Peristiwa likuidasi sebesar 19 miliar dolar mengguncang pasar kripto pada 10 Oktober, dengan sebagian besar kerugian terjadi dalam hitungan menit. CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, menyebut penurunan tajam tersebut disebabkan oleh leverage berlebih, terutama di Binance. Ia mengatakan bahwa penjualan tersebut sebagian besar didorong oleh likuidasi paksa daripada faktor makroekonomi secara luas.
Trader melikuidasi sekitar 19 miliar dolar posisi kripto dalam waktu 24 jam pada 10 Oktober. Sekitar 70 persen dari likuidasi tersebut terjadi dalam sekitar 40 menit. Kecepatan pergerakan ini menarik perhatian di seluruh meja perdagangan dan bursa.
NOVOGRATZ: LEVERAGE BINANCE MEMICU PENGHAPUSAN 19 Miliar Dolar
Mike Novogratz baru saja memberikan komentarnya tentang peristiwa likuidasi 10 Oktober — 19 miliar dolar dihapus dalam 24 jam, dengan 70% di antaranya terjadi dalam sekitar 40 menit.
Pandangannya? Leverage di Binance memainkan peran utama.
Menurut Novogratz,… pic.twitter.com/XyIh2fuxde
— CryptosRus (@CryptosR_Us) 15 Februari 2026
Data likuidasi menunjukkan pelepasan cepat posisi panjang berleveraged. Saat harga menurun, panggilan margin meningkat dan sistem otomatis memicu penjualan lebih lanjut. Ini menciptakan umpan balik yang memperkuat volatilitas.
Pasar derivatif sering memicu kejadian seperti ini karena trader menggunakan dana pinjaman. Ketika harga bergerak tajam melawan posisi berleveraged, bursa menutup perdagangan untuk membatasi kerugian. Proses ini dapat mempercepat fluktuasi harga.
Mike Novogratz mengatakan leverage di Binance memainkan peran sentral dalam peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa pinjaman berlebih memperbesar pergerakan ke arah negatif. Menurutnya, leverage tidak hanya mempengaruhi trader ritel tetapi juga pembuat pasar.
“Ketika leverage menumpuk dalam satu arah, tidak perlu banyak untuk membuat domino jatuh,” kata Novogratz. Ia menjelaskan bahwa begitu likuidasi dimulai, penjualan paksa meningkat. Spread melebar dan likuiditas menipis, yang dapat mendorong harga turun dengan cepat.
Novogratz menggambarkan kerusakan sebagai mekanis, bukan makro. Ia mengatakan bahwa penjualan tersebut mencerminkan posisi yang terlalu overextended. Menurutnya, peristiwa ini tidak selalu menandakan modal jangka panjang keluar dari pasar.
Leverage memungkinkan trader mengendalikan posisi yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil. Namun, ini meningkatkan potensi keuntungan dan kerugian. Ketika pasar bergerak cepat, posisi berleveraged dapat melebur secara berkelompok.
Novogratz mencatat bahwa ketika trader membangun terlalu banyak posisi di pasar dengan modal pinjaman, volatilitas menjadi lebih tinggi. Likuidasi paksa dapat menciptakan efek berantai di seluruh bursa. Struktur ini dapat mengubah pergerakan harga moderat menjadi koreksi tajam.
Ia juga mengatakan bahwa menghapus leverage berlebih dapat mengatur ulang kondisi pasar. Menurut pernyataannya, menghilangkan posisi yang overextended dapat mengurangi tekanan langsung. Fokus sekarang adalah bagaimana bursa dan trader mengelola tingkat leverage setelah peristiwa 19 miliar dolar tersebut.