
Data historis memperlihatkan bahwa bulan Agustus umumnya menjadi periode yang menantang bagi harga Bitcoin (BTC). Meskipun sempat terjadi tren bullish pada bulan-bulan sebelumnya, BTC kerap mencatat kerugian signifikan di bulan ini. Investor terkemuka Robert Kiyosaki menyoroti potensi penurunan harga Bitcoin (BTC) di Agustus melalui pernyataan di X (sebelumnya Twitter).
Kiyosaki menyampaikan bahwa jika Bitcoin (BTC) mengalami penurunan besar, ia akan menggandakan portofolionya. Ia menegaskan, "Jika terjadi koreksi pasar pada Agustus dan harga Bitcoin (BTC) anjlok, saya siap menggandakan posisi saat ini." Strategi ini memperlihatkan pendekatan yang memanfaatkan penurunan harga sebagai peluang investasi utama.
Analisis beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Agustus secara konsisten menjadi bulan yang menantang bagi Bitcoin (BTC). Menurut data CryptoRank, rata-rata return Bitcoin (BTC) pada Agustus berada di angka -7,87%.
Pada masa awal seperti 2011, 2014, dan 2015, aset digital ini mengalami penurunan tajam pada bulan Agustus. Bahkan di tahun-tahun yang relatif kuat seperti 2022 dan 2023, tercatat kerugian masing-masing sebesar 14% dan 11,2%. Pola berulang ini membuat banyak analis menyoroti koreksi harga yang lazim terjadi di Agustus, sehingga menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar.
Di pasar kripto secara keseluruhan, Agustus sering kali diawali dengan volatilitas tinggi. Rilis data ekonomi serta perubahan sentimen pasar dapat memicu tekanan jual signifikan di seluruh sektor aset kripto.
Selama fase koreksi, likuidasi berskala besar kerap terjadi—terutama pada posisi long (beli). Meski demikian, menurut Robert Kiyosaki, periode penurunan harga Bitcoin (BTC) justru dapat membuka peluang jangka panjang.
Koreksi harga dapat menjadi titik masuk yang lebih menarik dan menguntungkan bagi investor yang siap. Memahami siklus pasar semacam ini merupakan kunci utama dalam membangun strategi investasi aset kripto yang efektif.
Kiyosaki percaya pada potensi pertumbuhan jangka panjang Bitcoin dan memandang penurunan harga sebagai peluang membeli dengan harga lebih rendah. Ia tetap optimistis (bullish) terhadap Bitcoin.
Pada Agustus, pasar Bitcoin mencatat ekspansi infrastruktur dan proyek DeFi. Proyek seperti PROVE, TOWNS, dan TREE tercatat di bursa utama, mendorong likuiditas dan valuasi pasar. Sinyal utama adalah meningkatnya kepercayaan investor dan naiknya likuiditas pasar.
Rangkuman rekam jejak Kiyosaki beragam. Prediksi $50.000 untuk tahun 2020 tercapai pada awal 2021, namun target $200.000 untuk 2025 belum terwujud. Ia memiliki catatan prediksi yang akurat dan juga yang meleset.
Investor disarankan tetap tenang dan konsisten dengan strategi jangka panjang. Mencatat setiap transaksi secara rinci serta mereviewnya dapat membantu menghindari keputusan emosional. Menahan aset dalam jangka panjang berpotensi memberi keuntungan jika harga pulih.
Harga Bitcoin sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Federal Reserve, tingkat inflasi, dan tren di pasar tradisional seperti S&P 500. Pada 2026, pemangkasan suku bunga yang diperkirakan terjadi dan inflasi rendah diharapkan mendorong harga naik, menopang kekuatan pasar kripto secara keseluruhan.
Risiko utama Bitcoin meliputi volatilitas pasar dan tekanan regulasi. Level support utama berada di sekitar $110.530, namun level ini bisa berubah seiring perkembangan kondisi pasar.











