

Arus modal institusional kini secara mendasar mengubah cara kerja sinyal open interest di pasar derivatif kripto menjelang 2026. Dengan kerangka regulasi yang semakin kokoh—khususnya terkait persyaratan margin portofolio dan model leverage berbasis VaR—pelaku institusi besar menempatkan lebih banyak modal ke platform futures dibanding sebelumnya. Pergeseran ini langsung mempengaruhi arti dan komposisi metrik open interest.
Perubahan ini sejalan dengan restrukturisasi besar dalam infrastruktur aset digital. Treasury aset digital kini memiliki aset kripto bernilai miliaran, sementara produk ETF spot membuka akses institusional yang setara, sehingga institusi keuangan tradisional mulai memindahkan leverage ke futures kripto dalam skala besar. Aturan baru terkait supplemental leverage ratio yang berlaku Januari 2026 juga telah mengubah cara perusahaan induk bank menghitung margin, secara tidak langsung mengubah pola leverage yang terlihat pada data open interest.
Bagi para trader, open interest kini tidak lagi sekadar mencerminkan posisi spekulatif. Indikator ini semakin menampilkan strategi hedging institusi, pengelolaan agunan, dan arus rebalancing sistematis. Ketika open interest kontrak utama meningkat, trader kini lebih mungkin sedang mengamati penempatan treasury institusi atau rebalancing produk terstruktur, bukan lagi penumpukan leverage ritel.
Perubahan regulasi yang berlangsung hingga pertengahan 2026 terus mendefinisikan ulang batas leverage dan dinamika margin antar bursa. Proyeksi legislasi bipartisan memperkuat integrasi antara keuangan tradisional dan pasar kripto, semakin melegitimasi partisipasi modal institusi. Memahami transformasi pola leverage—bagaimana posisi institusi kini mendominasi komposisi open interest—menjadi kunci untuk membaca sinyal pasar secara tepat di era baru yang dipimpin institusi ini.
Funding rate adalah cerminan langsung sentimen pasar derivatif, mengindikasikan kecenderungan trader apakah bullish atau bearish pada aset tertentu. Bybit dan gate menyediakan data funding rate secara real-time yang menampilkan pembayaran antara pemegang posisi long dan short. Sepanjang 2025, pasar perpetual futures rata-rata mencatat funding rate sekitar 0,015% per 8 jam, menandakan sentimen relatif seimbang di tengah volatilitas harga. Kenaikan funding rate secara signifikan menandakan posisi bullish berlebih, yang dapat memicu risiko likuidasi tinggi.
Data likuidasi memperkuat analisis funding rate dengan mengungkap kerentanan pasar saat terjadi pergerakan ekstrem. Pemantauan cascade likuidasi di gate dan Bybit memungkinkan trader mengidentifikasi level support dan resistance penting di mana posisi besar dilikuidasi secara agresif. Volume likuidasi tinggi sering kali mendahului pembalikan harga tajam, sehingga data ini sangat penting untuk manajemen risiko. Kombinasi funding rate tinggi dan likuidasi meningkat mengindikasikan pasar jenuh dan potensi pembalikan tren. Sebaliknya, funding rate mendekati nol dan pola likuidasi stabil menandakan pasar dalam kondisi seimbang, sehingga trader dapat mengambil posisi dengan keyakinan lebih besar untuk pergerakan arah yang berkelanjutan.
Rasio long-short mengukur proporsi posisi long terhadap short di pasar derivatif kripto dan menjadi indikator utama sentimen arah. Dengan membagi jumlah posisi long agregat dengan short di berbagai platform, trader dapat membaca kecenderungan bullish atau bearish baik dari institusi maupun ritel. Namun, interpretasi rasio ini membutuhkan pemahaman atas data dari masing-masing bursa, sebab tiap platform menarik jenis partisipan yang berbeda.
Trader institusi umumnya menggunakan futures Bitcoin dan Ethereum di CME, di mana open interest opsi jauh melampaui Deribit yang lebih berfokus pada ritel. Pada 2026, investor institusi menguasai lebih dari 80% volume derivatif kripto, mengubah struktur pasar secara signifikan. Laporan CFTC Commitment of Traders memisahkan data posisi manajer aset, dana leverage, dan trader ritel pada kontrak CME. Sementara itu, options OI di Deribit mencerminkan aktivitas ritel yang terkonsentrasi, sehingga menjadi indikator ekspektasi pasar ritel.
| Bursa | Rasio Long BTC | Sentimen |
|---|---|---|
| Binance | 50,33% | Bias Long Moderat |
| OKX | 51,78% | Bias Long Moderat |
| Bybit | 50,00% | Netral |
Rasio long-short di setiap bursa menunjukkan perbedaan posisi yang halus. Futures CME umumnya minim partisipasi ritel, sedangkan bursa offshore menampilkan sinyal yang beragam. Memahami pola tiap bursa memudahkan pemisahan aktivitas hedging institusi dari spekulasi ritel, meski keterbatasan data dan pelaporan tidak lengkap tetap membatasi ketepatan analisis posisi.
Open Interest menunjukkan total kontrak futures yang belum diselesaikan di pasar. Kenaikan OI biasanya menandakan tren berlanjut dan momentum menguat. Penurunan OI mengindikasikan melemahnya tren dan potensi pembalikan. OI tinggi mencerminkan keyakinan pasar serta likuiditas untuk perdagangan Anda.
Funding rate merupakan pembayaran periodik antara posisi long dan short di perpetual futures. Nilai positif berarti long membayar short, sedangkan nilai negatif berarti short membayar long. Trader memanfaatkan funding rate untuk mengidentifikasi ekstrem sentimen pasar, menjalankan arbitrase, dan mengoptimalkan waktu entry/exit berdasarkan tren dan momentum rate.
Rasio likuidasi long atau short yang tinggi biasanya menandakan potensi pembalikan pasar. Analisis volume likuidasi dapat mengukur sentimen pasar dan ketidakseimbangan. Likuidasi ekstrem menunjukkan posisi overextended, membantu memprediksi perubahan arah dan peluang trading selanjutnya.
Open interest, funding rate, dan data likuidasi merupakan indikator pasar yang saling berkaitan. Funding rate tinggi menunjukkan permintaan meningkat, biasanya mendorong open interest naik. Data likuidasi memperlihatkan posisi riil di pasar dan mencerminkan tekanan serta potensi pembalikan tren saat posisi besar dilikuidasi.
Pada 2026, sinyal pasar derivatif memperlihatkan partisipasi institusi yang lebih tinggi, konsentrasi open interest pada futures Bitcoin, funding rate meningkat yang menunjukkan sentimen bullish, serta pola likuidasi yang lebih kompleks. Aliran dana ETF spot Bitcoin menstabilkan permintaan derivatif sehingga spread bid-ask lebih rapat dan zona likuidasi lebih dapat diprediksi dibanding pola volatil pada 2024.
Pantau lonjakan open interest, funding rate yang meningkat, serta volume likuidasi besar. Penumpukan posisi long/short yang berlebihan terhadap volatilitas pasar, perubahan margin mendadak, dan peningkatan leverage cepat menandakan over-leverage. Perhatikan lonjakan funding rate dan cascade likuidasi sebagai tanda stres pasar dan potensi forced liquidation.
Funding rate positif mencerminkan sentimen pasar bullish dengan dominasi posisi long, sedangkan funding rate negatif menandakan sentimen bearish dengan dominasi posisi short. Funding rate menggambarkan pihak long atau short yang membayar fee demi menjaga keseimbangan pasar.
Likuidasi besar biasanya memicu volatilitas harga kripto jangka pendek yang signifikan. Peristiwa likuidasi masif dapat menyebabkan kepanikan pasar dan menekan harga lebih jauh. Data historis menunjukkan peristiwa semacam ini menghasilkan fluktuasi harga besar, namun besarnya sangat bergantung pada kondisi pasar dan likuiditas.
Awali dengan memantau tiga indikator utama: open interest futures untuk posisi pasar, funding rate untuk momentum harga, dan data likuidasi untuk mendeteksi leverage ekstrem. Pantau ketiganya secara terpadu untuk memahami tren dan sentimen pasar.
Platform terkemuka dengan data derivatif andal meliputi Mitrade, IG Market, Exness, Pepperstone, dan OANDA. Platform-platform ini menyediakan data open interest futures, funding rate, dan likuidasi yang sangat penting untuk analisis pasar.
RAD adalah token tata kelola dari Radicle yang memungkinkan pemegangnya berpartisipasi dalam pengambilan keputusan proyek dan berkontribusi ke jaringan kolaborasi kode terdesentralisasi. RAD digunakan untuk voting tata kelola dan memberi insentif kontribusi komunitas.
Beli token RAD di platform perdagangan utama menggunakan fiat atau kripto, lalu transfer ke dompet pribadi yang aman seperti MetaMask atau Ledger untuk penyimpanan jangka panjang. Bursa terdesentralisasi juga menyediakan opsi perdagangan langsung.
Risiko investasi RAD meliputi volatilitas pasar, ketidakpastian regulasi, dan kerentanan teknis. Evaluasi faktor-faktor ini secara matang sebelum berinvestasi dan lakukan diversifikasi portofolio sesuai kebutuhan.
Radicle adalah platform kolaborasi kode terdesentralisasi berbasis protokol terbuka, berbeda dengan GitHub yang terpusat. Radicle menghilangkan server dan hak istimewa khusus, memberi kendali penuh kepada pengguna atas kode dan repositori mereka. Desentralisasi ini meningkatkan keamanan, ketahanan terhadap sensor, dan tata kelola komunitas.
Total suplai token RAD adalah 100 juta. Tokenomics mengalokasikan lebih dari 50% ke Radicle Treasury, memastikan tata kelola jaringan dan stabilitas jangka panjang melalui kendali smart contract.
Nilai jangka panjang Radicle terletak pada platform berbagi data terdesentralisasi yang mendorong pengembangan berbasis komunitas. RAD menjadi motor penggerak tata kelola dan insentif partisipasi jaringan, menjadikannya infrastruktur kolaborasi Web3 dan berpotensi mencapai valuasi besar pada 2030.











