
Platform perdagangan aset kripto terkemuka menyediakan empat tipe utama order spot: Limit Order, Market Order, Take-Profit/Stop-Loss Order, dan OCO Order. Masing-masing jenis order mendukung strategi trading serta fungsi manajemen risiko yang berbeda. Memahami karakteristik setiap order sangat penting agar eksekusi strategi trading dan pengelolaan risiko portofolio di pasar kripto berjalan optimal.
Limit order adalah order dasar yang memungkinkan trader menentukan harga spesifik untuk membeli atau menjual aset. Order ini memberikan kendali penuh atas harga eksekusi dan sangat cocok bagi trader yang lebih mengutamakan kepastian harga daripada kecepatan eksekusi.
Melalui limit order, pengguna dapat menetapkan harga sesuai keinginan, dan order akan dieksekusi pada harga tersebut atau lebih baik. Misalnya, jika Anda memasang limit sell di $100, order hanya akan tereksekusi di $100 atau lebih tinggi, tidak akan lebih rendah. Sebaliknya, limit buy order di $100 akan tereksekusi pada $100 atau lebih rendah, tidak lebih tinggi.
Saat limit order ditempatkan, sistem pencocokan platform akan memeriksa order book yang ada. Jika terdapat order yang sesuai atau lebih baik dari harga yang Anda tentukan, limit order akan dieksekusi langsung pada harga optimal. Mekanisme ini disebut model "maker-taker"; order Anda dapat berperan sebagai maker (menambah likuiditas) atau taker (mengambil likuiditas).
Jika tidak ada order yang sesuai di order book, limit order akan tetap tertunda sampai dieksekusi atau dibatalkan oleh pengguna. Selama masa tunggu, aset terkait order akan dikunci dan tidak dapat digunakan untuk trading lain.
Ilustrasi penggunaan MX untuk limit order:
Misalkan Anda punya 10 MX di akun. Harga pasar terkini adalah 2,94 USDT per MX, namun Anda berharap harga naik dan ingin menjual di 3 USDT per token.
Langkah-langkahnya:
Untuk membeli MX dengan limit order, prosesnya sama namun di bagian beli:
Karena harga MX saat ini 2,94 USDT dan Anda memasang order jual di 3 USDT, biasanya belum ada pembeli di harga itu. Order akan tetap di order book sampai:
Selama masa tunggu, 10 MX Anda terkunci, tidak bisa digunakan untuk trading lain. Ini mencegah double-spending dan memastikan integritas order. Jika ingin membatalkan, klik [Cancel]; MX yang terkunci langsung bisa digunakan lagi.
Limit order sangat berguna bagi:
Market order digunakan oleh trader yang mengutamakan kecepatan eksekusi. Dengan market order, pengguna dapat langsung membeli atau menjual pada harga terbaik yang tersedia di pasar, tanpa perlu menetapkan harga spesifik.
Pengguna hanya menentukan jumlah yang akan dibeli atau dijual, dan sistem segera mencocokkan dengan order terbaik di order book. Ini memastikan eksekusi tercepat.
Pada kondisi pasar yang sangat volatil, market order dapat menyebabkan harga eksekusi berbeda cukup jauh dari harga awal saat order ditempatkan. Perbedaan ini disebut "slippage."
Contoh: Harga MX saat ini 2,94 USDT, Anda ingin membeli sekitar 100 MX dengan 294 USDT (294 ÷ 2,94 = 100). Jika harga naik menjadi 2,95 USDT sebelum eksekusi, Anda hanya mendapat sekitar 99,66 MX (294 ÷ 2,95 = 99,66).
Slippage lebih besar pada:
Langkah-langkah jual dan beli:
Jual MX:
10 MX Anda dijual pada order beli terbaik di order book, mulai dari harga tertinggi hingga order terisi penuh.
Beli MX:
USDT Anda digunakan untuk membeli MX pada order jual terbaik, mulai dari harga terendah hingga dana habis atau order penuh.
Market order sering digunakan untuk:
Risiko penggunaan market order meliputi:
Take-profit dan stop-loss order adalah order kondisional lanjutan yang mengotomatiskan strategi pengelolaan risiko dan pengambilan keuntungan. Trader dapat menetapkan titik keluar otomatis sesuai target, tanpa harus memantau pasar terus-menerus.
Order ini akan otomatis menempatkan order beli atau jual saat harga pasar mencapai trigger yang ditetapkan. Dengan cara ini, Anda dapat mengunci profit atau membatasi kerugian saat pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda.
Dua tipe utama menurut eksekusinya:
Limit TP/SL (Stop-Limit Order):
Anda menetapkan harga trigger dan limit. Saat harga pasar mencapai trigger, sistem otomatis menempatkan limit order di harga limit. Cocok untuk pasar yang stabil, memberi kepastian harga, namun tidak selalu pasti terisi jika harga bergerak sangat cepat.
Poin utama:
Market TP/SL (Stop-Market Order):
Anda hanya menetapkan harga trigger. Saat harga tercapai, sistem langsung menempatkan market order di harga terbaik yang tersedia. Lebih sederhana dan pasti tereksekusi di pasar likuid, namun bisa mengalami slippage saat volatilitas tinggi.
Poin utama:
Anda memiliki BTC dan ingin membatasi kerugian:
Beli BTC di 120.000 USDT, pasang stop-limit:
Saat harga turun ke 110.000 USDT, sistem memasang limit sell di 100.000 USDT. Jika harga turun lebih cepat dari 100.000 USDT sebelum order tereksekusi, order bisa tidak terisi dan potensi rugi bertambah.
Catatan Risiko: Di pasar yang jatuh tajam, order bisa gagal. Banyak trader memilih market stop-loss untuk manajemen risiko yang lebih pasti.
Anda memiliki ETH dan ingin mengunci profit:
Beli ETH di 3.000 USDT, target profit di 5.000 USDT. Pasang market take-profit dengan:
Saat harga naik ke 5.000 USDT, sistem langsung menempatkan market sell order. Posisi tertutup dan profit dikunci, meski harga eksekusi bisa berbeda sedikit karena kondisi pasar.
Kelebihan: Eksekusi pasti, profit langsung diamankan ketika target dicapai meski terjadi reversal cepat.
Take-profit dan stop-loss order membantu:
Pertimbangkan hal berikut:
OCO order (One-Cancels-the-Other), atau order selektif/berkondisi, adalah order lanjutan yang menggabungkan beberapa order kondisional dalam satu instruksi trading cerdas. Trader dapat menyusun strategi dua arah sekaligus, otomatis menyesuaikan dengan pergerakan pasar.
OCO order terdiri dari stop-limit order dan limit order yang terhubung. Jika salah satu order terpicu atau tereksekusi, order pasangannya otomatis dibatalkan oleh sistem. Pembatalan manual pada satu order juga langsung membatalkan pasangannya.
OCO order membantu trader:
Strategi ini sangat berguna saat investor ingin menempatkan stop-limit order dan limit order secara bersamaan, membentuk "bracket" di sekitar harga saat ini untuk menangkap peluang dua arah.
OCO order tersedia untuk token berlikuiditas tinggi di platform utama, seperti BTC, ETH, dan aset kripto utama lain. Ketersediaan bergantung pada likuiditas serta volume trading, karena OCO order membutuhkan kedalaman order book yang memadai.
Situasi Pasar:
Strategi Anda:
Anda ingin membeli BTC, namun belum tahu arah pasar. Dua skenario:
Langkah OCO Order:
Cara Eksekusi:
Skenario A - Harga Turun ke $41.000:
Skenario B - Harga Naik ke $45.000:
Skenario C - Harga Stagnan di Antara $41.000 dan $45.000:
OCO order dapat diadaptasi ke berbagai strategi trading:
Range Trading:
Breakout Trading:
Manajemen Risiko:
OCO order memudahkan investor mengatur trigger take-profit/stop-loss dan limit price sekaligus tanpa membuat dua order terpisah. Keuntungannya:
Sebelum menggunakan OCO order, perhatikan:
Manajemen order yang baik memerlukan akses dan review riwayat trading secara berkala. Platform utama menyediakan fitur riwayat order lengkap untuk membantu trader memantau aktivitas spot trading, menganalisis performa, serta memudahkan pencatatan pajak dan keuangan.
Langkah mengecek riwayat order di mayoritas platform:
Riwayat order meliputi:
Platform umumnya menawarkan filter berikut:
Riwayat order sangat membantu penyempurnaan strategi trading Anda:
Dengan menganalisis riwayat order dan pola trading, Anda bisa terus meningkatkan strategi spot trading serta membangun sistem trading yang makin efektif dari waktu ke waktu.
Spot order adalah pembelian atau penjualan aset kripto secara langsung pada harga pasar saat itu, dengan penyelesaian instan. Futures order adalah kontrak pengiriman di masa depan dengan harga yang telah ditentukan; spot order melibatkan perpindahan kepemilikan nyata dan settlement langsung.
Tipe order yang sering digunakan meliputi market order, limit order, dan conditional order. Market order eksekusi langsung di harga pasar, limit order terisi di level harga tertentu, dan conditional order aktif berdasarkan kondisi yang sudah ditetapkan.
Market order eksekusi langsung di harga pasar, sangat cocok untuk masuk tren secara cepat. Limit order eksekusi di harga yang Anda tentukan, ideal saat menunggu harga lebih baik di pasar dengan arah belum jelas.
Stop-loss order otomatis menjual ketika harga turun ke batas yang ditentukan, membatasi rugi. Take-profit order otomatis menjual ketika harga naik ke target, mengamankan profit. Pada spot trading, tetapkan harga trigger dan limit untuk mengaktifkan kedua order ini.
IOC (Immediate Or Cancel) adalah order yang langsung dieksekusi di harga tertentu, sisa yang tidak terisi dibatalkan. FOK (Fill Or Kill) adalah order yang harus langsung terisi penuh di harga tertentu, jika tidak seluruh order dibatalkan, tidak ada eksekusi parsial.
Pilih market order untuk eksekusi cepat, atau limit order untuk kontrol harga sesuai tingkat risiko Anda. Market order menjamin eksekusi cepat namun berisiko slippage, sedangkan limit order memberi kepastian harga namun bisa lebih lama terisi. Sesuaikan tipe order dengan strategi trading dan profil risiko Anda untuk manajemen risiko optimal.











