

Bitcoin ATM adalah mesin anjungan tunai otomatis khusus untuk bitcoin (BTC). Mesin fisik ini, yang umumnya terletak di area publik, memungkinkan Anda membeli atau menjual BTC (dan kadang mata uang kripto lain) dengan uang tunai atau pembayaran kartu debit. Fungsinya mirip dengan ATM bank konvensional, namun menghubungkan Anda ke ekosistem cryptocurrency, bukan ke rekening bank tradisional.
Bitcoin ATM sangat mudah digunakan. Untuk membeli bitcoin, Anda cukup memasukkan uang tunai ke mesin, memindai kode QR dompet Anda, lalu ATM akan secara otomatis mentransfer BTC ke alamat dompet tersebut. Jika belum memiliki dompet kripto, Anda perlu membuatnya terlebih dahulu.
Bergantung pada lokasinya, Bitcoin ATM dapat menyediakan layanan pembelian maupun penjualan. Namun, ada ATM yang hanya mendukung pembelian, dan ada pula yang hanya mendukung penjualan.
Jika ATM tersebut mendukung penjualan bitcoin, Anda hanya perlu mengirimkan koin dari dompet ke alamat yang diberikan mesin. Setelah transaksi dikonfirmasi di blockchain, ATM akan mengeluarkan uang tunai.
Meski Bitcoin ATM menawarkan kemudahan, biaya yang dikenakan tergolong tinggi. Sebagian besar crypto ATM mengenakan biaya antara 7% hingga 20% per transaksi, jauh lebih mahal dibandingkan exchange online.
Exchange crypto daring biasanya membebankan biaya 1% hingga 4% untuk setoran bank atau pembelian dengan kartu kredit. Jadi, meski menggunakan Bitcoin ATM itu praktis dan cepat, biayanya jauh lebih mahal. Beberapa mesin juga membatasi nilai minimum dan maksimum transaksi. Pastikan Anda memeriksa batas tersebut terlebih dahulu.
Pastikan juga memilih ATM dengan rating terbaru yang baik, mencantumkan kontak pemilik, menyediakan harga real-time, dan informasi biaya yang transparan.
Dengan meningkatnya popularitas Bitcoin, jumlah ATM juga bertambah pesat. Saat ini ada puluhan ribu crypto ATM di seluruh dunia, mayoritas berada di Amerika Serikat, namun sudah mulai tersebar di banyak negara lain.
Biasanya, Anda dapat menemukannya di SPBU, pusat perbelanjaan, dan bandara.
Mudah digunakan: Cocok untuk pemula yang ingin mencoba cryptocurrency tanpa harus melalui exchange online.
Dukungan uang tunai: Memungkinkan pembelian bitcoin menggunakan uang tunai tanpa memerlukan rekening bank.
Relatif cepat: Tidak perlu menunggu lama seperti transfer bank pada umumnya.
Biaya tinggi: Kemudahan yang diberikan harus dibayar dengan biaya yang cenderung jauh lebih mahal dibandingkan alternatif online.
Ketersediaan terbatas: Walau semakin umum, ketersediaannya tetap terbatas tergantung lokasi Anda.
Risiko keamanan: Harus tetap waspada. Seperti mesin keuangan lain, Bitcoin ATM rentan terhadap pencurian atau penipuan. Terdapat juga mesin palsu di pasaran.
Buat dompet kripto: Anda memerlukan alamat dompet untuk menerima bitcoin. Pastikan dompet Anda dapat menghasilkan kode QR.
Cari Bitcoin ATM: Gunakan pencari online untuk menemukan mesin terdekat. Pastikan mesin tersebut asli, memiliki rating terbaru, dan informasi yang jelas.
Verifikasi identitas: Beberapa mesin meminta nomor ponsel atau foto identitas, tergantung pada nilai transaksi beli/jual bitcoin.
Pindai kode QR dompet: Saat membeli, pindai kode QR dompet agar mesin dapat mengirimkan bitcoin ke alamat Anda.
Lakukan pembayaran: Ikuti instruksi pada layar untuk memasukkan uang tunai atau menggesek kartu debit sesuai nominal yang diinginkan.
Konfirmasi transaksi: Setelah transaksi dikonfirmasi di blockchain, bitcoin akan masuk ke dompet Anda. Proses konfirmasi bisa memakan waktu sesuai tingkat kepadatan jaringan.
Bitcoin ATM dapat menjadi solusi mudah untuk membeli bitcoin dengan uang tunai. Namun, Anda harus mempertimbangkan risiko keamanan dan biaya tinggi yang dapat membuat pembelian menjadi jauh lebih mahal.
Bagi kebanyakan pengguna, kemudahan Bitcoin ATM tidak sebanding dengan biaya besar dan potensi risiko yang ditimbulkan.
Bitcoin ATM adalah mesin fisik yang memungkinkan pengguna membeli dan menjual Bitcoin dengan uang tunai atau kartu debit. Pengguna cukup memasukkan uang tunai, memindai kode QR dompet, lalu ATM mentransfer BTC ke alamat dompet. Untuk penjualan, pengguna mengirim token ke alamat mesin dan menerima uang tunai setelah transaksi terkonfirmasi di blockchain. Biaya transaksi biasanya berkisar 7%–20%, jauh lebih tinggi dibandingkan platform online.
Cari Bitcoin ATM menggunakan peta seperti coinatmradar.com. Pilih menu beli atau jual di layar, masukkan uang tunai atau pindai kode QR dompet Anda. Konfirmasi detail transaksi, atur biaya miner bila diperlukan, lalu selesaikan. Dana akan diterima setelah konfirmasi blockchain, biasanya dalam 10–30 menit.
Biaya Bitcoin ATM umumnya antara 5% hingga 15%, tergantung lokasi dan operator. Biaya ini lebih tinggi daripada platform online karena faktor kemudahan dan biaya operasional.
Bitcoin ATM memiliki risiko pencurian, penipuan, serta potensi mesin palsu. Gunakan di lokasi yang aman dan pastikan keaslian mesin sebelum transaksi untuk meminimalkan risiko.
Saat ini terdapat puluhan ribu Bitcoin ATM secara global, mayoritas di Amerika Serikat. Gunakan Coin ATM Radar untuk mencari Bitcoin ATM terdekat. Platform ini menawarkan peta real-time agar Anda dapat menemukan mesin terdekat di area Anda.
Bitcoin ATM berbeda dari ATM tradisional dalam hal fungsi. ATM tradisional menangani setoran dan penarikan uang fiat, sedangkan Bitcoin ATM memungkinkan transaksi antara cryptocurrency dan uang fiat. Bitcoin ATM menyediakan fitur konversi dan pertukaran yang melampaui layanan perbankan konvensional.
Ya, sebagian besar Bitcoin ATM kini mewajibkan verifikasi identitas. Regulasi mengharuskan prosedur KYC (Know Your Customer) untuk setiap transaksi, khususnya di sebagian besar negara. Umumnya, Anda perlu menunjukkan dokumen identitas dan memverifikasi data pribadi sebelum melakukan pembelian atau penarikan Bitcoin di ATM.











