewujudkan visi tersebut dalam skala besar.
Prospek IPO dan Minat Pasar yang Berkelanjutan
Skydio belum secara resmi mengajukan IPO, namun analis industri sudah menganggapnya sebagai salah satu kandidat IPO paling dinanti untuk tahun 2026 atau 2027. Laporan di awal 2026 menyebutkan Skydio tengah memajukan rencana IPO-nya, menandakan terbukanya kembali jendela penawaran publik di sektor AI pertahanan.
Dari perspektif pencatatan, Skydio memenuhi sejumlah kriteria penting. Pendapatannya telah mencapai "ratusan juta dolar" dan terus tumbuh pesat; valuasi pasca Seri F berada di angka USD 4,4 miliar; basis investornya terdiri dari VC terkemuka dan pendukung strategis; serta kontrak pertahanan memberikan visibilitas dan prediktabilitas pendapatan yang kuat. Ini adalah metrik inti yang dicari investor pasar publik pada perusahaan teknologi.
Namun, jadwal IPO akan bergantung pada berbagai faktor: lingkungan valuasi pasar publik untuk saham teknologi bertumbuh tinggi, kemajuan perusahaan dalam membangun infrastruktur pelaporan keuangan, serta kondisi makroekonomi dan geopolitik yang lebih luas. Terlepas dari kapan Skydio akhirnya tercatat, pendanaan pasar primer dan data operasionalnya sudah menjadikannya pemain yang wajib diperhatikan dalam investasi teknologi pertahanan.
Kesimpulan
Perhatian pasar terhadap Skydio bukan didorong oleh hype, melainkan data operasional yang dapat diverifikasi dan tren struktural. Valuasi USD 4,4 miliar didukung oleh sembilan kuartal berturut-turut pertumbuhan di atas 30%, pendapatan tahunan ratusan juta dolar, dan pesanan bersejarah dari Angkatan Darat serta Angkatan Udara AS. Di tengah restrukturisasi rantai pasok drone domestik Amerika yang dipicu geopolitik, kepatuhan NDAA dan teknologi penerbangan otonom Skydio telah mengamankan posisi institusional yang unik. Investasi manufaktur domestik USD 3,5 miliar semakin mengubah keunggulan tersebut dari keunggulan teknis menjadi penghalang kapasitas. Meski saham Skydio belum dapat diperdagangkan langsung di pasar publik, laju pendanaan, kemenangan kontrak pertahanan, dan ekspansi kapasitas semuanya mengarah pada satu kesimpulan: perusahaan ini sedang menjadi infrastruktur yang tak tergantikan bagi sistem otonomi pertahanan AS.
FAQ
Apakah Skydio saat ini diperdagangkan secara publik?
Skydio tetap menjadi perusahaan privat dan belum tercatat di bursa efek publik mana pun. Sahamnya hanya tersedia melalui pendanaan pasar primer atau platform pra-IPO.
Berapa valuasi terbaru Skydio?
Putaran Seri F yang selesai pada 23 April 2026 mendorong valuasi pasca-pendanaan Skydio menjadi USD 4,4 miliar.
Apa sumber pendapatan utama Skydio?
Pendapatan Skydio terutama berasal dari penjualan sistem drone dan layanan kepada Departemen Pertahanan AS, lembaga keselamatan publik, operator infrastruktur, dan pemerintah negara sekutu. Sejak tahun 2026, perusahaan ini telah meraih pesanan lebih dari USD 52 juta dari Angkatan Darat AS dan memperluas kontrak dengan Angkatan Udara AS.
Apa hubungan Skydio dengan DJI?
DJI adalah produsen drone asal Tiongkok yang telah lama mendominasi pasar drone konsumen dan komersial global. Skydio adalah produsen berbasis AS yang produknya memenuhi standar kepatuhan NDAA, berperan sebagai alternatif DJI dalam pengadaan pemerintah dan keselamatan publik AS. Dilaporkan, DJI sempat mencoba mengakuisisi Skydio pada tahun 2014.
Kapan Skydio diperkirakan akan IPO?
Belum ada jadwal IPO resmi. Analis industri melihat Skydio sebagai kandidat IPO potensial untuk tahun 2026 atau 2027, dengan waktu pasti bergantung pada kondisi pasar dan kesiapan internal perusahaan.




