

Harga likuidasi pada posisi futures bergantung pada sejumlah faktor utama, yaitu harga masuk rata-rata, pengali leverage, rasio margin awal, dan rasio margin pemeliharaan. Memahami interaksi antar komponen ini sangat penting untuk praktik manajemen risiko yang optimal dalam perdagangan futures.
Rasio margin pemeliharaan adalah persentase minimum margin yang wajib tersedia agar posisi tetap terbuka. Nilai rasio ini berubah sesuai dengan nilai posisi dan tingkat batas risiko. Setiap jenis kontrak futures memiliki rasio margin pemeliharaan yang berbeda, tergantung nilai posisi masing-masing.
Contoh: pada kontrak perpetual BTC/USDT, jika Anda memegang 10.000 kontrak BTC/USDT dengan pengali kontrak 0,001 dan harga kontrak 42.000, maka nilai posisi dihitung: kuantitas posisi × pengali kontrak × harga indeks terbaru = 10.000 × 0,001 × 42.000 = 420.000 USDT. Dengan tingkat batas risiko 2 dan rasio margin pemeliharaan 1,4%, margin pemeliharaan yang diperlukan adalah 420.000 × 0,014 = 5.880 USDT.
Untuk mempertahankan posisi terbuka, rasio margin di akun harus selalu di atas rasio margin pemeliharaan. Jika margin posisi tidak memenuhi syarat margin pemeliharaan, posisi akan dilikuidasi otomatis pada harga likuidasi. Sistem likuidasi otomatis ini dirancang untuk melindungi trader dan bursa dari kerugian besar serta menjaga stabilitas pasar.
Likuidasi dilakukan sebagai langkah proteksi ketika pergerakan pasar menyebabkan rasio margin turun di bawah batas yang ditetapkan. Pemahaman mekanisme ini membantu trader menentukan ukuran posisi dan strategi manajemen risiko yang sesuai.
Pada kontrak futures dengan margin USDT, rumus harga likuidasi berbeda untuk posisi long dan short:
Harga Likuidasi Posisi Long = Harga Masuk Rata-Rata × [1 - (Rasio Margin Awal - Rasio Margin Pemeliharaan)]
Harga Likuidasi Posisi Short = Harga Masuk Rata-Rata × [1 + (Rasio Margin Awal - Rasio Margin Pemeliharaan)]
Dengan Rasio Margin Awal = 1 / Pengali Leverage
Contoh: Jika harga kontrak BTC/USDT adalah 42.000 USDT, seorang trader membuka posisi short dengan leverage 100× dan rasio margin pemeliharaan 0,4%. Maka, estimasi harga likuidasi posisi ini: 42.000 × [1 + (1% - 0,4%)] = 42.252 USDT. Artinya, posisi short akan dilikuidasi jika harga BTC naik ke 42.252 USDT.
Pada kontrak futures dengan margin koin, metode perhitungannya berbeda dengan kontrak berbasis USDT:
Harga Likuidasi Posisi Long = Harga Masuk Rata-Rata / [1 + (Rasio Margin Awal - Rasio Margin Pemeliharaan)]
Harga Likuidasi Posisi Short = Harga Masuk Rata-Rata / [1 - (Rasio Margin Awal - Rasio Margin Pemeliharaan)]
Dengan Rasio Margin Awal = 1 / Pengali Leverage
Contoh: Jika harga kontrak BTC/USD adalah 42.000 USDT, seorang trader membuka posisi long dengan leverage 50× dan rasio margin pemeliharaan 1%. Maka, estimasi harga likuidasi posisi ini: 42.000 / [1 + (2% - 1%)] = 41.585 USDT. Artinya, posisi long akan dilikuidasi jika harga BTC turun ke 41.585 USDT.
Menghitung harga likuidasi merupakan kunci utama dalam pengelolaan risiko trading futures. Harga likuidasi ditentukan oleh banyak faktor saling terkait: harga masuk rata-rata, pengali leverage, rasio margin awal, dan rasio margin pemeliharaan. Dengan memahami perhitungannya serta perbedaan antara kontrak berbasis USDT dan koin, trader bisa memprediksi level harga posisi akan dilikuidasi dan menyesuaikan strategi secara tepat. Pemahaman mekanisme likuidasi yang baik memungkinkan trader mengelola posisi secara bertanggung jawab dan menghindari kerugian di luar ekspektasi.
Volume transaksi margin adalah jumlah dana yang wajib tersedia di akun untuk membuka dan mempertahankan transaksi. Nilai ini dihitung sebagai persentase tertentu dari volume transaksi dan memungkinkan trader melakukan transaksi dengan leverage.
Margin adalah jaminan minimum yang dibutuhkan untuk membuka posisi. Margin dihitung sebagai persentase dari volume transaksi. Margin = Volume Transaksi × Persentase Margin. Sistem ini digunakan untuk pengelolaan risiko dalam transaksi leverage.
Rasio margin adalah perbandingan antara jaminan yang digunakan dengan besarnya posisi. Rasio ini menentukan tingkat leverage yang diterapkan. Rasio margin rendah memungkinkan trader membuka posisi lebih besar dengan jumlah jaminan yang sama.
Volume transaksi dengan margin mengacu pada jumlah jaminan yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi. Dengan jaminan tersebut, trader dapat meminjam dana lebih besar dan memperoleh posisi transaksi yang lebih besar. Transaksi margin dapat meningkatkan potensi keuntungan sekaligus menambah risiko.











