
Untuk menghindari likuidasi, selalu awasi rasio margin pada kontrak futures Anda. Jika rasio margin Anda mencapai 100%, platform akan melikuidasi sebagian atau seluruh posisi Anda.
Rasio margin dihitung dengan membagi margin pemeliharaan dengan saldo margin Anda. Jika saldo margin Anda turun di bawah margin pemeliharaan, bursa akan secara otomatis melikuidasi posisi Anda.
Saat harga turun, pastikan saldo margin di akun futures Anda mencukupi. Semakin tinggi saldo margin Anda, semakin rendah harga likuidasi yang diharapkan untuk posisi Anda. Sebagian besar platform trading futures utama menyediakan kalkulator harga likuidasi agar Anda dapat melihat bagaimana peningkatan saldo dompet menurunkan harga likuidasi Anda.
Order stop-loss adalah perintah bersyarat yang aktif saat pasar mencapai harga stop yang Anda tentukan. Setelah dipicu, sistem akan melakukan beli atau jual pada harga pasar atau harga limit tertentu sesuai dengan parameter order Anda.
Order stop-loss terutama digunakan untuk membatasi kerugian investor pada posisi yang bergerak berlawanan dengan kepentingan mereka. Contohnya, Anda dapat menetapkan stop-loss di 20% di bawah harga masuk awal Anda.
Misalkan order masuk Anda terisi di $40.000. Order stop-loss akan dieksekusi jika harga turun 20% dari $40.000, yaitu menjadi $32.000. Dengan strategi stop-loss ini, Anda bisa keluar lebih awal dari transaksi yang merugi dan menghindari likuidasi akun secara menyeluruh.
Misal: saldo dompet Anda 500 USDT, lalu Anda membuka posisi long BTCUSDT senilai 1.000 USDT dengan leverage 20x pada harga masuk $50.000. Dalam kasus ini, harga likuidasi Anda adalah $25.100,40.
Jika harga BTCUSDT turun 10% ke $45.000, lalu Anda memutuskan menambah posisi yang merugi dengan membuka posisi long BTCUSDT lain senilai 1.000 USDT dengan leverage 20x di $45.000. Setelah harga likuidasi dihitung ulang untuk posisi gabungan, harga likuidasi Anda naik ke $35.857,67.
Contoh ini membuktikan bahwa menambah kontrak pada posisi merugi justru meningkatkan harga likuidasi keseluruhan dan memperbesar risiko dilikuidasi. Karena itu, hindari melakukan averaging down pada posisi merugi di trading futures, khususnya jika menggunakan leverage tinggi.
Likuidasi terjadi ketika bursa secara paksa menutup posisi Anda setelah mengalami kerugian besar. Hal ini dilakukan agar akun Anda tidak minus ketika jaminan Anda turun di bawah batas minimum yang disyaratkan.
Gunakan leverage rendah, misalnya 1:10. Leverage yang lebih rendah mengurangi dampak volatilitas pasar terhadap modal Anda dan membantu menghindari likuidasi mendadak saat pasar bergerak ekstrem.
Tetapkan stop-loss di bawah harga masuk agar sistem otomatis menjual jika harga turun, sehingga kerugian Anda terbatas. Untuk posisi short, gunakan stop-buy jika harga naik. Tentukan level berdasarkan analisis pasar Anda.
Rasio margin 150% atau lebih sudah tergolong aman, namun mempertahankan di atas 160% memberikan perlindungan ekstra. Semakin tinggi rasio margin Anda, semakin kecil risiko likuidasi.
Kurangi risiko likuidasi dengan mengontrol ukuran posisi dan leverage secara disiplin, menyesuaikan posisi secara dinamis, serta melakukan diversifikasi aset. Portofolio berisiko rendah secara signifikan mengurangi peluang likuidasi.
Pastikan margin Anda memadai, pantau pasar secara konsisten, perkecil ukuran posisi, gunakan order stop-loss, dan tambah dana ekstra jika dibutuhkan untuk meningkatkan jaminan.
Disarankan hanya mengambil risiko 0,5% hingga 2% dari modal per posisi, sesuai tingkat pengalaman. Pemula sebaiknya tidak lebih dari 1%, sedangkan trader berpengalaman bisa secara bertahap naik hingga 2%.
Margin menurun, rasio utang terhadap ekuitas naik, volatilitas harga meningkat, volume perdagangan turun, harga likuidasi mendekati harga pasar saat ini, dan pembayaran bunga tertunda.











