
Gambar: https://coinmarketcap.com/charts/altcoin-season-index/
Memasuki paruh kedua tahun 2025, pasar cryptocurrency menunjukkan divergensi dan volatilitas yang signifikan. Menjelang akhir tahun, mayoritas token utama mengalami koreksi tajam dari harga tertingginya, minat risiko berkurang, dan kapitalisasi pasar menyusut secara drastis. Altcoin, khususnya, tertinggal dari Bitcoin. Berdasarkan data terbaru, Altcoin Season Index turun ke angka 17, menandakan sebagian besar altcoin gagal mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Kondisi ini menandai kembalinya “Bitcoin Season.”
Altcoin Season Index adalah indikator kekuatan relatif altcoin terhadap Bitcoin. Indeks ini dihitung berdasarkan jumlah dari 100 altcoin teratas yang berhasil mengungguli Bitcoin selama 90 hari terakhir.
Indeks saat ini hanya 17, menunjukkan hanya sebagian kecil altcoin yang mampu mengungguli Bitcoin.
Apa maknanya? Altcoin Season yang ideal tak hanya membutuhkan sentimen pasar yang positif, tetapi juga rotasi modal dari Bitcoin ke proyek altcoin agar terjadi kenaikan harga token secara menyeluruh.
Penurunan indeks ke 17 bukan sekadar sinyal teknikal—ini mencerminkan meningkatnya aversi risiko dan perubahan alokasi modal. Secara spesifik:
Singkatnya, penurunan tajam indeks ini mencerminkan bukan hanya penurunan harga, tetapi juga perubahan mendalam pada struktur dan sentimen pasar.
Harga Bitcoin juga semakin volatil belakangan ini. Walaupun Bitcoin bertahan lebih baik dibanding altcoin selama penurunan, secara keseluruhan tetap berada di bawah tekanan. Data pasar menunjukkan Bitcoin telah turun tajam dari harga tertinggi tahunannya dan kini diperdagangkan di kisaran $80.000–$100.000, dengan volume transaksi dan kepercayaan investor yang menurun. Lonjakan likuidasi paksa dan arus keluar modal semakin menekan Bitcoin dalam jangka pendek.
Ketahanan relatif Bitcoin menarik modal kembali ke BTC, sehingga kinerja altcoin semakin tertahan. Inilah salah satu alasan utama penurunan berkelanjutan Altcoin Season Index.
Ethereum, aset kripto terbesar kedua, juga mencatat penurunan lebih dalam dibanding Bitcoin selama 90 hari terakhir, sehingga menekan indeks altcoin. Data terbaru menunjukkan Ethereum turun sekitar 28,30%, sedangkan Bitcoin turun sekitar 21,10%. Akibatnya, Ethereum—yang sebelumnya menjadi pemimpin altcoin—gagal mengangkat pasar altcoin secara keseluruhan.
Selain itu, sejumlah altcoin populer mengalami fluktuasi harga ekstrem dan likuiditas tipis, membuat sentimen pasar semakin berhati-hati. Beberapa token berkapitalisasi kecil dan menengah mengalami koreksi signifikan, menyoroti pentingnya manajemen risiko.
Secara umum, pelaku pasar kini lebih memilih aset dengan arus kas kuat dan pengakuan institusional tinggi, sementara altcoin berisiko tinggi tersingkir akibat minimnya momentum kenaikan yang jelas.
Risiko pasar saat ini sangat tinggi:
Secara struktural, pasar belum kembali ke tren naik yang solid. Tanpa arus modal kembali ke aset berisiko, reli berkelanjutan sulit tercapai.
Mengingat kondisi saat ini, investor dapat mempertimbangkan strategi berikut:
Di situasi seperti ini, aset spekulatif membutuhkan kontrol risiko yang lebih ketat.
Menjelang akhir 2025, dengan Altcoin Season Index di titik terendah historis 17, pasar kripto menunjukkan kelemahan struktural yang jelas. Sebagian besar altcoin gagal mengungguli Bitcoin, minat risiko menurun, dan ketakutan menjadi sentimen dominan. Walaupun Bitcoin relatif tangguh, harganya tetap berada di bawah tekanan. Investor perlu tetap objektif dan merespons secara hati-hati terhadap potensi gejolak pasar.





