
(Sumber: David Duong, CFA)
David Duong, Global Head of Institutional Research di Coinbase, baru-baru ini memperingatkan bahwa kemajuan pesat komputasi kuantum dapat membawa fondasi keamanan Bitcoin ke ranah risiko yang sama sekali baru. Kekhawatiran utamanya bukan pada kemungkinan serangan dalam waktu dekat, melainkan pada potensi pasar yang secara signifikan meremehkan ancaman ini dibandingkan kecepatan perkembangan teknologi.
Duong mencatat bahwa pengaruh komputasi kuantum terhadap Bitcoin telah beralih dari isu teoretis menjadi faktor risiko struktural.
Duong menyoroti bahwa sekitar sepertiga dari total pasokan Bitcoin terkait dengan output dompet yang dapat diakses secara publik. Jika komputasi kuantum mencapai tingkat kematangan yang cukup, alamat-alamat ini secara teoritis dapat menjadi sasaran serangan brute-force sehingga aset berisiko dicuri. Ia menegaskan bahwa ini bukan prediksi serangan dalam waktu dekat, melainkan peringatan bagi investor bahwa peta risiko telah berubah secara mendasar.
Komputer kuantum masih berada dalam tahap eksperimen dan pengembangan. Berbeda dengan komputer klasik, komputer kuantum memanfaatkan mekanika kuantum untuk memproses data. Ketika sistem kuantum mencapai skala dan stabilitas yang memadai, pertahanan kriptografi saat ini kemungkinan tidak lagi cukup. Pendapat akademisi beragam terkait kapan komputer kuantum dapat menembus enkripsi Bitcoin, dengan sejumlah peneliti memperingatkan ancaman riil bisa hadir dalam empat hingga lima tahun. Pandangan ini semakin diperhatikan oleh institusi keuangan konvensional.
Secara teknis, keamanan Bitcoin bertumpu pada dua pilar utama kriptografi:
Duong mengidentifikasi dua kategori risiko terkait kuantum. Pertama adalah risiko ekonomi: jika komputer kuantum secara drastis meningkatkan efisiensi mining, insentif jaringan dapat terganggu. Namun, keterbatasan perangkat keras saat ini membuat ini menjadi perhatian sekunder. Tantangan utama terletak pada integritas tanda tangan digital.
BlackRock secara tegas mencantumkan komputasi kuantum sebagai faktor risiko potensial dalam prospektus iShares Bitcoin Trust terbaru, menandakan bahwa isu ini telah melampaui ranah teknis dan kini menjadi pertimbangan utama dalam investasi institusional.
Untuk mengakses lebih banyak konten Web3, daftar di sini: https://www.gate.com/
Meski komputasi kuantum belum matang sepenuhnya, Bitcoin kemungkinan tetap mempertahankan posisi keamanannya dalam jangka pendek. Namun, risiko ini tidak dapat diabaikan. Seiring kemajuan teknologi melampaui ekspektasi pasar, asumsi keamanan aset kripto kini kembali diuji. Bagi Bitcoin, tantangan utama bukan sekadar volatilitas harga—melainkan kesiapan untuk melakukan pembaruan kriptografi secara proaktif demi menjaga kredibilitas inti sebagai jaringan nilai terdesentralisasi di era teknologi berikutnya.





