
Tahun 2025 diperkirakan akan sangat dramatis bagi industri kripto. Perubahan dalam kebijakan, harga, keamanan, dan struktur pasar menjadikan tahun ini sebagai tonggak penting dalam sejarah pengembangan kripto. Dari perubahan kebijakan pemerintahan Trump hingga harga Bitcoin yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa, dan insiden peretasan senilai $1,4 miliar yang melibatkan Bybit, berbagai peristiwa membentuk sentimen pasar dan aliran modal.
Pada awal tahun 2025, setelah Trump kembali ke Gedung Putih, ia mengirimkan sinyal ramah yang jelas terhadap mata uang kripto. Ini termasuk mendukung penambangan Bitcoin, mengembangkan kerangka legislatif stablecoin, dan mengadopsi sikap regulasi yang relatif lunak terhadap inovasi kripto. Kebijakan-kebijakan ini secara signifikan meningkatkan selera risiko pasar dalam jangka pendek, yang menyebabkan gelombang kenaikan aset kripto secara keseluruhan.
Namun, dampak kebijakan tidak hanya positif. Dengan semakin meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan, defisit fiskal, dan tren dolar, pasar enkripsi juga mengalami fase koreksi, menunjukkan bahwa aset kripto masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan makro.
Di bawah berbagai faktor yang menguntungkan, Bitcoin berkali-kali memperbarui rekor tertingginya pada tahun 2025, sekali melampaui angka 120.000 USD. Aliran masuk bersih ETF yang terus menerus, efek berkelanjutan dari siklus halving, dan permintaan alokasi institusi adalah penggerak inti yang mendorong kenaikan harga.
Namun, pasar tingkat tinggi juga disertai dengan fluktuasi yang parah. Selama periode tertentu, Bitcoin mengalami penarikan harian yang signifikan, memicu diskusi di pasar tentang "risiko puncak." Volatilitas yang intens ini mencerminkan pasar tahun 2025, yang mencakup alokasi modal jangka panjang dan kekuatan spekulatif jangka pendek yang berperan.
Fitur signifikan lainnya dari 2025 adalah tindakan frekuent dari OG Whale. Beberapa alamat Bitcoin yang telah dorman selama bertahun-tahun diaktifkan selama fase kenaikan harga, menarik perhatian pasar. Transfer dan perilaku pencairan dari para pemegang jangka panjang ini sering dilihat sebagai sinyal puncak potensial.
Meskipun Whale belum memicu penjualan sistemik, aliran modalnya telah secara signifikan meningkatkan volatilitas pasar selama periode waktu tertentu. Ini juga mengingatkan investor bahwa data on-chain akan tetap menjadi alat penting untuk menilai sentimen pasar pada tahun 2025.
Pada pertengahan 2025, konsep DAT (Tokenisasi Aset Digital) dengan cepat mendapatkan popularitas. Dari aset dunia nyata yang ditempatkan di blockchain hingga tokenisasi produk keuangan, DAT dipandang sebagai jembatan kunci yang menghubungkan keuangan tradisional dan dunia enkripsi. Dalam waktu singkat, sejumlah besar proyek muncul, dan harga token terkait dengan cepat meningkat.
Namun, seiring dengan perbedaan kualitas proyek dan peningkatan pengawasan regulasi, euforia DAT secara bertahap mereda. Beberapa proyek yang tidak memiliki dukungan aset nyata dengan cepat mengalami penurunan, dan pasar mulai menilai kembali keberlanjutan "pasar yang didorong narasi."
Salah satu peristiwa yang paling berdampak pada tahun 2025 adalah serangan peretas terhadap Bybit, yang mengakibatkan kerugian sekitar $1,4 miliar. Insiden ini menjadi salah satu insiden keamanan dengan kerugian tertinggi dalam sejarah enkripsi.
Investigasi menunjukkan bahwa peretas tidak masuk melalui kerentanan tradisional tetapi sebaliknya mengeksploitasi kelemahan kepercayaan manusia dalam proses multi-tanda tangan untuk melakukan serangan rekayasa sosial. Insiden ini sekali lagi mengungkapkan bahwa bahkan platform perdagangan terkemuka masih memiliki risiko dalam manajemen izin yang kompleks dan keamanan proses internal.
Dalam lingkungan di mana imbal hasil tinggi dan risiko tinggi coexist, sentimen investor pada tahun 2025 jelas lebih terpolarisasi. Beberapa investor jangka panjang memilih untuk terus memegang aset inti, seperti Bitcoin dan Ethereum, sementara trader jangka pendek sering masuk dan keluar dari pasar di tengah volatilitas yang tinggi.
Insiden peretasan Bybit dan pecahnya gelembung DAT juga telah mendorong lebih banyak pengguna untuk mengevaluasi kembali penyimpanan aset, diversifikasi keamanan, dan pengendalian risiko, yang mendorong peningkatan penggunaan dompet dingin dan alat penyimpanan mandiri.
Melihat kembali ke tahun 2025, industri enkripsi telah mengalami ujian kritis dalam hal kebijakan, harga, dan keamanan. Dapat diperkirakan bahwa pada tahun 2026, pasar akan lebih memperhatikan proses kepatuhan, keamanan infrastruktur, dan implementasi aplikasi nyata.
Bagi para investor, memahami kebijakan makro, memperhatikan data on-chain, dan menghindari mengejar tren secara membabi buta mungkin menjadi strategi jangka panjang yang lebih penting di masa depan. Pengalaman dan pelajaran yang ditinggalkan pada tahun 2025 akan terus mempengaruhi arah perkembangan tahap berikutnya dari pasar enkripsi.











