
Grafik: https://www.gate.com/trade/DOGE_USDT
Memasuki 2026, minat risiko di pasar kripto kembali meningkat, menempatkan Dogecoin (DOGE) ke dalam pusat perhatian. Data pasar terbaru menunjukkan DOGE naik sekitar 4%, dengan harga pulih ke kisaran US$0,1516. Kenaikan ini didorong oleh sinyal teknikal yang banyak diperhatikan: golden cross.
Golden cross terjadi ketika moving average jangka pendek melintasi di atas moving average jangka panjang. Dalam analisis teknikal, pola ini kerap dianggap sebagai indikasi bahwa tren jangka pendek yang lemah mulai berbalik bullish. Walaupun utamanya mencerminkan perubahan sentimen trading, golden cross yang disertai lonjakan volume dapat memberikan sinyal jangka pendek yang signifikan.
Secara teknikal, golden cross DOGE baru-baru ini muncul terutama pada moving average per jam atau harian, menandakan modal jangka pendek aktif masuk ke pasar. Jika volume perdagangan terus meningkat, harga berpotensi memperpanjang penguatan.
Namun, golden cross pada dasarnya adalah indikator jangka pendek, dan keabsahannya sangat bergantung pada konfirmasi volume selanjutnya. Jika harga dan volume tidak sejalan, momentum kenaikan bisa cepat mereda.
Reli DOGE tidak terjadi secara terpisah—ini merupakan bagian dari gelombang kebangkitan meme coin yang lebih luas. Token populer seperti Shiba Inu dan PEPE juga mengalami rebound baru-baru ini, mencerminkan minat jangka pendek yang kembali pada aset berisiko tinggi dan sangat dipengaruhi sentimen pasar.
Data bursa menunjukkan lonjakan DOGE terbaru disertai peningkatan signifikan volume perdagangan, kini melebihi rata-rata 30 hari. Hal ini menandakan kenaikan aktivitas trading spekulatif.
Namun, reli meme coin umumnya ditandai sentimen yang terkonsentrasi dan pembalikan cepat, sehingga memperbesar potensi keuntungan dan risiko penurunan.
Level teknikal utama adalah sebagai berikut:
Rentang resistance ini merupakan zona perdagangan padat yang telah berulang kali diuji harga. Jika DOGE gagal menembus, harga berpotensi kembali ke fase konsolidasi.
Volume perdagangan tetap menjadi faktor utama untuk menilai keberlanjutan tren. Jika volume menurun saat terjadi pullback dan support bertahan, struktur jangka pendek tetap sehat. Sebaliknya, penurunan harga dengan volume meningkat menjadi sinyal waspada terhadap potensi pembalikan tren.
Meski sinyal teknikal jangka pendek bersifat bullish, Dogecoin masih menghadapi sejumlah risiko struktural:
Selain itu, sebagai token tanpa batas maksimum suplai, sifat inflasi Dogecoin dalam jangka panjang dapat menekan harga dasarnya.
Pandangan pasar terkait arah DOGE ke depan masih terpecah:
Di pasar yang sangat dipengaruhi sentimen saat ini, tidak ada satu pun sinyal teknikal yang cukup untuk menopang proyeksi menengah atau panjang.
Reli Dogecoin terbaru menyoroti daya tarik meme coin di tengah meningkatnya sentimen pasar. Sinyal teknikal jangka pendek seperti golden cross telah memberikan momentum, namun keberlanjutannya tetap bergantung pada konfirmasi volume dan sentimen.
Bagi investor, memahami faktor pendorong pergerakan harga, mengelola ukuran posisi, dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren pasar pada aset yang sangat volatil.





