Bank-bank Jepang sudah memproses transaksi XRP di bawah NDA, dengan data on-chain yang mengonfirmasi aktivitas meskipun tidak ada pengungkapan publik dari bank.
Bank-bank Jepang sudah melakukan transaksi XRP, tetapi sebagian besar detail tetap bersifat pribadi karena perjanjian kerahasiaan.
Konfirmasi terbaru dari seorang bankir yang terkait dengan Bank of Japan menunjukkan bahwa aktivitas XRP Ledger yang melibatkan bank domestik sedang aktif.
Meskipun lembaga tidak dapat berbicara secara publik, data blockchain memungkinkan pengamat untuk melihat transaksi yang sedang berlangsung.
Seorang bankir yang terhubung dengan Bank of Japan mengonfirmasi bahwa lembaga keuangan Jepang sedang bertransaksi di XRP Ledger.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan bank tertentu atau tujuan transaksi. Perjanjian hukum mencegah penjelasan publik.
🚨BREAKING: Jepang Konfirmasi Bank Sudah Menggunakan XRP — Aktivitas Tersembunyi oleh NDA 🇯🇵👀
Seorang bankir yang terkait dengan Bank of Japan baru saja mengonfirmasi bahwa lembaga keuangan Jepang sudah bertransaksi di XRPL — tetapi detailnya belum dipublikasikan karena perjanjian kerahasiaan. 😳
Bank… https://t.co/vy2b62t49n pic.twitter.com/bWb7uVS4jL
— Diana (@InvestWithD) 7 Februari 2026
Perjanjian kerahasiaan banyak digunakan di sektor perbankan Jepang selama pengujian sistem dan tahap awal penerapan.
Perjanjian ini memungkinkan bank untuk mengoperasikan alat pembayaran baru sambil membatasi komunikasi publik.
Menurut bankir tersebut, transaksi XRP dapat diamati di buku besar publik.
Namun, bank tidak dapat membahas apakah aktivitas tersebut melibatkan pengujian, penyelesaian, atau transfer internal.
Bank-bank Jepang sering mengadopsi teknologi baru secara diam-diam. Pengumuman publik biasanya dilakukan setelah sistem mencapai tahap operasional yang stabil.
XRP Ledger memungkinkan tampilan publik terhadap aktivitas transaksi. Analis telah mengamati transfer yang berbeda dari pola penggunaan ritel.
Transaksi ini sering melibatkan jumlah yang lebih besar dan waktu yang teratur. Pola seperti ini biasanya dikaitkan dengan operasi institusional.
Pengamat blockchain mencatat bahwa perilaku dompet tampak terkoordinasi. Ini menunjukkan penggunaan yang terkendali daripada aktivitas perdagangan individu.
Sumber industri mengatakan, “Ledger menunjukkan pergerakan, tetapi lembaga tidak dapat menjelaskannya.” Sumber tersebut menolak untuk membagikan detail lebih lanjut karena aturan kerahasiaan.
Tanpa pernyataan resmi, analis hanya mengandalkan data publik. Ini membatasi kejelasan tentang tujuan transaksi dan pihak lawan.
**Bacaan Terkait: **Harga XRP Melonjak Sementara Pasar Stagnan: Inilah yang Sebenarnya Mendorongnya
Jepang memiliki kerangka regulasi yang mapan untuk aset digital dan sistem pembayaran. Otoritas Jasa Keuangan mengawasi aktivitas terkait kripto di seluruh negeri.
Bank of Japan mendukung inovasi tetapi memprioritaskan stabilitas sistem. Infrastruktur keuangan baru sering menjalani fase pengujian pribadi.
Bank dapat menguji pembayaran berbasis blockchain di bawah pengawasan regulasi. NDA membantu mengurangi spekulasi dan reaksi pasar selama tahap ini.
Penggunaan XRP sesuai dengan kerangka ini, karena bank dapat bereksperimen tanpa tekanan publik. Regulator belum mengajukan keberatan terkait pengujian tersebut.
Jepang memiliki sejarah mengeksplorasi teknologi distributed ledger dalam pembayaran. Namun, pengungkapan biasanya dilakukan hanya setelah evaluasi internal.
Untuk saat ini, transaksi XRP di bank-bank Jepang tetap berlangsung secara diam-diam. Aktivitas tetap terlihat di on-chain, tetapi detailnya tetap terbatas berdasarkan perjanjian hukum.
Artikel Terkait
XRP Menggerakkan RLUSD di XRP Ledger, Mengonfirmasi Ripple SVP di Consensus 2026
Sinyal Beli XRP Muncul saat Analis Mengincar Tembus $15
XRP Ledger Foundation mengumumkan empat pejabat inti yang bertanggung jawab, memasuki tahap baru kolaborasi publik
UBS Group menambah kepemilikan MSTR menjadi 6,31 juta saham, dengan nilai total kepemilikan mencapai 1120 juta dolar AS
Bursa Efek Moskow Meluncurkan Futures SOL, XRP, dan TRON pada 14 Mei
ETF XRP Canary mencatat arus masuk bersih sebesar 6,04 juta dolar AS pada 8 Mei