
Shiba Inu mengalami volatilitas besar, dengan perubahan harga yang mencerminkan tren pasar kripto secara umum. Dalam periode ini, token tersebut turun dari peringkat kapitalisasi pasar sebelumnya.
Pada masa puncaknya, Shiba Inu sempat menembus 10 besar cryptocurrency berdasarkan kapitalisasi pasar, memperlihatkan kekuatan komunitas dalam mendorong nilai token. Namun, tekanan pasar di periode berikutnya menyebabkan harga turun dan menurunkan posisinya di ekosistem kripto yang lebih luas.
Pergerakan harga serta perubahan posisi pasar ini menyoroti dinamika teknis dan pasar, sekaligus pentingnya arah strategis dan kohesi komunitas bagi Shiba Inu.
Di tengah tantangan ini, Kaal Dhairya, pengembang inti Shiba Inu, menegaskan bahwa persatuan komunitas adalah prioritas tertinggi bagi masa depan ekosistem.
Kaal baru-baru ini menyatakan, “Prioritas kita saat ini adalah bersatu menghadapi tekanan eksternal,” menyoroti pentingnya kohesi komunitas untuk mengatasi tantangan luar yang mempengaruhi proyek.
Kaal menekankan bahwa tantangan utama Shiba Inu saat ini adalah kurangnya persatuan—adanya perpecahan internal dan konflik yang menghambat pertumbuhan bersama serta mencegah komunitas bergerak maju dengan tujuan kolektif.
Demi mencapai persatuan sejati, Kaal mengusulkan penguatan SHIB DAO dan pembentukan governance komunitas yang nyata. Dengan pengambilan keputusan terdesentralisasi dan inklusif, setiap anggota komunitas memiliki hak suara yang sama, meniadakan keberpihakan dan memastikan transparansi.
DAO harus mengelola proyek komunitas secara demokratis, mendukung inisiatif yang memberikan nilai tambah bagi ekosistem dan memastikan tidak ada proyek sah yang terabaikan atau dikeluarkan dari proses.
Dalam pesannya kepada komunitas Shiba Inu, Kaal mengajak: “Mari kita bersatu membangun Shibarium yang adil, dipimpin komunitas, berdasarkan persatuan, akuntabilitas, dan governance demokratis sejati.”
Visi governance komunitas ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Shiba Inu, menegaskan bahwa kesuksesan ke depan tidak hanya bergantung pada inovasi teknis, tetapi juga pada kemampuan komunitas untuk berkolaborasi dan mengelola secara demokratis demi tujuan bersama.
Ekosistem Shiba Inu menghadapi tantangan serius, seperti kurangnya transparansi kepemimpinan, lambatnya pengembangan teknologi, dan tekanan regulasi yang meningkat. Kepercayaan komunitas pun terguncang, sehingga memengaruhi prospek keseluruhan proyek.
Tim memfokuskan diri pada proyek yang menghasilkan pendapatan nyata dan memberikan imbal balik bagi ekosistem Shiba Inu. Mereka mengutamakan utilitas dan keberlanjutan ekonomi, bukan sekadar mengikuti tren hype pasar.
Ekosistem Shiba Inu meliputi ShibaSwap (decentralized exchange), platform NFT Shiba, dan proyek Shiba Metaverse. Semua aplikasi ini aktif dikembangkan untuk memperluas kapabilitas ekosistem.
Shiba Inu dibangun di atas Ethereum dan menawarkan fitur smart contract canggih. Berbeda dengan Dogecoin yang memiliki blockchain sendiri, SHIB memiliki suplai tetap dan terkendali, serta ekosistem lebih solid—termasuk DEX, NFT, dan staking—sehingga membuka potensi pertumbuhan lebih besar.
Roadmap meliputi pengembangan Shibarium, implementasi DAO, dan penerapan fully homomorphic encryption. Proyek utama seperti Shiba Eternity dan Shiba Hub bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna serta memperkuat governance komunitas terdesentralisasi.
Pemegang token dapat memberikan suara pada proposal dan menentukan arah proyek melalui governance terdesentralisasi. Anda juga bisa berkontribusi lewat ide dan saran untuk mengembangkan komunitas Shiba Inu.











